Mendoakan Anaknya yang Kafir, Nabi Nuh Menyesal dan Menangis Selama 300 Tahun

Senin, 03 Januari 2022 - 05:15 WIB
loading...
A A A
Artinya, wahai Nuh, sesungguhnya anakmu bukanlah keluargamu dalam keimanan. Dia telah melakukan sesuatu yang tidak pantas dilakukan.

Dalam sebuah riwayat hadits dijelaskan, “Dia telah melakukan perbuatan buruk sementara engkau tidak mengetahuinya. Dia adalah orang munafik yang menampakkan keimanan di hadapanmu dan menyimpan kekufuran dan kemunafikan, sedangkan engkau tidak mengetahuinya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpenge-tahuan."

Allah memberi peringatan kepada Nuh yang tetap mendoakan anaknya yang kafir dan fasik. Allah juga memberi nasehat kepada Nuh agar jangan sekali-kali mengulangi perbuatannya itu.

Tatkala Nuh menyadari akan larangan dari Tuhannya dia bekata, Nuh berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi." (QS Hud : 47).

Nabi Nuh meminta maaf kepada Tuhannya, bertobat, beristighfar dan kembali kepada Allah. Selain itu Nabi Nuh tidak mengulangi perbuatannya lagi yaitu mendoakan anaknya, serta menangis sejadi-jadinya mengharap ridha Tuhannya.

Baca juga: Fakta Fosil Kapal Nabi Nuh, Antara Penemuan Ilmiah dan Pareidolia

Hakikat Keluarga
Sayyid Quthub menggambarkan betapa dalamnya permasalahan dialog yang dilakukan oleh Nuh tatkala mendoakan anaknya dengan Tuhannya yang kemudian memberikan bantahan tegas.

Allah berfirman: "Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat)nya."

Sayyid Qutub mengatakan Allah membantah pernyataan Nuh dengan menunjukkan hakikat yang seringkali dilupakan. Artinya hakikat sebuah keluarga dalam pandangan Allah - bukanlah hubungan disebabkan pertalian darah akan tetapi hubungan yang disebabkan pertalian akidah.

Sedangkan anak Nabi Nuh tidak beriman. Jadi dia bukanlah keluarga dari Nabi Nuh, seorang Nabi yang beriman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Perbedaan Nabi dan Rasul,...
Perbedaan Nabi dan Rasul, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Dalam Perjalanan Isra...
Dalam Perjalanan Isra Mikraj, Rasulullah SAW Menjadi Imam Salat Para Nabi
Inilah Para Nabi dan...
Inilah Para Nabi dan Rasul yang Bertemu Rasulullah dalam Perjalanan Mikraj
Kelahiran dan Misi Nabi...
Kelahiran dan Misi Nabi Isa AS sebagai Rasul Allah SWT, Simak di Sini!
Rekomendasi
Bongkar Patung Buddha...
Bongkar Patung Buddha Berusia Ribuan Tahun, Ilmuwan Ungkap Sederet Fakta Menakutkan
Warna Laut Teluk Persia...
Warna Laut Teluk Persia Berubah Jadi Merah Darah
Jepang Menemukan 7.000...
Jepang Menemukan 7.000 Lebih Pulau Baru
Artikel Terkini
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Kumpulan Doa Menghadapi...
Kumpulan Doa Menghadapi Fitnah Akhir Zaman, Kaum Muslim Wajib Tahu
Pesugihan untuk Cepat...
Pesugihan untuk Cepat Kaya, Benarkah Bisa Mendatangkan Rezeki? Ini Penjelasan Islam
Pejabat yang Menyesal...
Pejabat yang Menyesal di Hari Kiamat, Siapa Saja Mereka?
Bolehkah Mengejar Jabatan...
Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS
Fitnah Kekuasaan: Bahaya...
Fitnah Kekuasaan: Bahaya Jabatan, Mengejar Dunia yang Tiada Akhir
Infografis
YouTuber Dunia Berpendapatan...
YouTuber Dunia Berpendapatan Terbesar Selama Tahun 2021
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved