Nabi Nuh, Rasul Pertama dan Semua Manusia Masa Kini adalah Keturunannya
Selasa, 04 Januari 2022 - 05:15 WIB
loading...
Nabi Nuh adalah rasul pertama yang diutus untuk semua manusia. (Foto/Ilustrasi : Ist)
A
A
A
Nabi Nuh adalah rasul pertama. Banjir besar menyebabkan terbunuhnya semua manusia, kecuali orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang ikut Nabi Nuh dalam bahteranya. Pasca banjir, semua orang-orang beriman di luar keluarga Nabi Nuh meninggal. Mereka tidak memiliki keturunan.
"Di dunia ini, pada hari ini, anak-anak Adam adalah keturunan langsung dari Nuh dan tidak ada keturunan Adam lainnya," tulis Ath-Thabari dalam bukunya "Tarikh al-Rusul wa al-Muluk".
Menurutnya, mereka yang ikut bersama Nabi Nuh di bahtera adalah orang-orang yang beriman kepadanya dan mengikutinya. Namun, mereka menghilang dan binasa, dan tidak ada keturunan mereka yang selamat.
Selanjutnya Ath-Thabari mengutip firman Allah SWT dalam Al-Quran surat As-Saffat ayat 77: "Dan Kami jadikan anak cucunya (Nuh) orang-orang yang melanjutkan keturunan."
Baca juga: Mendoakan Anaknya yang Kafir, Nabi Nuh Menyesal dan Menangis Selama 300 Tahun
Ibnu Katsir dalam bukunya "Qashash Al-Anbiya" menambahkan, setelah Nuh mendarat di al-Judi dan melanjutkan hidupnya bersama orang-orang yang beriman, Al-Quran menutup tirai pada kisah selanjutnya. Tidak diketahui bagaimana urusan dia dengan para pengikutnya berlanjut. Yang diketahui atau dapat dipastikan adalah, bahwa pada saat kematiannya, dia meminta putranya untuk menyembah hanya kepada Allah saja, Nuh kemudian meninggal.
Ulama pada masa awal Islam, Ibnu Abbas , pun mengatakan hal yang serupa ketika menjelaskan tentang ayat di atas. Ibnu Abbas berkata, “Hanya keturunan dari Nuh yang tersisa.”
Namun demikian, tidak semua tafsir berkata demikian, Quraish Shihab mengatakan, bahwa ada juga tafsir yang memiliki pendapat bahwa banjir bah pada masa Nuh tidak melanda seluruh bumi, sehingga memungkinkan adanya manusia lain.
Pasca Banjir
Sementara itu, Qatadah bin an-Numan meriwayatkan peristiwa selanjutnya setelah bahtera tiba di al-Judi. Qatadah berkisah, ketika Nuh turun dari bahtera pada hari kesepuluh al-Muharram, dia berkata kepada mereka yang bersamanya: "Bagi kalian yang telah berpuasa harus menyelesaikan puasanya, dan bagi kalian yang telah berbuka puasa harus berpuasa."
Ibnu Katsir melanjutkan Nuh melepaskan burung-burung, dan mereka beterbangan menyebar ke muka bumi. Setelah itu orang-orang beriman turun. Nuh meletakkan dahinya ke tanah dalam sujud.
"Di dunia ini, pada hari ini, anak-anak Adam adalah keturunan langsung dari Nuh dan tidak ada keturunan Adam lainnya," tulis Ath-Thabari dalam bukunya "Tarikh al-Rusul wa al-Muluk".
Menurutnya, mereka yang ikut bersama Nabi Nuh di bahtera adalah orang-orang yang beriman kepadanya dan mengikutinya. Namun, mereka menghilang dan binasa, dan tidak ada keturunan mereka yang selamat.
Selanjutnya Ath-Thabari mengutip firman Allah SWT dalam Al-Quran surat As-Saffat ayat 77: "Dan Kami jadikan anak cucunya (Nuh) orang-orang yang melanjutkan keturunan."
Baca juga: Mendoakan Anaknya yang Kafir, Nabi Nuh Menyesal dan Menangis Selama 300 Tahun
Ibnu Katsir dalam bukunya "Qashash Al-Anbiya" menambahkan, setelah Nuh mendarat di al-Judi dan melanjutkan hidupnya bersama orang-orang yang beriman, Al-Quran menutup tirai pada kisah selanjutnya. Tidak diketahui bagaimana urusan dia dengan para pengikutnya berlanjut. Yang diketahui atau dapat dipastikan adalah, bahwa pada saat kematiannya, dia meminta putranya untuk menyembah hanya kepada Allah saja, Nuh kemudian meninggal.
Ulama pada masa awal Islam, Ibnu Abbas , pun mengatakan hal yang serupa ketika menjelaskan tentang ayat di atas. Ibnu Abbas berkata, “Hanya keturunan dari Nuh yang tersisa.”
Namun demikian, tidak semua tafsir berkata demikian, Quraish Shihab mengatakan, bahwa ada juga tafsir yang memiliki pendapat bahwa banjir bah pada masa Nuh tidak melanda seluruh bumi, sehingga memungkinkan adanya manusia lain.
Pasca Banjir
Sementara itu, Qatadah bin an-Numan meriwayatkan peristiwa selanjutnya setelah bahtera tiba di al-Judi. Qatadah berkisah, ketika Nuh turun dari bahtera pada hari kesepuluh al-Muharram, dia berkata kepada mereka yang bersamanya: "Bagi kalian yang telah berpuasa harus menyelesaikan puasanya, dan bagi kalian yang telah berbuka puasa harus berpuasa."
Ibnu Katsir melanjutkan Nuh melepaskan burung-burung, dan mereka beterbangan menyebar ke muka bumi. Setelah itu orang-orang beriman turun. Nuh meletakkan dahinya ke tanah dalam sujud.
Lihat Juga :