Bahaya Sekterianisme Bikin Perpecahan Umat Semakin Besar

Senin, 03 Januari 2022 - 23:22 WIB
loading...
Bahaya Sekterianisme...
Imam Shamsi Ali, Direktur/Imam Jamaica Muslim Center (kanan). Foto/Ist
A A A
Imam Shamsi Ali
Presiden Nusantara Foundation,
Imam/Direktur Jamaica Muslim Center

Dalam sebuah ceramahnya yang sangat menggugah, Syeikh Hamzah Yusuf, salah seorang prominent Imam (Imam Besar) di Amerika Serikat mengutip sebuah pernyataan Ali bin Abi Thalib sebagai berikut:

"Being with the group with its impurities is better than sectarianism with purifies"

Pernyataan ini kira-kira dapat diterjemahkan bahwa "Bersama kelompok yang menyeluruh (besar) dengan segala kekurangannya itu lebih baik daripada menggabungkan diri dengan kelompok kecil yang (terkadang) merasa lebih suci."

Pernyataan Ali Karroma Allahu wajhahu (semoga Allah memuliakannya) ini menjadi sangat krusial dan penting ketika tendensi perpecahan umat semakin besar. Perpecahan (tafriiq) dan bukan ikhtilaf (perbedaan) tanpa diragukan lagi menjadi penyakit terbesar umat masa kini.

Perpecahan umat yang nampak di hadapan mata kita itu menjadi sangat terasa ketika umat ini bagaikan sepotong daging empuk yang diperebutkan oleh anjing-anjing yang kelaparan. Dan mungkin saja anjing-anjing itu telah berubah menjadi srigala yang berbulu domba. Atau juga menjelma bagaikan buaya-buaya liar yang terbiasa mengeluarkan airmata (buaya).

Di mana-mana umat ini menjadi sasaran empuk. Menjadi objek yang menarik untuk diperebutkan. Tidak tanggung-tanggung para buaya dan srigala liar itu rela bekerja sama demi memangsa sepotong daging yang empuk dan lezat itu.

Di sisi lain perpecahan itu menjadikan umat ini bagaikan onggokan gabus di tengah lautan luas. Terombang-ambing oleh pergerakan ombak seiring arah perjalanan angin. Tidak punya nilai (harga atau kehormatan) dan tidak punya posisi yang jelas.

Realita ini sesungguhnya digambarkan dalam Al-Qur'an: "Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Dan janganlah kamu berselisih (berpecah) yang menyebabkan kamu gagal dan kekuatanmu hilang." (Al-Anfal: 46)

Kata "tanaazu" itu sendiri berasal dari kata "naza’a-yanza’u" yang artinya mencabut atau menarik sesuatu. Artinya kata tanaazu' di sini bukan sekedar berselisih paham dalam arti berbeda pandangan. Tapi sebuah sikap yang memecah belah akibat perbedaan yang ada.

Dan karenanya Islam tegas bahwa di satu sisi menghormati perbedaan/keragaman, termasuk perbedaan opini dalam banyak hal adalah hal biasa. Tapi tegas melarang tendensi memecah atau berpecah dari kelompok besar keumatan.

Tentu kata "keumatan" ini dapat dipahami pada tingkatan yang berbeda. Ada keumatan pada tingkat global, tingkat nasional, dan juga pada tataran lokal (komunitas).

Secara global umat ini dengan segala ragam perbedaan yang ada di dalamnya, termasuk perbedaan nasional kenegaraan (nation state), hendaknya tetap menjaga persatuan keumatan secara global. Semua anggota umat terikat oleh satu ikatan ukhuwah imaniyah (innamal mu'minuuna ikhwah).

Secara nasional juga demikian. Bangsa Indonesia dengan "Persatuan Indonesia" pada Pancasila sebagai falsafah negara hendaknya menjadi landasan bagi semua tetap berada dalam berisan kesatuan NKRI.

Demikian halnya pada tataran lokal (Komunitas). Komunitas Muslim di mana saja harus memperhatikan kebersamaan besar (umum) ketimbang kecendeungan-kecenderungan kelompok yang menjadi benih-benih perpecahan di antara anggota Komunitas di lokalitas masing-masing.

Dan kalau kita merujuk kembali ke Surah Al-Anfal: 46 tadi, ketaatan seharusnya menjaga Umat ini dari perpecahan. Dengan sama-sama membangun ketaatan Umat itu akan tetap bersatu. Walau mungkin saja ada perbedaan-perbedaan penafsiran.

Tapi sangat disayangkan justeru seringkali "atas nama ketaatan" terjadi sikap dan prilaku yang cenderung memecah belah dengan pengelompokan-pengelompokan (tafriiq yang melahirkan firqah).

Biasanya sebagian besar anggota Komunitas yang ikut dalam pengelompokan (firqah) itu "innocent" (korban ketidaktahuan) saja. Mereka tidak tahu jika dibalik pengelompokan itu ada pribadi-pribadi egoistik yang berkarakter sektarianis (sectarian).

Penggerak atau motor dari pengelompokan itu seringkali dilakukan oleh pribadi-pribadi yang punya dorongan egoistik. Kelompok-kelompok yang ada biasanya jadi sarang persembunyian dari kekecewaan-kekecewaan karena hal-hal tertentu.

Kalau di masa Rasulullah SAW ketika itu biasanya didorong oleh kemunafikan. Bahkan mereka mendirikan masjid untuk memecah belah Umat. Masjid mereka ini dikenal dengan "Masjid Dhiror" atau "Masjid yang membawa marabahaya".

Karenanya masjid yang didirikan karena dorongan kekecewaan dan balas dendam pada waktu itu adalah masjid dhiror yang terbangun oleh jiwa-jiwa kemunafikan.

Semoga kecenderungan seperti ini dijauhkan dari kita semua. Aamin!

New York City, 3 Januari 2021

Baca Juga: Muslim Indonesia Masih Dipandang Sebelah Mata, Apa Sebab?
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Cara Orang Bisu Masuk...
Cara Orang Bisu Masuk Islam, Bagaimana Syahadatnya?
Promosi Islam ala Muslim...
Promosi Islam ala Muslim Asia Tenggara
Peran Strategis, Menag...
Peran Strategis, Menag Apresiasi Program Wanita Islam
Perbedaan Islam, Muslim,...
Perbedaan Islam, Muslim, dan Mukmin, Simak agar Tidak Keliru!
Apakah Yesus dan Nabi...
Apakah Yesus dan Nabi Isa Itu Sama? Simak Penjelasan Ustaz Felix Siauw dan Dondy Tan
Rekomendasi
Elon Musk Yakin Piramida...
Elon Musk Yakin Piramida Mesir Kuno Dibuat oleh Raja Firaun
Rahasia Pengobatan Kanker...
Rahasia Pengobatan Kanker Ditemukan di Makam Raja Firaun
Mulai Dekati Kematiannya,...
Mulai Dekati Kematiannya, Betelgeuse Akan Jadi Peristiwa Alam Terbesar di Bumi
Artikel Terkini
Samakah 1 Muharram dengan...
Samakah 1 Muharram dengan 1 Suro? Simak Penjelasannya di Sini!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Infografis
Harga Pesawat Jet Tempur...
Harga Pesawat Jet Tempur Pertama Umat Islam, TF-X Buatan Turki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved