Nabi Zulkifli, Raja yang Sholat 100 Kali dalam Sehari
Minggu, 02 Januari 2022 - 16:16 WIB
loading...
A
A
A
Ada yang menyatakan bahwa Dzulkifli adalah putera Nabi Ayyub AS . Syauqi Abu Khalil dalam bukunya Athlas Al-Qur’an meletakkan nama Nabi Dzulkifli dalam urutan setelah Nabi Ayyub AS. Begitu juga Muhammad Washfi dalam bukunya Tarikh al-Anbiya’ wa ar-Rusul meletakkan nama Dzulkifli dalam urutan setelah Nabi Ayyub AS.
Nabi Dzulkifli dikenal sebagai sosok hamba yang penyabar, memenuhi janji, amanah, jujur, dan sanggup menanggung risiko maupun kesulitan dari dakwah yang dilakukan kepada kaumnya.
Pada saat menjadi raja Syam, sosok hamba yang penyabar ini mampu memimpin negerinya dengan baik. Beliau bahkan lebih mementingkan urusan rakyatnya dibandingkan urusan dirinya dan keluarganya.
Dia memegang teguh janjinya untuk berpuasa di siang hari dan jalan di malam hari, serta selalu sabar dalam keadaan apapun. Ia juga tidak pernah marah-marah apalagi terlihat murka.
Suatu ketika, terjadi pemberontakan di negeri Syam oleh orang-orang yang durhaka kepada Allah SWT. Nabi Zulkifli lalu meminta prajurit dan rakyatnya untuk datang ke medan pertempuran. Namun, tidak ada satu rakyat pun yang berani melawan mereka karena takut mati. Sehingga mereka meminta Nabi Dzulkifli mendoakan kepada Allah SWT untuk menjamin keberlangsungan hidup mereka.
Tanpa berpikir dua kali, Nabi Dzulkifli dengan sabar berdoa kepada Allah SWT dan doanya tersebut segera dikabulkan oleh-Nya. Allah SWT berfirman, “Aku telah mengetahui permintaanmu, dan aku mendengar doamu. Semua itu akan Aku kabulkan.” Kemenangan pun dapat diraih tanpa seorang pun dari mereka yang gugur dalam pertempuran atas izin Allah SWT.
Baca juga: Sa'id bin al-Harits, Pecinta Sholat Tahajud yang Syahid Dikelilingi Bidadari
Tipu Daya Iblis
Pada suatu hari, Iblis datang untuk melakukan tipu daya agar Nabi Zulkifli gagal dalam mengemban tugasnya sebagai raja dan ketua dewan hakim. Iblis tersebut ternyata memiliki tipu daya yang begitu licik. Ia berubah wujud menjadi seorang manusia tua dan mengetuk pintu rumah Nabi Zulkifli untuk menggoyahkan kesabaran beliau.
“Siapa Anda,” tanya Nabi Zulkifli kepada setan yang menyamar.
“Hamba musafir, semua barang kepunyaan hamba dirampok orang,” balas setan tersebut.
Dengan rasa iba, Nabi Zulkifli meminta setan yang menyamar tersebut datang besok hari ke kerajaannya. Namun, yang ditunggu tak kunjung datang. Padahal Nabi Zulkifli sudah meluangkan waktu untuk membantu setan yang menyamar itu.
Nabi Dzulkifli dikenal sebagai sosok hamba yang penyabar, memenuhi janji, amanah, jujur, dan sanggup menanggung risiko maupun kesulitan dari dakwah yang dilakukan kepada kaumnya.
Pada saat menjadi raja Syam, sosok hamba yang penyabar ini mampu memimpin negerinya dengan baik. Beliau bahkan lebih mementingkan urusan rakyatnya dibandingkan urusan dirinya dan keluarganya.
Dia memegang teguh janjinya untuk berpuasa di siang hari dan jalan di malam hari, serta selalu sabar dalam keadaan apapun. Ia juga tidak pernah marah-marah apalagi terlihat murka.
Suatu ketika, terjadi pemberontakan di negeri Syam oleh orang-orang yang durhaka kepada Allah SWT. Nabi Zulkifli lalu meminta prajurit dan rakyatnya untuk datang ke medan pertempuran. Namun, tidak ada satu rakyat pun yang berani melawan mereka karena takut mati. Sehingga mereka meminta Nabi Dzulkifli mendoakan kepada Allah SWT untuk menjamin keberlangsungan hidup mereka.
Tanpa berpikir dua kali, Nabi Dzulkifli dengan sabar berdoa kepada Allah SWT dan doanya tersebut segera dikabulkan oleh-Nya. Allah SWT berfirman, “Aku telah mengetahui permintaanmu, dan aku mendengar doamu. Semua itu akan Aku kabulkan.” Kemenangan pun dapat diraih tanpa seorang pun dari mereka yang gugur dalam pertempuran atas izin Allah SWT.
Baca juga: Sa'id bin al-Harits, Pecinta Sholat Tahajud yang Syahid Dikelilingi Bidadari
Tipu Daya Iblis
Pada suatu hari, Iblis datang untuk melakukan tipu daya agar Nabi Zulkifli gagal dalam mengemban tugasnya sebagai raja dan ketua dewan hakim. Iblis tersebut ternyata memiliki tipu daya yang begitu licik. Ia berubah wujud menjadi seorang manusia tua dan mengetuk pintu rumah Nabi Zulkifli untuk menggoyahkan kesabaran beliau.
“Siapa Anda,” tanya Nabi Zulkifli kepada setan yang menyamar.
“Hamba musafir, semua barang kepunyaan hamba dirampok orang,” balas setan tersebut.
Dengan rasa iba, Nabi Zulkifli meminta setan yang menyamar tersebut datang besok hari ke kerajaannya. Namun, yang ditunggu tak kunjung datang. Padahal Nabi Zulkifli sudah meluangkan waktu untuk membantu setan yang menyamar itu.
Lihat Juga :