Pesan Habib Quraisy Baharun Jelang Tahun Baru 2022
Minggu, 26 Desember 2021 - 21:09 WIB
loading...
Habib Quraisy Baharun, Ulama yang juga Pengasuh Ponpes As-Shidqu Kuningan Jawab Barat. Foto/Ist
A
A
A
Pengasuh Ponpes As-Shidqu Kuningan Jawa Barat, Al-Habib Quraisy Baharun menyampaikan pesan jelang Tahun Baru 2022 yang insya Allah beberapa hari lagi akan kita masuki. Pesan beliau ini dapat kita jadikan iktibar dan muhasabah.
Sebagai manusia biasa, kita tentu tidak punya jaminan lepas dari jeratan dosa. Karena itu, Allah memerintahkan kita untuk bertaubat, sebagaimana firman-Nya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا
"Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubat nasuha (tobat yang semurni-murninya)." (Surat at-Tahrim Ayat 8)
Melalui ayat di atas, meski tidak secara eksplisit, Allah juga hendak berpesan kepada hamba-Nya bahwa Dia membuka pintu ampunan kepada mereka. Sebab tidak mungkin rasanya jika Allah memerintahkan hamba-Nya bertobat, sementara Dia menutup pintu ampunan.
Lanjutan ayat itu menyebutkan:
عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ
"Mudah-mudahan Rabbmu menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya."
"Allah menggunakan kata 'Asa yang berarti 'mudah-mudahan'. Penggunaan kata mudah-mudahan mengindikasikan kepada kita bahwa Allah tidak memastikan ampunan kepada hamba-Nya yang bertobat. Ketidakpastian ini dimaknai oleh para ulama, bukan berarti kita sia-sia ketika bertaubat, melainkan ketidakpastian tersebut harus dipahami agar kita sungguh-sungguh menjalankan tobat dan meyakinkan Allah bahwa kita benar-benar hamba yang layak mendapatkan ampunan-Nya," jelas Habib Quraisy dilansir dari akun resmi media sosialnya.
Adapun yang dimaksud dengan tubat nasuha adalah taubat yang dijalankan dengan semaksimal mungkin. Artinya tidak setengah-setengah, atau tidak sekadar main-main. Artinya hari ini kita bertobat, esok kita berdosa lagi, esoknya bertobat lagi, dan seterusnya.
Sebagai manusia biasa, kita tentu tidak punya jaminan lepas dari jeratan dosa. Karena itu, Allah memerintahkan kita untuk bertaubat, sebagaimana firman-Nya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا
"Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubat nasuha (tobat yang semurni-murninya)." (Surat at-Tahrim Ayat 8)
Melalui ayat di atas, meski tidak secara eksplisit, Allah juga hendak berpesan kepada hamba-Nya bahwa Dia membuka pintu ampunan kepada mereka. Sebab tidak mungkin rasanya jika Allah memerintahkan hamba-Nya bertobat, sementara Dia menutup pintu ampunan.
Lanjutan ayat itu menyebutkan:
عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ
"Mudah-mudahan Rabbmu menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya."
"Allah menggunakan kata 'Asa yang berarti 'mudah-mudahan'. Penggunaan kata mudah-mudahan mengindikasikan kepada kita bahwa Allah tidak memastikan ampunan kepada hamba-Nya yang bertobat. Ketidakpastian ini dimaknai oleh para ulama, bukan berarti kita sia-sia ketika bertaubat, melainkan ketidakpastian tersebut harus dipahami agar kita sungguh-sungguh menjalankan tobat dan meyakinkan Allah bahwa kita benar-benar hamba yang layak mendapatkan ampunan-Nya," jelas Habib Quraisy dilansir dari akun resmi media sosialnya.
Adapun yang dimaksud dengan tubat nasuha adalah taubat yang dijalankan dengan semaksimal mungkin. Artinya tidak setengah-setengah, atau tidak sekadar main-main. Artinya hari ini kita bertobat, esok kita berdosa lagi, esoknya bertobat lagi, dan seterusnya.
Lihat Juga :