Mendoakan Anaknya yang Kafir, Nabi Nuh Menyesal dan Menangis Selama 300 Tahun
Senin, 03 Januari 2022 - 05:15 WIB
loading...
Allah SWT menegur Nabi Nuh AS karena mendoakan putranya yang kafir. Sadar akan kekeliruannya, Nabi Nuh menyesal. (Foto/Ilustrasi : Ist)
A
A
A
Allah SWT menegur Nabi Nuh AS karena mendoakan putranya yang kafir. Sadar akan kekeliruannya, Nabi Nuh menyesal. Beliau lantas menangis selama 300 tahun sehingga di bawah kedua matanya seperti air mancur karena seringnya dia menangis
Baca juga: Proses Pembuatan Bahtera Nabi Nuh dari Kayu Jati Butuh Waktu 400 Tahun
Buku "Tetes-Tetes Air Mata Taubat" karya Abdul Nawwarah (2009) mengutip Wahib bin al-Ward ra menjelaskan, tatkala Allah mengolok-olok Nuh yang mendoakan anaknya, maka turunlah ayat, “Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.”
"Nuh lantas menangis selama tiga ratus tahun sehingga di bawah kedua matanya seperti air mancur karena seringnya dia menangis," ujar Wahib.
Dalam buku ini diceritakan bagaimana tentang kasih sayang seorang ayah dan belas kasih terhadap buah hatinya. Nabi Nuh senantiasa berdoa kepada Allah siang-malam, secara samar maupun terang-terangan. Tujuannya agar Allah memberi hidayah terhadap anaknya, menyelamatkannya dari tenggelam dalam banjir di dunia serta azab yang pedih di akhirat kelak.
Nuh bermunajat kepada Tuhannya dengan memanjatkan doa. Sebagaimana disebutkan dalam al-Quran:
Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku, termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau Itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.“ ( QS Hud : 45).
Inilah hati seorang ayah yang terbakar kesedihan lalu bermunajat terhadap Tuhannya, karena menyangka anaknya adalah anggota keluarganya dan memiliki keimanan. Inilah pujian yang dipanjatkan Nabi Nuh kepada Allah agar doanya diterima.
Lalu turunlah penjelasan dari Tuhan kepada Nuh secara gamblang dan sempurna. Allah berfirman:
"Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat) nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan." ( QS Hud : 46).
Baca juga: Proses Pembuatan Bahtera Nabi Nuh dari Kayu Jati Butuh Waktu 400 Tahun
Buku "Tetes-Tetes Air Mata Taubat" karya Abdul Nawwarah (2009) mengutip Wahib bin al-Ward ra menjelaskan, tatkala Allah mengolok-olok Nuh yang mendoakan anaknya, maka turunlah ayat, “Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.”
"Nuh lantas menangis selama tiga ratus tahun sehingga di bawah kedua matanya seperti air mancur karena seringnya dia menangis," ujar Wahib.
Dalam buku ini diceritakan bagaimana tentang kasih sayang seorang ayah dan belas kasih terhadap buah hatinya. Nabi Nuh senantiasa berdoa kepada Allah siang-malam, secara samar maupun terang-terangan. Tujuannya agar Allah memberi hidayah terhadap anaknya, menyelamatkannya dari tenggelam dalam banjir di dunia serta azab yang pedih di akhirat kelak.
Nuh bermunajat kepada Tuhannya dengan memanjatkan doa. Sebagaimana disebutkan dalam al-Quran:
Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku, termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau Itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.“ ( QS Hud : 45).
Inilah hati seorang ayah yang terbakar kesedihan lalu bermunajat terhadap Tuhannya, karena menyangka anaknya adalah anggota keluarganya dan memiliki keimanan. Inilah pujian yang dipanjatkan Nabi Nuh kepada Allah agar doanya diterima.
Lalu turunlah penjelasan dari Tuhan kepada Nuh secara gamblang dan sempurna. Allah berfirman:
"Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat) nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan." ( QS Hud : 46).
Lihat Juga :