Nabi Yunus, Orang yang Pertama Kali Mendirikan Sholat Ashar
Sabtu, 18 Desember 2021 - 19:47 WIB
loading...
A
A
A
وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap, “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim.” ( QS Al-Anbiyya : 87)
Dalam kegelapan, Nabi Yunus AS berdoa, “Laa ilaaha illaa anta subhaanaka innii kuntu minazh zhalimiin” (Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim).
Imam Al-Haqqi menjelaskan, Nabi Yunus AS berdoa dalam keadaan yang sangat gelap gulita dalam perut ikan, gelapnya dasar laut, dan gelapnya malam.
Selanjutnya, Al-Haqqi mengutip perkataan Syeikh Samarkandi dalam tafsirnya yang mengatakan, Allah Mahatahu sesuatunya. Sesungguhnya kegelapan yang dimaksud adalah enam kegelapan, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah SAW: “Aku melihat seorang lelaki dari umatku di antara kedua tangannya dipenuhi kegelapan, di belakangnya juga kegelapan, di samping kanannya kegelapan, di samping kirinya juga kegelapan, dari bawah kedua telapak tangannya juga kegelapan, dan diliputi oleh kegelapan."
Hal yang terpenting ialah keterangan selamatnya jiwa Nabi Yunus AS dari kegelapan, yaitu kegelapan pikiran, kegelapan hati, dan kegelapan di alam dunia.
Baca juga: Al-Qur'an dan Hadis Koreksi Penyelewengan Kisah Nabi Yunus di Taurat
(mhy)
Lihat Juga :