Kerja Iblis Sebelum Nabi Nuh, Merekayasa Orang Saleh Jadi Berhala

Jum'at, 14 Januari 2022 - 08:56 WIB
loading...
Kerja Iblis Sebelum...
Waddan, berhala pertama yang disembah manusia. (Foto/Ilustrasi : Ist)
A A A
Jauh sebelum masa Nabi Nuh , terdapat seorang pria yang bernama Waddan. Dia adalah seorang saleh yang berbudi baik dan sangat dicintai oleh para pengikutnya. Suatu waktu Waddan meninggal. Dengan diliputi kesedihan, rakyatnya kemudian mengubur jasad Waddan di tanah Babilonia (sekarang di Irak).

Baca juga: Pra-Islam: Ada Sejumlah Kakbah Lain untuk Berhala di Dekat Mekkah

Ibnu Katsir dalam bukunya berjudul "Qishash Al-Anbiya" mengutipriwayat yang disampaikan oleh Ibnu Abu Hatim, mengisahkan di tengah suasana duka yang begitu mendalam, Iblis melihat sebuah kesempatan untuk memperdayai manusia. Dia kemudian mengubah wujudnya ke dalam bentuk manusia.

Dia menghampiri orang-orang yang sedang bersedih itu, lalu berkata, “Aku melihat kalian bersedih karena kematian orang ini. Bolehkan aku membuat patung yang menyerupai dia (Waddan), yang mana nantinya bisa diletakkan di tempat pertemuan kalian, agar kalian bisa mengingatnya?”

Mereka menjawab, “Silakan.”

Demikianlah, Iblis lalu membuat patung Waddan, lalu orang-orang meletakkan patung tersebut di tempat pertemuan mereka. Setelah diletakkan di sana, manakala orang-orang teringat akan Waddan, mereka begitu antusias untuk memandangi patung Waddan.

Melihat antusiasme orang-orang, lalu Iblis menawari mereka untuk membuat patung lagi. “Bolehkan aku membuatkan kembali patung dirinya untuk disimpan di rumah kalian masing-masing, sehingga dia (Waddan) akan berada di rumah semua orang, dan kalian bisa mengingatnya?”

Mendapatkan tawaran ini semua orang setuju.

Anak-anak dari orang-orang ini kemudian menyaksikan bahwa betapa orang tua mereka begitu mengagumi patung ini. Dan tak ayal, mereka pun mengikuti perilaku orang tua mereka. Sehingga lama kelamaan, para anak keturunan mereka lebih suka mengingat dan menyembah Waddan ketimbang ketimbang mengingat dan menyembah Allah. Ini adalah berhala pertama dalam sejarah umat manusia.

Ibnu Abbas , sebagaimana dikutip Ath-Thabari dalam bukunya berjudul "Tarikh al-Rusul wa al-Muluk", menjelaskan, adalah pada masa Yarid ketika berhala dibuat, dan beberapa dari mereka berpaling dari Islam. Yarid adalah keturunan Adam dari garis Idris, dia dilahirkan 460 tahun setelah kematian Adam.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Amr bin Luhai, Pelopor...
Amr bin Luhai, Pelopor Penyembah Berhala yang Menguasai Makkah
Tadabbur Surat An Nisa...
Tadabbur Surat An Nisa Ayat 48 : Azab dan Dahsyatnya Dosa syirik
Bolehkah Membuat Patung...
Bolehkah Membuat Patung dari Tokoh-tokoh yang Berpengaruh dalam Islam?
Patung dan Seni Pahat...
Patung dan Seni Pahat dalam Ayat-ayat Al Quran, Simak di Sini!
Mengapa Islam Melarang...
Mengapa Islam Melarang Memajang Gambar dan Patung Jasad Utuh? Begini Dalilnya
Ngerinya Nasib Roh yang...
Ngerinya Nasib Roh yang Berbuat Syirik, Simak di Sini!
Rekomendasi
Megastruktur Berusia...
Megastruktur Berusia 11.000 Tahun Ditemukan di Bawah Laut Baltik
Sel kulit Manusia Diklaim...
Sel kulit Manusia Diklaim Diam-diam Berteriak untuk Berkomunikasi
Panglima Perang Legendaris...
Panglima Perang Legendaris Dunia, Pangeran Diponegoro Salah Satunya
Artikel Terkini
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Keistimewaannya
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Infografis
Update: Kasus Covid-19...
Update: Kasus Covid-19 Tambah 6.877 Jadi 765.350 Orang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved