Kisah Nabi Isa Menghidupkan Kembali Putra Nabi Nuh
Sabtu, 25 Desember 2021 - 07:55 WIB
loading...
A
A
A
“Ketika tikus itu masuk ke dalam lapisan (dari papan) bahtera dan menggerogotinya, Allah mengilhami Nuh untuk memukul singa di antara kedua matanya, dan seekor kucing jantan dan betina keluar dari hidungnya dan menyerang tikus itu.”
Isa bertanya kepada Ham, “Bagaimana Nuh mengetahui bahwa (semua) tempat-tempat itu tenggelam (dan kemudian tidak lagi)?
Baca juga: Kisah Nabi Nuh dan Perempuan yang Ditinggal Mati Putranya
Dia menjawab, “Dia mengirim burung gagak untuk memberinya informasi, tetapi ia (gagak) menemukan mayat dan menyambarnya, di mana (Nuh) mengutuk burung gagak yang mana seharusnya membuat (gagak) ketakutan. Oleh karena itu, gagak tidak menyukai rumah-rumah.
“Dia kemudian mengirim merpati. Ia kembali dengan daun zaitun di paruhnya dan tanah liat di kakinya. Karenanya, Nuh tahu bahwa semua tempat telah terendam air (tetapi saat itu sudah surut). Karena itu, kalung burung (corak bulu pada bagian leher) merpati berwarna hijau keabu-abuan di lehernya. Nuh memberkati burung merpati itu agar jinak dan tidak berbahaya. Oleh karena itu, merpati menyukai rumah-rumah.”
Para murid berkata, “Wahai Nabi Allah, mengapa engkau tidak membawanya (Ham) kepada orang-orang kita, sehingga dia dapat duduk dan berbicara dengan kita?
Isa menjawab, “Bagaimana mungkin orang yang sudah tidak memiliki kehidupan mengikuti kalian?”
Kemudian Isa berkata kepada Ham, “Kembalilah dengan izin Allah!” Dan Ham berubah menjadi debu kembali.
Baca juga: Surat Nuh: Kisah Nabi Nuh Lengkap dalam Satu Surat
Isa bertanya kepada Ham, “Bagaimana Nuh mengetahui bahwa (semua) tempat-tempat itu tenggelam (dan kemudian tidak lagi)?
Baca juga: Kisah Nabi Nuh dan Perempuan yang Ditinggal Mati Putranya
Dia menjawab, “Dia mengirim burung gagak untuk memberinya informasi, tetapi ia (gagak) menemukan mayat dan menyambarnya, di mana (Nuh) mengutuk burung gagak yang mana seharusnya membuat (gagak) ketakutan. Oleh karena itu, gagak tidak menyukai rumah-rumah.
“Dia kemudian mengirim merpati. Ia kembali dengan daun zaitun di paruhnya dan tanah liat di kakinya. Karenanya, Nuh tahu bahwa semua tempat telah terendam air (tetapi saat itu sudah surut). Karena itu, kalung burung (corak bulu pada bagian leher) merpati berwarna hijau keabu-abuan di lehernya. Nuh memberkati burung merpati itu agar jinak dan tidak berbahaya. Oleh karena itu, merpati menyukai rumah-rumah.”
Para murid berkata, “Wahai Nabi Allah, mengapa engkau tidak membawanya (Ham) kepada orang-orang kita, sehingga dia dapat duduk dan berbicara dengan kita?
Isa menjawab, “Bagaimana mungkin orang yang sudah tidak memiliki kehidupan mengikuti kalian?”
Kemudian Isa berkata kepada Ham, “Kembalilah dengan izin Allah!” Dan Ham berubah menjadi debu kembali.
Baca juga: Surat Nuh: Kisah Nabi Nuh Lengkap dalam Satu Surat
(mhy)
Lihat Juga :