Kesaksian Amr bin Maimun Detik-Detik Syahidnya Umar bin Khattab
Sabtu, 18 Desember 2021 - 13:13 WIB
loading...
A
A
A
Ketika Abdullah bin Umar kembali ke tempat Umar, maka orang-orang berkata, “Ini Abdullah bin Umar telah datang.”
Umar berkata, “Tolong bantu saya duduk”.
Dan seseorang membantunya bersandar. Umar bertanya, “Bagaimana kabar urusanmu?”
Ibnu Umar menjawab, “Sesuai yang engkau inginkan, wahai Amirul Mukminin. Aisyah telah memberikan izin.”
Umar berkata, “Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah. Tidak ada sesuatu yang lebih penting bagiku dari hal itu. Jika saya telah mati, maka bawalah saya. Kemudian ucapkanlah salam. Dan katakan, bahwa Umar bin Al-Khattab meminta izin dikuburkan. Jika Aisyah mengizinkan, maka masukkanlah saya ke kubur itu. Sementara jika dia menolak, maka bawalah saya tempat penguburan kaum muslimin.”
Ummul Mukminin, Hafshah pun datang, dan perempuan-perempuan datang bersamanya. Dan ketika kami melihatnya, maka kami pun keluar dari tempat itu. Dan dia pun masuk ke tempat Umar, kemudian dia menangis beberapa saat di situ.
Kemudian para lelaki meminta izin kepadanya untuk menemui Umar, maka dia pun masuk ke bagian dalam rumah, dan kami kemudian dengar suara tangisnya dari dalam. Mereka pun kemudian berkata, “Berikanlah wasiat, wahai Amirul Mukminin. Tunjuklah siapa penggantimu sebagai pemimpin umat Islam.”
Umar bin Al-Khathab berkata, “Tidak ada orang yang lebih berhak terhadap kepemimpinan ini kecuali orang-orang yang saat Rasulullah SAW wafat adalah orang yang beliau ridhai”
Umar pun menyebut nama Ali, Utsman, Zubair, Thalhah, Saad, dan Abdurrahman bin Auf.
Selanjutnya Umar berkata, “Yang akan menjadi saksi adalah Abdullah bin Umar, dan dia tidak boleh dipilih menjadi pejabatnya. Sebagai bentuk bela sungkawa dia. Jika kepemimpinan itu jatuh kepada Saad, maka terimalah. Jika tidak, maka pilihlah dari kalian siapa yang akan kalian minta untuk menjadi pemegang kepemimpinan, dan saya tidak menurunkannya karena kelemahannya atau khianatnya.”
Umar kembali berkata, “Saya wasiatkan khalifah setelahku, kepada kalangan muhajirin yang pertama, agar hak mereka diketahui, dan kemuliaan mereka dijaga. Juga saya berikan wasiat bagi kalangan Anshar dengan kebaikan, yaitu mereka yang menempati Madinah dan beriman sebelum mereka. Semoga kebaikan mereka diterima, dan kesalahan mereka diampuni."
"Demikian juga saya berwasiat dengan kebaikan bagi para penduduk kota-kota lainnya. Mereka adalah benteng Islam, sumber keuangan umat Islam, dan yang menyebabkan kecemburuan musuh. Agar dari mereka tidak diambil kecuali apa yang lebih dari kebutuhan mereka, dan dilakukan dengan keridhaan mereka."
"Juga aku wasiatkan bagi bangsa-bangsa Arab dengan kebaikan. Karena mereka adalah asal Arab dan tulang punggung Islam, dan dari mereka hanya boleh diambil sisa-sisa harta mereka, yang kemudian harta itu dikembalikan kepada orang-orang fakir dari mereka. Saya juga berwasiat dengan jaminan Allah dan jaminan Rasul-Nya agar janji mereka dipenuhi, mereka dibela dari serangan orang-orang yang memusuhi mereka, dan agar mereka tidak dibebani kecuali sesuai kemampuan mereka.”
Ketika dia wafat, maka kami mengusung mayatnya, dan kami pun berjalan. Kemudian Abdullah bin Umar berkata, “Umar bin Al Khattab meminta izin agar dikuburkan di sini.”
Aisyah berkata, “Masukkanlah dia” Maka mereka pun memasukkannya ke tempat itu, dan selanjutnya diletakkan dalam kuburnya bersama kedua sahabatnya.”
Baca juga: Kisah Khalifah Umar Merindukan Mati Syahid, Berikut Doanya
Umar berkata, “Tolong bantu saya duduk”.
Dan seseorang membantunya bersandar. Umar bertanya, “Bagaimana kabar urusanmu?”
Ibnu Umar menjawab, “Sesuai yang engkau inginkan, wahai Amirul Mukminin. Aisyah telah memberikan izin.”
Umar berkata, “Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah. Tidak ada sesuatu yang lebih penting bagiku dari hal itu. Jika saya telah mati, maka bawalah saya. Kemudian ucapkanlah salam. Dan katakan, bahwa Umar bin Al-Khattab meminta izin dikuburkan. Jika Aisyah mengizinkan, maka masukkanlah saya ke kubur itu. Sementara jika dia menolak, maka bawalah saya tempat penguburan kaum muslimin.”
Ummul Mukminin, Hafshah pun datang, dan perempuan-perempuan datang bersamanya. Dan ketika kami melihatnya, maka kami pun keluar dari tempat itu. Dan dia pun masuk ke tempat Umar, kemudian dia menangis beberapa saat di situ.
Kemudian para lelaki meminta izin kepadanya untuk menemui Umar, maka dia pun masuk ke bagian dalam rumah, dan kami kemudian dengar suara tangisnya dari dalam. Mereka pun kemudian berkata, “Berikanlah wasiat, wahai Amirul Mukminin. Tunjuklah siapa penggantimu sebagai pemimpin umat Islam.”
Umar bin Al-Khathab berkata, “Tidak ada orang yang lebih berhak terhadap kepemimpinan ini kecuali orang-orang yang saat Rasulullah SAW wafat adalah orang yang beliau ridhai”
Umar pun menyebut nama Ali, Utsman, Zubair, Thalhah, Saad, dan Abdurrahman bin Auf.
Selanjutnya Umar berkata, “Yang akan menjadi saksi adalah Abdullah bin Umar, dan dia tidak boleh dipilih menjadi pejabatnya. Sebagai bentuk bela sungkawa dia. Jika kepemimpinan itu jatuh kepada Saad, maka terimalah. Jika tidak, maka pilihlah dari kalian siapa yang akan kalian minta untuk menjadi pemegang kepemimpinan, dan saya tidak menurunkannya karena kelemahannya atau khianatnya.”
Umar kembali berkata, “Saya wasiatkan khalifah setelahku, kepada kalangan muhajirin yang pertama, agar hak mereka diketahui, dan kemuliaan mereka dijaga. Juga saya berikan wasiat bagi kalangan Anshar dengan kebaikan, yaitu mereka yang menempati Madinah dan beriman sebelum mereka. Semoga kebaikan mereka diterima, dan kesalahan mereka diampuni."
"Demikian juga saya berwasiat dengan kebaikan bagi para penduduk kota-kota lainnya. Mereka adalah benteng Islam, sumber keuangan umat Islam, dan yang menyebabkan kecemburuan musuh. Agar dari mereka tidak diambil kecuali apa yang lebih dari kebutuhan mereka, dan dilakukan dengan keridhaan mereka."
"Juga aku wasiatkan bagi bangsa-bangsa Arab dengan kebaikan. Karena mereka adalah asal Arab dan tulang punggung Islam, dan dari mereka hanya boleh diambil sisa-sisa harta mereka, yang kemudian harta itu dikembalikan kepada orang-orang fakir dari mereka. Saya juga berwasiat dengan jaminan Allah dan jaminan Rasul-Nya agar janji mereka dipenuhi, mereka dibela dari serangan orang-orang yang memusuhi mereka, dan agar mereka tidak dibebani kecuali sesuai kemampuan mereka.”
Ketika dia wafat, maka kami mengusung mayatnya, dan kami pun berjalan. Kemudian Abdullah bin Umar berkata, “Umar bin Al Khattab meminta izin agar dikuburkan di sini.”
Aisyah berkata, “Masukkanlah dia” Maka mereka pun memasukkannya ke tempat itu, dan selanjutnya diletakkan dalam kuburnya bersama kedua sahabatnya.”
Baca juga: Kisah Khalifah Umar Merindukan Mati Syahid, Berikut Doanya
(mhy)
Lihat Juga :