Kerja Iblis Sebelum Nabi Nuh, Merekayasa Orang Saleh Jadi Berhala
Jum'at, 14 Januari 2022 - 08:56 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Arab Pra-Islam: Hubal, Tuhan Impor yang Sangat Dipuja
Dalam riwayat lainnya, Ibnu Abbas menjelaskan, “Setelah kematian orang-orang saleh itu, Setan mengilhami umat mereka untuk mendirikan patung-patung di tempat-tempat di mana mereka biasa berkumpul. Mereka melakukannya, tetapi patung-patung ini tidak disembah sampai generasi mendatang menyimpang dari jalan hidup yang benar. Kemudian mereka menyembahnya sebagai berhala mereka.”
Dalam riwayat versi lainnya, Ath-Thabari menjelaskan, “Terdapat orang-orang saleh yang hidup pada periode antara Adam dan Nuh, mereka memiliki pengikut yang menjadikan mereka sebagai teladan. Setelah kematian mereka, sahabat-sahabat mereka yang biasa mencontoh mereka (akhlak orang-orang saleh ini), berkata, ‘Jika kita membuat patung-patung mereka, itu akan lebih memudahkan kita untuk beribadah, dan akan mengingatkan kita tentang mereka.’
Maka mereka membangun patung-patung mereka (orang-orang saleh), dan setelah mereka mati, dan generasi lain datang setelah mereka, Iblis merayap dalam benak mereka dengan mengatakan, ‘Nenek moyang kalian dulu menyembah mereka, dan melalui ibadah itu mereka mendapat hujan.’ Jadilah generasi baru itu menyembah patung-patung.
Hilang Kendali
Terkait peristiwa-peristiwa di atas, Ibnu Katsir menjelaskan bahaya-bahaya yang akan menimpa umat manusia mana kala mereka menyembah berhala.
Menurutnya, karena mereka kehilangan pemahaman tentang keberadaan Allah, dan lupa akan hukum-hukum-Nya, maka mereka menjadi hilang kendali, berbuat kejam, dan melakukan tindakan-tindakan tidak bermoral.
Lebih jauh, Ibnu Katsir menjelaskan, bahwa pada hakikatnya, ketika manusia menyembah kepada selain Allah, maka mereka sesungguhnya telah terenggut kebebasannya. Akibat serius yang ditimbulkan oleh penyembahan berhala adalah hancurnya pikiran manusia.
Allah menciptakan manusia dengan akalnya agar mereka memperoleh pengetahuan yang terpenting, bahwa Allah adalah satu-satunya pencipta, sementara yang lain hanyalah makhluk yang bergantung kepada-Nya.
Karena itu, ketidakpercayaan kepada Allah, mengakibatkan hilangnya kebebasan, hancurnya pikiran, dan hilangnya tujuan mulia dalam kehidupan. Dengan menyembah apa pun selain Allah, manusia menjadi pengabdi setan, yang mana, padahal dirinya sendiri adalah makhluk, yang sama-sama tidak berdayanya dengan manusia.
Baca juga: Nabi Nuh, Rasul Pertama dan Semua Manusia Masa Kini adalah Keturunannya
Dalam riwayat lainnya, Ibnu Abbas menjelaskan, “Setelah kematian orang-orang saleh itu, Setan mengilhami umat mereka untuk mendirikan patung-patung di tempat-tempat di mana mereka biasa berkumpul. Mereka melakukannya, tetapi patung-patung ini tidak disembah sampai generasi mendatang menyimpang dari jalan hidup yang benar. Kemudian mereka menyembahnya sebagai berhala mereka.”
Dalam riwayat versi lainnya, Ath-Thabari menjelaskan, “Terdapat orang-orang saleh yang hidup pada periode antara Adam dan Nuh, mereka memiliki pengikut yang menjadikan mereka sebagai teladan. Setelah kematian mereka, sahabat-sahabat mereka yang biasa mencontoh mereka (akhlak orang-orang saleh ini), berkata, ‘Jika kita membuat patung-patung mereka, itu akan lebih memudahkan kita untuk beribadah, dan akan mengingatkan kita tentang mereka.’
Maka mereka membangun patung-patung mereka (orang-orang saleh), dan setelah mereka mati, dan generasi lain datang setelah mereka, Iblis merayap dalam benak mereka dengan mengatakan, ‘Nenek moyang kalian dulu menyembah mereka, dan melalui ibadah itu mereka mendapat hujan.’ Jadilah generasi baru itu menyembah patung-patung.
Hilang Kendali
Terkait peristiwa-peristiwa di atas, Ibnu Katsir menjelaskan bahaya-bahaya yang akan menimpa umat manusia mana kala mereka menyembah berhala.
Menurutnya, karena mereka kehilangan pemahaman tentang keberadaan Allah, dan lupa akan hukum-hukum-Nya, maka mereka menjadi hilang kendali, berbuat kejam, dan melakukan tindakan-tindakan tidak bermoral.
Lebih jauh, Ibnu Katsir menjelaskan, bahwa pada hakikatnya, ketika manusia menyembah kepada selain Allah, maka mereka sesungguhnya telah terenggut kebebasannya. Akibat serius yang ditimbulkan oleh penyembahan berhala adalah hancurnya pikiran manusia.
Allah menciptakan manusia dengan akalnya agar mereka memperoleh pengetahuan yang terpenting, bahwa Allah adalah satu-satunya pencipta, sementara yang lain hanyalah makhluk yang bergantung kepada-Nya.
Karena itu, ketidakpercayaan kepada Allah, mengakibatkan hilangnya kebebasan, hancurnya pikiran, dan hilangnya tujuan mulia dalam kehidupan. Dengan menyembah apa pun selain Allah, manusia menjadi pengabdi setan, yang mana, padahal dirinya sendiri adalah makhluk, yang sama-sama tidak berdayanya dengan manusia.
Baca juga: Nabi Nuh, Rasul Pertama dan Semua Manusia Masa Kini adalah Keturunannya
Lihat Juga :