Nabi Isa dan Burung yang Terbuat dari Tanah Liat Bisa Terbang
Minggu, 26 Desember 2021 - 08:30 WIB
loading...
Nabi Isa memiliki mukjizat sejak masih bayi. (Foto/Ilustrasi : Ist)
A
A
A
Idries Shah dalam bukunya berjudul "Tales of The Dervishes" mengangkat kisah sufi tentang Isa putra Maryam sebagai Jalan (a Master of the Way). Kisah ini ditemukan, dengan sedikit perbedaan bentuk, dalam lebih dari satu koleksi Darwis. Para Sufi berkata bahwa 'Anak seorang Tukang Kayu' dan penamaan berdasarkan profesi lainnya yang disandangkan pada karakter-karakter dalam Injil merupakan penyebutan belaka dan tidak secara memadai menerangkan pekerjaan seseorang.
Baca juga: Kisah Sufi Jalaluddin Rumi: Saudagar dan Darwis Kristen
Berikut kisahnya:
Ketika masih kanak-kanak, suatu hari Yesus, putra Maryam, membentuk burung-burung kecil dari tanah liat. Anak-anak sebayanya yang gagal melakukan hal serupa, lari kepada orang tua mereka dan bercerita, mengadu apa adanya.
Lalu, sampailah berita itu ke telinga para pemuka agama. Kata mereka: "Perbuatan itu tidak dibenarkan dilakukan pada hari Sabat." Hari itu adalah hari Sabtu.
Mereka pun pergi ke kolam menemui putra Maryam sedang duduk-duduk. Kepadanya mereka bertanya di mana gerangan burung-burung tanah liat itu. Sebagai jawabannya, Isa pun menunjuk ke arah burung-burung yang telah selesai dibuatnya, dan burung-burung itu pun terbang pergi.
"Dia tidak melanggar hari Sabat, sebab bukan dia yang membuat burung-burung itu. Mustahil seorang dapat membuat burung yang bisa terbang," kata seorang tua-tua.
"Keterampilan yang sangat mengagumkan. Aku akan mempelajarinya," kata yang lain.
"Bukan. Itu bukan keterampilan, itu tipuan," kata yang ketiga.
Dengan demikian, tidak ada pelanggaran terhadap hari Sabat, dan keterampilan itu pun tidak bisa diajarkan kepada orang lain. Perihal penipuan, para tua-tua sebagaimana juga kanak-kanak tersebut telah menipu diri sendiri, sebab mereka tidak mengetahui maksud dari pembuatan burung-burung itu.
Baca juga: Kisah Sufi Jalaluddin Rumi: Saudagar dan Darwis Kristen
Berikut kisahnya:
Ketika masih kanak-kanak, suatu hari Yesus, putra Maryam, membentuk burung-burung kecil dari tanah liat. Anak-anak sebayanya yang gagal melakukan hal serupa, lari kepada orang tua mereka dan bercerita, mengadu apa adanya.
Lalu, sampailah berita itu ke telinga para pemuka agama. Kata mereka: "Perbuatan itu tidak dibenarkan dilakukan pada hari Sabat." Hari itu adalah hari Sabtu.
Mereka pun pergi ke kolam menemui putra Maryam sedang duduk-duduk. Kepadanya mereka bertanya di mana gerangan burung-burung tanah liat itu. Sebagai jawabannya, Isa pun menunjuk ke arah burung-burung yang telah selesai dibuatnya, dan burung-burung itu pun terbang pergi.
"Dia tidak melanggar hari Sabat, sebab bukan dia yang membuat burung-burung itu. Mustahil seorang dapat membuat burung yang bisa terbang," kata seorang tua-tua.
"Keterampilan yang sangat mengagumkan. Aku akan mempelajarinya," kata yang lain.
"Bukan. Itu bukan keterampilan, itu tipuan," kata yang ketiga.
Dengan demikian, tidak ada pelanggaran terhadap hari Sabat, dan keterampilan itu pun tidak bisa diajarkan kepada orang lain. Perihal penipuan, para tua-tua sebagaimana juga kanak-kanak tersebut telah menipu diri sendiri, sebab mereka tidak mengetahui maksud dari pembuatan burung-burung itu.
Lihat Juga :