Kisah Perempuan Rupawan Minta Ditiduri Ayah Rasulullah SAW, Imbalan 100 Ekor Unta
Kamis, 16 Desember 2021 - 08:34 WIB
loading...
Dia adalah perempuan yang sangat cantik, masih muda, dan sangat menjaga kemuliaan dirinya. (Foto/Ilustrasi : Pinerest)
A
A
A
Pada suatu hari Abdulah bin Abdul Muthalib berjalan melewati seorang perempuan dari suku Khats'am yang bernama Fathimah binti Murr. Dia adalah perempuan yang sangat cantik, masih muda, dan sangat menjaga kemuliaan dirinya.
Dia juga perempuan yang terpelajar dan membaca banyak buku. Karena itu, para pemuda Quraisy banyak berbicara tentang dirinya. Kemudian perempuan itu melihat cahaya kenabian pada wajah Abdullah. Maka dia bertanya kepada Abdullah, “Pemuda, siapa namamu?” Abdullah pun menerangkan siapa dirinya.
Baca juga: Hamzah bin Abdul Muthalib: Ketika Singa Allah Ditikam Lembing Wahsyi bin Harb
Perempuan itu kembali berkata kepadanya, “Apakah engkau mau meniduriku, dan nanti saya berikan engkau seratus ekor unta?”
Abdullah memandangnya, kemudian berkata, “Jika engkau mengajakku melakukan perbuatan yang terlarang, maka kematian lebih saya pilih. Jika itu perbuatan yang dilakukan dalam kehalalan, maka harus dipikirkan terlebih dahulu. Tentang bagaimana hari esok, apa yang engkau rencanakan.”
Kemudian Abdullah pergi menemui istrinya, Dia menceritakan tentang perempuan dari Khats'amiah itu, serta kecantikannya dan tawarannya.
Berikutnya dia kembali menemui perempuan Khatsamiyah, namun kali ini perempuan itu tidak menyikapinya dengan antusias, sebagaimana yang dia lakukan dahulu.
Maka Abdullah bertanya kepadanya, “Apakah engkau sungguh-sungguh dengan tawaranmu dahulu?”
Perempuan itu menjawab, “Waktu itu saya menawarkannya kepadamu. Sedangkan hari ini tidak. Karena saya tidak ada keinginan lagi terhadapmu.
Kemudian perempuan itu bertanya, “Apa yang engkau telah lakukan selepas bertemu denganku sebelumnya?”
Dia juga perempuan yang terpelajar dan membaca banyak buku. Karena itu, para pemuda Quraisy banyak berbicara tentang dirinya. Kemudian perempuan itu melihat cahaya kenabian pada wajah Abdullah. Maka dia bertanya kepada Abdullah, “Pemuda, siapa namamu?” Abdullah pun menerangkan siapa dirinya.
Baca juga: Hamzah bin Abdul Muthalib: Ketika Singa Allah Ditikam Lembing Wahsyi bin Harb
Perempuan itu kembali berkata kepadanya, “Apakah engkau mau meniduriku, dan nanti saya berikan engkau seratus ekor unta?”
Abdullah memandangnya, kemudian berkata, “Jika engkau mengajakku melakukan perbuatan yang terlarang, maka kematian lebih saya pilih. Jika itu perbuatan yang dilakukan dalam kehalalan, maka harus dipikirkan terlebih dahulu. Tentang bagaimana hari esok, apa yang engkau rencanakan.”
Kemudian Abdullah pergi menemui istrinya, Dia menceritakan tentang perempuan dari Khats'amiah itu, serta kecantikannya dan tawarannya.
Berikutnya dia kembali menemui perempuan Khatsamiyah, namun kali ini perempuan itu tidak menyikapinya dengan antusias, sebagaimana yang dia lakukan dahulu.
Maka Abdullah bertanya kepadanya, “Apakah engkau sungguh-sungguh dengan tawaranmu dahulu?”
Perempuan itu menjawab, “Waktu itu saya menawarkannya kepadamu. Sedangkan hari ini tidak. Karena saya tidak ada keinginan lagi terhadapmu.
Kemudian perempuan itu bertanya, “Apa yang engkau telah lakukan selepas bertemu denganku sebelumnya?”
Lihat Juga :