Yatim di Usia 2 Bulan, Syekh Siti Jenar Hafal Al-Qur'an di Usia 8 Tahun
Sabtu, 22 Januari 2022 - 10:22 WIB
loading...
A
A
A
Kala itu, Sartono mengatakan, Syekh Siti Jenar meminta restu kepada saudara sepupunya, Syekh Datuk Kahfi, agar memperbolehkannya keluar dari pesantren Giri Amparan Jati. Dengan banyak pertimbangan, Syekh Datuk Kahfi pun akhirnya memberikan restu dan mempersilakan Syekh Siti Jenar menunaikan niatnya untuk mendalami ilmu kemakrifatan.
Kitab Catur Viphala
Menurut Sartono, setelah mendapatkan restu Syekh Datuk Kahfi, Syekh Siti Jenar memulai perjalanan pertamanya ke daerah Padjajaran. Tujuan utama Syekh Siti Jenar pergi ke Padjajaran adalah untuk bertemu dengan salah seorang petapa Hindu-Budha yang dapat mengupas hakikat kitab Catur Viphala peninggalan Prabu Kertanegara, Raja Majapahit.
Syekh Siti Jenar teringat pesan Ki Samadullah bahwa satu-satunya petapa yang dapat mengupas hakikat kitab Catur Viphala adalah Samsitawratah. Sebab, Samsitawratah memiliki tempat persinggahan bagi para brahmana muda pencari kesejatian diri.
Oleh karena itu, setelah Syekh Siti Jenar tiba di Padjajaran, satu-satunya petapa yang dicarinya adalah Samsitawratah, bukan petapa-petapa Hindu-Budha yang lain.
Baca juga: Sunan Kudus: Sang Eksekutor Syekh Siti Jenar dan Kebo Kenanga
Di dalam kitab Catur Viphala, kata Sartono, tersimpan empat pokok laku utama manusia, yakni nisprha, nirhana, niskala, nirasraya. Empat pokok laku utama manusia inilah yang diketahui Syekh Siti Jenar dapat membantunya mendalami ilmu kemakrifatan kepada Allah. Sebab, sebagaimana yang pernah dituturkan oleh Ki Samadullah kepada Syekh Siti Jenar, empat pokok laku utama manusia itu sejalan dengan perjalanan hidup manusia menuju tahap kemakrifatan kepada Allah.
Ki Samadullah pernah membahas kitab Catur Viphala itu bersama Pangeran Walangsungsang, namun hanya sebatas penafsiran-penafsiran menurut pemahaman yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
Kitab Catur Viphala
Menurut Sartono, setelah mendapatkan restu Syekh Datuk Kahfi, Syekh Siti Jenar memulai perjalanan pertamanya ke daerah Padjajaran. Tujuan utama Syekh Siti Jenar pergi ke Padjajaran adalah untuk bertemu dengan salah seorang petapa Hindu-Budha yang dapat mengupas hakikat kitab Catur Viphala peninggalan Prabu Kertanegara, Raja Majapahit.
Syekh Siti Jenar teringat pesan Ki Samadullah bahwa satu-satunya petapa yang dapat mengupas hakikat kitab Catur Viphala adalah Samsitawratah. Sebab, Samsitawratah memiliki tempat persinggahan bagi para brahmana muda pencari kesejatian diri.
Oleh karena itu, setelah Syekh Siti Jenar tiba di Padjajaran, satu-satunya petapa yang dicarinya adalah Samsitawratah, bukan petapa-petapa Hindu-Budha yang lain.
Baca juga: Sunan Kudus: Sang Eksekutor Syekh Siti Jenar dan Kebo Kenanga
Di dalam kitab Catur Viphala, kata Sartono, tersimpan empat pokok laku utama manusia, yakni nisprha, nirhana, niskala, nirasraya. Empat pokok laku utama manusia inilah yang diketahui Syekh Siti Jenar dapat membantunya mendalami ilmu kemakrifatan kepada Allah. Sebab, sebagaimana yang pernah dituturkan oleh Ki Samadullah kepada Syekh Siti Jenar, empat pokok laku utama manusia itu sejalan dengan perjalanan hidup manusia menuju tahap kemakrifatan kepada Allah.
Ki Samadullah pernah membahas kitab Catur Viphala itu bersama Pangeran Walangsungsang, namun hanya sebatas penafsiran-penafsiran menurut pemahaman yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
(mhy)
Lihat Juga :