Mekkah Tidak Dikenal dalam Manuskrip Pra-Islam, Begini Penjelasannya
Selasa, 11 Januari 2022 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Sebagian peneliti berpendapat, tempat ibadah populer yang pernah disebut oleh Diodorus Siculus di Arab adalah Bizomen,” tempat yang disucikan, mulia dan terkenal di kalangan bangsa Arab. Namun, pendapat ini tidak didasari bukti tertulis dan logis. Tempat ibadah yang dimaksud sesungguhnya sangat jauh dari Mekkah. Ia berada di sebuah tempat bernama Rawafah atau Ghawafah menurut pendapat Musil.
Di daerah tersebut dan daerah-daerah sebelahnya ada banyak tempat ibadah lain sebagaimana yang disinggung para penulis Yunani dan Romawi. Bahkan, jejaknya pun masih ada sebagaimana digambarkan oleh pelancong yang pernah datang ke sana."
Jika benar pendapat bahwa Macoraba adalah Mekkah, maka itu sudah cukup membuktikan bahwasanya ia telah masyhur di kalangan bangsa Arab pada abad ke-2 M.
Benar bahwasanya ia adalah kota yang disucikan dan menjadi tujuan banyak orang dari berbagai penjuru negeri yang jauh, lokal maupun internasional. Karena kesucian dan kedudukannya, nama Mekkah terdengar di seantero jagat hingga ke Yunani.
Di sisi lain, fakta menunjukkan bahwa Mekkah telah ada dan terkenal sebelum masa Ptolemy. Karena, mustahil Ptolemy mendengar secara tiba-tiba dan mengenal kemasyhuran Mekkah hingga terdengar oleh orang di tempat yang jauh, jika tidak ada masa-masa populer yang mendahuluinya.
Sebagaimana yang kita ketahui, dalam naskah bangsa Tsamud ada beberapa nama tokoh yang disebut dengan Makki. Namun demikian, naskah tersebut tidak menjelaskan sebab penamaan tersebut.
Jawwad Ali mengatakan hingga hari ini, kita juga tidak mengetahui secara pasti apakah mereka berasal dari Mekkah atau dari negeri lain. Atau, mungkin ia berasal dari keluarga yang dikenal dengan Makkar. "Karena itu, kami tidak berani menyimpulkan bahwa nama akhir Makki memiliki keterkaitan dengan Mekkah," ujar Jawwad Ali.
Selain itu, para ahli sejarah juga tidak menjelaskan masalah ini. Manuskrip-manuskrip yang menjelaskan sejarah Mekkah pun tidak menjelaskan nama yang disebut oleh Ptolemy ini. Bahkan, dari semua sumber itu tidak ada penjelasan mengenai nama lain yang mirip dengan Makki.
Adapun yang disebutkan adalah Bakkah. Nama ini terdapat dalam al-Quran. Mereka menyimpulkan, nama tersebut adalah nama asli Mekkah.
Baca juga: Pra-Islam: Dari Praktik Poliandri sampai Anak Kawin dengan Ibu Tirinya
Sedangkan sebagian ahli sejarah menyebutkan, Bakkah adalah nama suku di Mekkah. Sebagian dari mereka bahkan sangat kukuh dengan pendapatnya. Mereka berpendapat bahwa Bakkah adalah Baitullah, sementara Mekkah berada di belakangnya.
Di daerah tersebut dan daerah-daerah sebelahnya ada banyak tempat ibadah lain sebagaimana yang disinggung para penulis Yunani dan Romawi. Bahkan, jejaknya pun masih ada sebagaimana digambarkan oleh pelancong yang pernah datang ke sana."
Jika benar pendapat bahwa Macoraba adalah Mekkah, maka itu sudah cukup membuktikan bahwasanya ia telah masyhur di kalangan bangsa Arab pada abad ke-2 M.
Benar bahwasanya ia adalah kota yang disucikan dan menjadi tujuan banyak orang dari berbagai penjuru negeri yang jauh, lokal maupun internasional. Karena kesucian dan kedudukannya, nama Mekkah terdengar di seantero jagat hingga ke Yunani.
Di sisi lain, fakta menunjukkan bahwa Mekkah telah ada dan terkenal sebelum masa Ptolemy. Karena, mustahil Ptolemy mendengar secara tiba-tiba dan mengenal kemasyhuran Mekkah hingga terdengar oleh orang di tempat yang jauh, jika tidak ada masa-masa populer yang mendahuluinya.
Sebagaimana yang kita ketahui, dalam naskah bangsa Tsamud ada beberapa nama tokoh yang disebut dengan Makki. Namun demikian, naskah tersebut tidak menjelaskan sebab penamaan tersebut.
Jawwad Ali mengatakan hingga hari ini, kita juga tidak mengetahui secara pasti apakah mereka berasal dari Mekkah atau dari negeri lain. Atau, mungkin ia berasal dari keluarga yang dikenal dengan Makkar. "Karena itu, kami tidak berani menyimpulkan bahwa nama akhir Makki memiliki keterkaitan dengan Mekkah," ujar Jawwad Ali.
Selain itu, para ahli sejarah juga tidak menjelaskan masalah ini. Manuskrip-manuskrip yang menjelaskan sejarah Mekkah pun tidak menjelaskan nama yang disebut oleh Ptolemy ini. Bahkan, dari semua sumber itu tidak ada penjelasan mengenai nama lain yang mirip dengan Makki.
Adapun yang disebutkan adalah Bakkah. Nama ini terdapat dalam al-Quran. Mereka menyimpulkan, nama tersebut adalah nama asli Mekkah.
Baca juga: Pra-Islam: Dari Praktik Poliandri sampai Anak Kawin dengan Ibu Tirinya
Sedangkan sebagian ahli sejarah menyebutkan, Bakkah adalah nama suku di Mekkah. Sebagian dari mereka bahkan sangat kukuh dengan pendapatnya. Mereka berpendapat bahwa Bakkah adalah Baitullah, sementara Mekkah berada di belakangnya.
Lihat Juga :