Surat Nuh: Kisah Nabi Nuh Lengkap dalam Satu Surat

loading...
Surat Nuh: Kisah Nabi Nuh Lengkap dalam Satu Surat
Surat Nuh adalah surat yang diturunkan Allah dalam satu surah utuh terkait kisah Nabi Nuh. Ilustrasi/Ist
SURAT Nuh adalah surat yang diturunkan Allah dalam satu surah utuh terkait kisah Nabi Nuh as . Di luar itu, Allah SWT menyebutkan kisah Nuh dan kaumnya, kisah azab dan banjir besar yang Allah turunkan kepada mereka ingkar padanya, Allah menyelamatkan Nuh dan seluruh penumpang perahu, di sejumlah tempat dalam Al-Qur’an, seperti dalam surah Al-A’raf, Yunus, Hud, Al-Anbiya, Al-Mukminum, Al-Ankabut , Ash-Shaffat, dan Al-Qamar.

Baca juga: Ibnu Katsir: Nuh Adalah Rasul Pertama Bagi Penduduk Bumi

Khusus dalam surah Nuh, Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan perintah), ‘Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih.’

Dia (Nuh) berkata, ‘Wahai kaumku! Sesungguhnya, aku ini seorang pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu, (yaitu) sembahlah Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku, niscaya Dia mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu (memanjangkan umurmu) sampai pada batas waktu yang ditentukan. Sungguh, ketetapan Allah itu apabila telah datang tidak dapat ditunda, seandainya kamu mengetahui.’

Dia (Nuh) berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku siang dan malam, tetapi seruanku itu tidak menambah (iman) mereka, justru mereka lari (dari kebenaran).

Dan sesungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (untuk beriman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jarinya ke telinganya dan menutupkan bajunya (ke wajahnya) dan mereka tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri. Lalu sesungguhnya aku menyeru mereka dengan cara terang-terangan.

Kemudian aku menyeru mereka secara terbuka dan dengan diam-diam, maka aku berkata (kepada mereka), ‘Mohonlah ampunan kepada Rabbmu, sungguh Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.’

Baca juga: Antara Yastrib dan Madinah: Awalnya Umat Nabi Nuh Tinggal di Sini

Mengapa kamu tidak takut akan kebesaran Allah? Dan sungguh, Dia telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan (kejadian). Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis?

Dan di sana Dia menciptakan bulan yang bercahaya dan menjadikan matahari sebagai perlita (yang cemerlang)?

Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah, tumbuh (berangsur-angsur), kemudian Dia akan mengembalikan kamu ke dalamnya (tanah) dan mengeluarkan kamu (pada hari Kiamat) dengan pasti.

Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan, agar kamu dapat pergi kian kemari di jalan-jalan yang luas. Nuh berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka durhaka kepadaku, dan mereka mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya hanya menambah kerugian baginya, dan mereka melakukan tipu daya yang sangat besar.’

Dan mereka berkata, ‘Janganlah sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwa’, Yaghuts, Ya’uq dan Nashr.’

Dan sungguh, mereka telah menyesatkan banyak orang; dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan. Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong selain Allah.

Dan Nuh berkata, ‘Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya, jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya melahirkan anak-anak yang jahat dan tidak tahu bersyukur.

Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kehancuran’.” ( Nuh: 1-28 ).

Baca juga: Jadi Makhluk yang Terjelek, Kutukan Nabi Nuh Kepada Keturunan Yafits
(mhy)
cover top ayah
وَاَيُّوۡبَ اِذۡ نَادٰى رَبَّهٗۤ اَنِّىۡ مَسَّنِىَ الضُّرُّ وَاَنۡتَ اَرۡحَمُ الرّٰحِمِيۡنَ‌
Dan ingatlah kisah Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, "Ya Tuhanku, sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang."

(QS. Al-Anbiya:83)
cover bottom ayah
preload video