Ini 9 Manfaat Penggunaan Jilbab Menurut Pandangan Sains
Senin, 20 Desember 2021 - 15:30 WIB
loading...
Hasil penelitian menunjukkan pentingnya jilbab bagi perempuan, karena beberapa hal yang menyangkut kondisi fisik mereka sendiri. Foto istimewa
A
A
A
Kewajiban menutup aurat bagi seorang wanita muslimah dengan berjilbab atau berhijab ternyata memiliki manfaat lainnya di bidang kecantikan dan kesehatan. Bahkan, hasil penelitian menunjukkan pentingnya jilbab bagi perempuan, karena beberapa hal yang menyangkut kondisi fisik mereka sendiri. Seperti, kulit wajah wanita ternyata lebih tipis daripada laki-laki sehingga lebih berisiko pada kanker kulit, dan beberapa fakta lain tubuhnya.
Dirangkum dari berbagai sumber berikut beberapa manfaat jilbab dan hijab perempuan dilihat dari sudut pandang sains atau ilmu pengetahuan :
Baca juga: Manfaat Berhijab dalam Aktivitas Muslimah Sehari-hari
1. Melindungi kulit dari terbakarnya sinar matahari (Sunburn)
Sinar matahari sebenarnya bermanfaat untuk kulit yaitu untuk mensintesis kalsium untuk kesehatan tulang. Tapi ada akibat buruk juga untuk kulit. Sunburn terjadi akibat sengatan sinar matahari atau UV (ultra violet) melebihi dari daya tahan tubuh. Kulit yang berwarna cerah lebih rentan terhadap sunburn dari pada kulit coklat karena kadar melatonin (untuk menjaga kulit dari sinar UV) lebih rendah daripada kulit coklat.
Kulit cerah hanya bertahan kurang dari 15 menit setelah terkena sinar matahari. Sedangkan pada kulit coklat dapat bertahan 3-9 jam. Gejala sunburn tidak terlihat langsung tapi 6-48 jam setelah terpapar sinar matahari. Kulit akan terasa terbakar dan berwarna merah. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakkan kulit, yang tersering adalah kulit kaki.
2. Cegah peradangan kulit luar (solar keratoses)
Peradangan jenis ini terlihat seperti sisik pada kulit yang mengalami peradangan . Komplikasi dari peradangan ini adalah kanker kulit. Peradangan ini dapat terjadi pada kulit yang sering terpapar sinar matahi seperti tulang-tulang pipi, hidung, dahi, punggung tangan, punggung, kaki. Penyakit ini disebabkan oleh seringnya terpapar sinar matahari dengan waktu lama. Manfaat jilbab bagi kesehatan akan melindungi kulit dari sinar matahari dapat menggunakan tabir surya.
3. Bebas gatal akibat matahari (solar urticaria)
Orang-orang sering menyebutnya dengan alergi matahari ini namun jarang terjadi. Gejalanya dapat langsung terlihat seperti gatal-gatal karena lamanya terpapar sinar matahari. Sering dijumpai pada pasien usia sebelum 40 tahun. Tapi gatal-gatal ini harus dibandingkan dengan gatal-gatal akibat keringat.
Dirangkum dari berbagai sumber berikut beberapa manfaat jilbab dan hijab perempuan dilihat dari sudut pandang sains atau ilmu pengetahuan :
Baca juga: Manfaat Berhijab dalam Aktivitas Muslimah Sehari-hari
1. Melindungi kulit dari terbakarnya sinar matahari (Sunburn)
Sinar matahari sebenarnya bermanfaat untuk kulit yaitu untuk mensintesis kalsium untuk kesehatan tulang. Tapi ada akibat buruk juga untuk kulit. Sunburn terjadi akibat sengatan sinar matahari atau UV (ultra violet) melebihi dari daya tahan tubuh. Kulit yang berwarna cerah lebih rentan terhadap sunburn dari pada kulit coklat karena kadar melatonin (untuk menjaga kulit dari sinar UV) lebih rendah daripada kulit coklat.
Kulit cerah hanya bertahan kurang dari 15 menit setelah terkena sinar matahari. Sedangkan pada kulit coklat dapat bertahan 3-9 jam. Gejala sunburn tidak terlihat langsung tapi 6-48 jam setelah terpapar sinar matahari. Kulit akan terasa terbakar dan berwarna merah. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakkan kulit, yang tersering adalah kulit kaki.
2. Cegah peradangan kulit luar (solar keratoses)
Peradangan jenis ini terlihat seperti sisik pada kulit yang mengalami peradangan . Komplikasi dari peradangan ini adalah kanker kulit. Peradangan ini dapat terjadi pada kulit yang sering terpapar sinar matahi seperti tulang-tulang pipi, hidung, dahi, punggung tangan, punggung, kaki. Penyakit ini disebabkan oleh seringnya terpapar sinar matahari dengan waktu lama. Manfaat jilbab bagi kesehatan akan melindungi kulit dari sinar matahari dapat menggunakan tabir surya.
3. Bebas gatal akibat matahari (solar urticaria)
Orang-orang sering menyebutnya dengan alergi matahari ini namun jarang terjadi. Gejalanya dapat langsung terlihat seperti gatal-gatal karena lamanya terpapar sinar matahari. Sering dijumpai pada pasien usia sebelum 40 tahun. Tapi gatal-gatal ini harus dibandingkan dengan gatal-gatal akibat keringat.
Lihat Juga :