Bahlul kepada Harun Ar-Rasyid: Jangan Engkau Bayar Utang dengan Utang
Selasa, 21 Desember 2021 - 10:43 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Baginda Raja Bertanya Tentang Khamar kepada Bahlul, Ini Jawabnya
Ia berkata, “Ada, wahai Amirul Mukminin. Siapa yang diberikan rezeki oleh Allah berupa raut wajah yang indah, dan harta yang banyak, kemudian dia menjaga diri dari tergelincir dalam kemaksiatan karena keindahannya itu, dan dia banyak bersedekah dengan hartanya itu, niscaya dia akan ditulis oleh Allah dalam kelompok orang-orang abrar yang saleh.”
Al-Fadhl berpikir Ar-Rasyid menyangka Bahlul menginginginkan sesuatu. Sehingga beliau berkata, “Kami telah memerintahkan untuk melunasi utangmu.”
Bahlul berkata, “Jangan, wahai Amirul Mukminin. Jangan engkau bayar utang dengan utang. Kembalikanlah hak orang kepada pemiliknya. Bayarlah utang dirimu sendiri. Karena dirimu adalah jiwa yang satu. Jika dia celaka, maka demi Allah, tidak mungkin dia dapat terselamatkan.”
Ia berkata, “Kami telah memerintahkan agar engkau diberikan balasan.”
Bahlul menjawab, “Jangan, wahai Amirul Mukminin. Tidak mungkin Dia memberikanmu namun melupakanku. Karena balasanku diberikan oleh yang memberikan anugerah kepadamu. Sehingga saya tidak memerlukan pemberianmu.?”
Selanjutnya dia berpaling pergi sambil mengucap, “Saya bertawakal kepada Allah, dan saya tidak tidak mengharapkan dari selain Allah. Rezeki tidak datang dari manusia, namun rezeki datang dari Allah.”
Baca juga: Ketika Abu Hanifah Kalah Berdebat dengan Bahlul
Ia berkata, “Ada, wahai Amirul Mukminin. Siapa yang diberikan rezeki oleh Allah berupa raut wajah yang indah, dan harta yang banyak, kemudian dia menjaga diri dari tergelincir dalam kemaksiatan karena keindahannya itu, dan dia banyak bersedekah dengan hartanya itu, niscaya dia akan ditulis oleh Allah dalam kelompok orang-orang abrar yang saleh.”
Al-Fadhl berpikir Ar-Rasyid menyangka Bahlul menginginginkan sesuatu. Sehingga beliau berkata, “Kami telah memerintahkan untuk melunasi utangmu.”
Bahlul berkata, “Jangan, wahai Amirul Mukminin. Jangan engkau bayar utang dengan utang. Kembalikanlah hak orang kepada pemiliknya. Bayarlah utang dirimu sendiri. Karena dirimu adalah jiwa yang satu. Jika dia celaka, maka demi Allah, tidak mungkin dia dapat terselamatkan.”
Ia berkata, “Kami telah memerintahkan agar engkau diberikan balasan.”
Bahlul menjawab, “Jangan, wahai Amirul Mukminin. Tidak mungkin Dia memberikanmu namun melupakanku. Karena balasanku diberikan oleh yang memberikan anugerah kepadamu. Sehingga saya tidak memerlukan pemberianmu.?”
Selanjutnya dia berpaling pergi sambil mengucap, “Saya bertawakal kepada Allah, dan saya tidak tidak mengharapkan dari selain Allah. Rezeki tidak datang dari manusia, namun rezeki datang dari Allah.”
Baca juga: Ketika Abu Hanifah Kalah Berdebat dengan Bahlul
(mhy)
Lihat Juga :