Kisah Tragis Tokoh Jahiliyah Tewas Disambar Petir Setelah Mengolok-olok Allah
Selasa, 18 Januari 2022 - 15:33 WIB
loading...
A
A
A
Cerita lain disampaikan Qatadah terkait ayat di atas. Seorang laki-laki yang mengingkari Al-Qur'an dan mendustakan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam mati disambar petir. Sebab turunnya ayat tersebut ketika 'Amir bin ath-Thufail dan Arbad bin Rabi'ah mendatangi Rasulullah di Madinah, mereka meminta separuh kekuasaan, tetapi permintaan itu ditolak oleh Rasulullah.
Kemudian 'Amir bin Thufail berkata: "Demi Allah, niscaya kupenuhi kota ini untuk melawanmu dengan pasukan kuda dan Para pemuda yang gagah." Maka Rasulullah berkata padanya: "Allah akan menolak seranganmu itu, juga para putra Anshar."
Kemudian keduanya bermaksud membunuh Rasulullah, salah seorang dari keduanya mengajak beliau berbicara, sedang yang lain mengunus pedangnya untuk membunuh beliau dari belakang. Tetapi Allah melindungi Rasulullah dari kejahatan mereka. Lalu mereka berdua keluar dari Madinah menuju kampung-kampung Arab Badui, mengumpulkan pasukan untuk memerangi Rasulullah SAW.
Maka Allah mengutus halilintar di atas Arbad bin Rabi'ah dan menyambarnya. Adapun Amir bin ath-Thufail, Allah timpakan wabah Tha'un padanya. Dari tubuhnya keluar kelenjar besar sehingga ia berkata: "Hai keluarga Amir, aku terserang bisul seperti bisul punuk unta, dan kematianku sudah dekat, yaitu di rumah keluarga Saluliyah." Keduanya pun mati mengenaskan.
Begitulah kuasa Allah apabila Dia berkehendak, maka tak ada yang dapat menghalangi-Nya. Ayat di atas menjadi peringatan kepada manusia agar tidak sekali-kali mempermainkan Allah dan Rasul-Nya.
Baca Juga: Bentuk-bentuk Pelecehan yang Pernah Dialami Rasulullah SAW
Kemudian 'Amir bin Thufail berkata: "Demi Allah, niscaya kupenuhi kota ini untuk melawanmu dengan pasukan kuda dan Para pemuda yang gagah." Maka Rasulullah berkata padanya: "Allah akan menolak seranganmu itu, juga para putra Anshar."
Kemudian keduanya bermaksud membunuh Rasulullah, salah seorang dari keduanya mengajak beliau berbicara, sedang yang lain mengunus pedangnya untuk membunuh beliau dari belakang. Tetapi Allah melindungi Rasulullah dari kejahatan mereka. Lalu mereka berdua keluar dari Madinah menuju kampung-kampung Arab Badui, mengumpulkan pasukan untuk memerangi Rasulullah SAW.
Maka Allah mengutus halilintar di atas Arbad bin Rabi'ah dan menyambarnya. Adapun Amir bin ath-Thufail, Allah timpakan wabah Tha'un padanya. Dari tubuhnya keluar kelenjar besar sehingga ia berkata: "Hai keluarga Amir, aku terserang bisul seperti bisul punuk unta, dan kematianku sudah dekat, yaitu di rumah keluarga Saluliyah." Keduanya pun mati mengenaskan.
Begitulah kuasa Allah apabila Dia berkehendak, maka tak ada yang dapat menghalangi-Nya. Ayat di atas menjadi peringatan kepada manusia agar tidak sekali-kali mempermainkan Allah dan Rasul-Nya.
Baca Juga: Bentuk-bentuk Pelecehan yang Pernah Dialami Rasulullah SAW
(rhs)
Lihat Juga :