Kisah Sufi Namus si Cerdik dan Gajah

Rabu, 05 Januari 2022 - 13:45 WIB
loading...
Kisah Sufi Namus si...
Kisah Namus Si Cerdik sekilas tampak sebagai ilustrasi tajam tentang kesia-siaan hidup. (Foto/Ilustrasi: Ist)
A A A
Idries Shah dalam bukunya berjudul "Tales of The Dervishes" menukil "Kisah Namus Si Cerdik" yang sekilas tampak sebagai ilustrasi tajam tentang kesia-siaan hidup. Bagi seorang Sufi, menurut Idries Shah, penafsiran semacam itu hanya bisa muncul karena ketidakpekaan pembaca.

"Yang hendak ditekankan di sini adalah kurangnya kesadaran manusia bahwa segala sesuatu dalam hidup ini memiliki arti penting yang relatif," katanya.

Manusia memperlakukan hal-hal yang penting sebagai tidak penting, dan segala yang remeh sebagai hal yang sangat perlu. Berikut kisahnya:

Baca juga: Kisah Sufi Suhrawardi: Burung dan Telur

Pada suatu saat hiduplah seekor agas. Namanya Namus, dan ia dikenal, oleh sebab perasaannya yang halus, sebagai Namus Si Cerdik. Setelah menimbang-nimbang keadaannya, dan untuk sejumlah alasan yang baik serta masuk akal, Namus memutuskan pindah rumah. Tempat yang dirasa cocok dijadikan sarang baru adalah telinga seekor gajah.

Namus hanya perlu terbang dan tak lama kemudian sudah mendiami tempat tinggal yang luas dan cukup menarik. Waktu pun berlalu. Agas itu membesarkan beberapa keluarga agas, dan dikirimnya mereka ke dunia luar. Seiring bergantinya tahun, Namus mengalami saat-saat tegang dan santai, perasaan senang dan sedih, tantangan dan juga raihan yang lazim dijalani oleh seekor agas di berbagai tempat.

Telinga gajah itu adalah rumahnya; dan bukanlah hal yang mengejutkan bila ia merasa (perasaan itu terus menguat) bahwa terdapat hubungan yang sangat dekat antara kehidupannya, masa lalunya, hakikat dirinya, dan tempat itu. Telinga itu sungguh hangat, nyaman, benar-benar luas, latar dari sekian banyak pengalamannya.

Tentu saja, Namus tidak pindah ke rumah itu tanpa permisi dan sebelumnya ia meneliti dahulu situasi di sekitarnya. Pada hari pertama, tepat ketika ia hendak memasuki telinga gadjah itu, ia sudah berseru sekeras mungkin, dengan suaranya yang kecil, tentang keputusannya. "Wahai Gajah!" teriaknya, "ketahuilah bahwa aku, Namus Si Agas, yang dikenal sebagai Namus Si Cerdik, memohon untuk menjadikan tempat ini sebagai kediamanku. Karena ini telingamu, aku bersopan santun menyampaikan niatku ini kepadamu."

Baca juga: Kisah Sufi Ibrahim Khawwas tentang Sifat Murid

Gajah itu tidak keberatan.

Tetapi, Namus tidak tahu bahwa gajah itu sebenarnya tidak mendengar suaranya. Sedikit pun tuan rumah itu tidak sadar akan kehadiran, atau bahkan keluar masuknya, Namus beserta segenap keluarganya. Dengan kata lain, tidak terpikirkan sama sekali oleh gajah itu bahwa ada agas di telinganya.

Dan ketika tiba pula saatnya ketika Namus Si Cerdik hendak pindah rumah lagi, kali ini juga dengan alasan yang penting dan mendesak, ia merasa berkepentingan untuk berpamitan kepada gajah, pemilik rumahnya itu, sebagai bagian dari kesantunan. Ia menyiapkan dirinya untuk mengumumkan secara resmi tentang kepergiannya dari telinga gajah itu.

Dan begitulah, sesudah memutuskan dengan mantap dan melatih seperlunya apa yang harus ia katakan, Namus berseru sekali lagi di bawah telinga gajah itu. Ia berteriak sekali, dan tak ada jawaban. Kedua kali, gajah tetap diam. Kali ketiga, dengan sekuat tenaga dalam hasratnya yang sudah di ubun-ubun untuk menyampaikan kata-kata fasihnya, ia berteriak: "Wahai gajah, ketahuilah bahwa aku, Namus Si Cerdik, pamit untuk pergi dari rumahku dan tungku perapianku, meninggalkan kediamanku di telingamu ini yang telah kutempati sekian lama. Dan kepergianku ini karena alasan yang penting dan mendesak yang akan kukatakan juga kepadamu."

Sekarang akhirnya suara agas itu menyentuh saraf-saraf pendengaran gajah tersebut, dan seruan agas itu pun terdengar olehnya. Sementara gajah itu mencerna perkataan itu, Namus berteriak lagi: "Apa jawabmu atas beritaku ini? Bagaimana perasaanmu tentang keberangkatanku sebentar lagi?"

Gajah itu menengadahkan kepalanya yang besar itu dan mendengus pelan. Dalam dengusan itu terkandung kata-kata: "Pergilah dalam damai --sebab sesungguhnya kepergianmu sama menarik dan pentingnya bagiku seperti kedatanganmu."

Kisah ini juga telah diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia antara lain oleh Ahmad Bahar dalam bukunya berjudul Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi.

Baca juga: Kisah Sufi Amir Sulan: Putra Raja Bernama Dhat
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Ilmuwan Ini Menjelaskan...
Ilmuwan Ini Menjelaskan Apa yang Sebenarnya Terjadi Ketika Manusia Mati
Lubang Lapisan Ozon...
Lubang Lapisan Ozon di Antartika Menciut
Benda Berbulu Jatuh...
Benda Berbulu Jatuh dari Langit, Apakah Itu?
Artikel Terkini
Mengenal 3 Amalan Utama...
Mengenal 3 Amalan Utama Bulan Muharram, Sayang untuk Dilewatkan!
Muharram dan Lahirnya...
Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Infografis
Fenomena Si Janda Bolong,...
Fenomena Si Janda Bolong, Tanaman Hias dengan Harga Selangit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved