Hafalan Qur'an dan Hadis Gus Baha Berikut Cara Menjaganya
Jum'at, 24 Desember 2021 - 05:07 WIB
loading...
A
A
A
Yaitu dengan cara setoran hafalan di dalam sholat. Gus Baha menyarankan amalan ini dipraktikkan setidaknya sekali dalam seumur hidup. Amalan ini perlu dilakukan saat suasana hati sedang ikhlas.
"Saya pernah mencoba (amalan) itu selama dua bulan setengah. Jika lupa saya ulangi lagi. Saya pernah coba mengkhatamkan Al-Qur'an di dalam sholat. Itu butuh dua setengah bulan. Dalam satu hari, dua lembar setengah. Jika lupa, saya ulangi lagi. Ketika hati terasa tidak ikhlas, saya pun ulangi lagi. Jika tidak paham maknanya, saya ulangi lagi," kata Gus Baha dikutip dari kajian Channel 'Kopyahsantri' 19 Januari 2020.
Gus Baha juga membeberkan tiga cara menambah kekuatan hafal Qur'an yaitu: (1) bersiwak (2) puasa dan (3) membaca Al-Qur'an.
"Sebenarnya afdholnya (utamanya) membaca Al-Qur'an itu, puasa kemudian bersiwak. Tapi ini berdasar ahwal. Kalau mau baca Qur'an disuruh bersiwak, baiknya lagi kalau puasa dulu. Jadi urutan yang dimaksud Sayyidina Ali urutan ahwal," kata Gus Baha dalam kajian Channel "Ngaji Melu Kyai" 10 Oktober 2020 lalu.
Karya-karya Gus Baha
1. Salah satu Kitab yang ditulis Gus Baha adalah: حفظنا لهذا المصحف لبهاء الدين بن نور سالم. Kitab ini menjelaskan tentang rasm Usmani yang dilengkapi dengan contoh dan penjelasan yang disandarkan pada Kitab Al-Muqni' karya Abu 'Amr Usman bin Sa'id ad-Dani (wafat 444 H). Kitab ini berguna bagi siapapun untuk mengetahui bagaimana memahami karakteristik penulisan Al-Qur'an di dalam mushaf rasm Usmani.
2. Tafsir Al-Qur'an versi UII dan Al-Qur'an terjemahan versi UII Gus Baha (2020). Salah satu ciri khas tafsir dan terjemahan UII yang ditulis Gus Baha dan Timnya adalah tafsir ini dikontekstualisasikan untuk membaca Indonesia dan dengan rasa Indonesia. Dan tafsir dan terjemahan UII ini sama sekali tidak merubah keaslian Al-Qur'an itu sendiri.
Baca Juga: Mengapa Nabi Muhammad Tak Bisa Baca Tulis, Ini Jawaban Gus Baha
Berikut Video Ceramah Gus Baha Disiarkan Channel KOPYAHSANTRI 19 Januari 2020:
"Saya pernah mencoba (amalan) itu selama dua bulan setengah. Jika lupa saya ulangi lagi. Saya pernah coba mengkhatamkan Al-Qur'an di dalam sholat. Itu butuh dua setengah bulan. Dalam satu hari, dua lembar setengah. Jika lupa, saya ulangi lagi. Ketika hati terasa tidak ikhlas, saya pun ulangi lagi. Jika tidak paham maknanya, saya ulangi lagi," kata Gus Baha dikutip dari kajian Channel 'Kopyahsantri' 19 Januari 2020.
Gus Baha juga membeberkan tiga cara menambah kekuatan hafal Qur'an yaitu: (1) bersiwak (2) puasa dan (3) membaca Al-Qur'an.
"Sebenarnya afdholnya (utamanya) membaca Al-Qur'an itu, puasa kemudian bersiwak. Tapi ini berdasar ahwal. Kalau mau baca Qur'an disuruh bersiwak, baiknya lagi kalau puasa dulu. Jadi urutan yang dimaksud Sayyidina Ali urutan ahwal," kata Gus Baha dalam kajian Channel "Ngaji Melu Kyai" 10 Oktober 2020 lalu.
Karya-karya Gus Baha
1. Salah satu Kitab yang ditulis Gus Baha adalah: حفظنا لهذا المصحف لبهاء الدين بن نور سالم. Kitab ini menjelaskan tentang rasm Usmani yang dilengkapi dengan contoh dan penjelasan yang disandarkan pada Kitab Al-Muqni' karya Abu 'Amr Usman bin Sa'id ad-Dani (wafat 444 H). Kitab ini berguna bagi siapapun untuk mengetahui bagaimana memahami karakteristik penulisan Al-Qur'an di dalam mushaf rasm Usmani.
2. Tafsir Al-Qur'an versi UII dan Al-Qur'an terjemahan versi UII Gus Baha (2020). Salah satu ciri khas tafsir dan terjemahan UII yang ditulis Gus Baha dan Timnya adalah tafsir ini dikontekstualisasikan untuk membaca Indonesia dan dengan rasa Indonesia. Dan tafsir dan terjemahan UII ini sama sekali tidak merubah keaslian Al-Qur'an itu sendiri.
Baca Juga: Mengapa Nabi Muhammad Tak Bisa Baca Tulis, Ini Jawaban Gus Baha
Berikut Video Ceramah Gus Baha Disiarkan Channel KOPYAHSANTRI 19 Januari 2020:
(rhs)