Surat Yasin Ayat 60-61: Perintah Menaati Allah dan Makna Menyembah Setan
Kamis, 20 Januari 2022 - 14:22 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Surat Yasin Ayat 55-57: Gambaran Kehidupan Penduduk Surga Bersama Pasangannya
Sedangkan Imam al-Qusyairi menjelaskan, pada kedua ayat tersebut seolah-olah Allah SWT berfirman, “Aku telah menasihati dan memperingati kalian, berapa kali aku mengingatkan tetapi kalian tidak menerima ancaman-Ku, tidak melaksanakan perintah-Ku, malah kalian menyalahi Ku, kalian telah menzalimi diri kalian sendiri, oleh karenanya terjadilah apa yang seharusnya terjadi."
Al-Zamakhsyari dalam kitabnya Al-Kasysyaaf mengungkapkan bahwa kata al-‘ahdu pada ayat di atas bermakna al-washiyyah (wasiat) sedangkan kata ‘ibadat pada kalimat an laa ta’buduu al-syaythaan berarti tidak mantaatinya dalam segala bentuk rayuan dan godaannya.
Fakhruddin al-Razi dalam Mafatih al-Ghayb menganggap bentuk janji atau wasiat Allah SWT sebagaimana tertera dalam ayat 60 di atas bisa dijelaskan dalam dua kategori.
Pertama, adalah janji atau wasiat Allah SWT kepada Nabi Adam AS, bapak umat manusia sebagaimana tertera dalam QS Thaha ayat 115.
Kedua, janji atau wasiat kepada anak keturunan Adam sebagaimana disebutkan pada ayat ini dan juga ayat-ayat yang lain seperti dalam QS al-A’raf [7] ayat 172.
Ketiga, peringatan tentang janji Allah SWT ini telah disampaikan para Rasul kepada setiap kaumnya. Oleh karena itu, kata al-Zamakhsyari, orang-orang yang berakal (al-uqalaa‘) bahwa setan selalu memerintahkan untuk berbuat keburukan.
Baca juga: Surat Yasin Ayat 53-54: Penggiringan Massal dalam Proses Pengadilan Akhirat
Muhammad Quraish Shihab dalam tafsirnya Al-Misbah juga menjelaskan bahwa ayat di atas merupakan kecaman kepada kaum musyrikin dan para pendurhaka dengan menggunakan seruan ‘wahai putra-putri adam’.
Selain menandakan bahwa pesan itu telah diturunkan sejak masa Nabi Adam AS, hingga masa terakhir, juga untuk mengingatkan semua pihak bahwa permusuhan dengan setan telah mengakar jauh, tidak mungkin hilang apalagi berkurang.
Dalam ayat yang lain, terang Quraish, yakni pada QS al-A’raf ayat 172 Allah SWT telah memperingati agar bani Adam tidak tertipu oleh setan sebagaimana Adam dan Hawa yang dikeluarkan dari surga.
Sedangkan Imam al-Qusyairi menjelaskan, pada kedua ayat tersebut seolah-olah Allah SWT berfirman, “Aku telah menasihati dan memperingati kalian, berapa kali aku mengingatkan tetapi kalian tidak menerima ancaman-Ku, tidak melaksanakan perintah-Ku, malah kalian menyalahi Ku, kalian telah menzalimi diri kalian sendiri, oleh karenanya terjadilah apa yang seharusnya terjadi."
Al-Zamakhsyari dalam kitabnya Al-Kasysyaaf mengungkapkan bahwa kata al-‘ahdu pada ayat di atas bermakna al-washiyyah (wasiat) sedangkan kata ‘ibadat pada kalimat an laa ta’buduu al-syaythaan berarti tidak mantaatinya dalam segala bentuk rayuan dan godaannya.
Fakhruddin al-Razi dalam Mafatih al-Ghayb menganggap bentuk janji atau wasiat Allah SWT sebagaimana tertera dalam ayat 60 di atas bisa dijelaskan dalam dua kategori.
Pertama, adalah janji atau wasiat Allah SWT kepada Nabi Adam AS, bapak umat manusia sebagaimana tertera dalam QS Thaha ayat 115.
Kedua, janji atau wasiat kepada anak keturunan Adam sebagaimana disebutkan pada ayat ini dan juga ayat-ayat yang lain seperti dalam QS al-A’raf [7] ayat 172.
Ketiga, peringatan tentang janji Allah SWT ini telah disampaikan para Rasul kepada setiap kaumnya. Oleh karena itu, kata al-Zamakhsyari, orang-orang yang berakal (al-uqalaa‘) bahwa setan selalu memerintahkan untuk berbuat keburukan.
Baca juga: Surat Yasin Ayat 53-54: Penggiringan Massal dalam Proses Pengadilan Akhirat
Muhammad Quraish Shihab dalam tafsirnya Al-Misbah juga menjelaskan bahwa ayat di atas merupakan kecaman kepada kaum musyrikin dan para pendurhaka dengan menggunakan seruan ‘wahai putra-putri adam’.
Selain menandakan bahwa pesan itu telah diturunkan sejak masa Nabi Adam AS, hingga masa terakhir, juga untuk mengingatkan semua pihak bahwa permusuhan dengan setan telah mengakar jauh, tidak mungkin hilang apalagi berkurang.
Dalam ayat yang lain, terang Quraish, yakni pada QS al-A’raf ayat 172 Allah SWT telah memperingati agar bani Adam tidak tertipu oleh setan sebagaimana Adam dan Hawa yang dikeluarkan dari surga.
Lihat Juga :