Kisah Nabi Nuh dan Perempuan yang Ditinggal Mati Putranya

loading...
Kisah Nabi Nuh dan Perempuan yang Ditinggal Mati Putranya
Ilustrasi Nabi Nuh ketika mengajak kaumnya menaiki bahtera yang disiapkannya. Foto/dok islamparipurna
Nabiyullah Nuh 'alaihissalam adalah salah satu Rasul yang dikaruniai umur panjang. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu mengatakan usia beliau 1050 tahun dan berdakwah selama 950 tahun.

Riwayat lain menyebut Nabi Nuh hidup selama 950 tahun dan berdakwah 900 tahun kepada tiga generasi kaumnya. Beliau digelari dengan sebutan Abdussyakur yang artinya Hamba (Allah) yang banyak bersyukur.

Ada satu kisah menarik yang dapat kita ambil pelajaran. Kiyai Ahmad Shomad Supriyadi menceritakan kisah Nabi Nuh dan seorang perempuan yang meratapi kematian anaknya yang berusia 300 tahun.

Suatu hari, Nabi Nuh melihat seorang perempuan menangis. Lalu beliau bertanya: "Mengapa engkau menangis?"

Perempuan itu berkata: "Saya menangisi kematian anak saya padahal dia masih muda dan dalam keemasan masa mudanya".

Nabi Nuh bertanya padanya: "Berapa usia putra Anda?".

Dia berkata: "Hanya 300 tahun".

Nabi Nuh berkata padanya dengan maksud untuk menghilangkan kesedihannya: "Apa yang akan kamu lakukan jika seandainya kamu hidup di masa umat yang usianya tidak melebihi 60 tahun?"

Perempuan itu berkata: "Adakah seseorang yang hidup hanya selama 60 tahun?".

Nabi Nuh menjawab: "Ya".
halaman ke-1
cover top ayah
شَهۡرُ رَمَضَانَ الَّذِىۡٓ اُنۡزِلَ فِيۡهِ الۡقُرۡاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَ بَيِّنٰتٍ مِّنَ الۡهُدٰى وَالۡفُرۡقَانِۚ فَمَنۡ شَهِدَ مِنۡكُمُ الشَّهۡرَ فَلۡيَـصُمۡهُ ؕ وَمَنۡ کَانَ مَرِيۡضًا اَوۡ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنۡ اَيَّامٍ اُخَرَؕ يُرِيۡدُ اللّٰهُ بِکُمُ الۡيُسۡرَ وَلَا يُرِيۡدُ بِکُمُ الۡعُسۡرَ وَلِتُکۡمِلُوا الۡعِدَّةَ وَلِتُکَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰٮكُمۡ وَلَعَلَّکُمۡ تَشۡكُرُوۡنَ
Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Baqarah:185)
cover bottom ayah
preload video