Surat Yasin ayat 63-65: Ketika Seluruh Tubuh Bersaksi di Hadapan Allah Taala
Kamis, 27 Januari 2022 - 12:21 WIB
loading...
A
A
A
Sedangkan Al-Baghawi menjelaskan bahwa kedua ayat di atas mengisyaratkan kalimat yang akan diterima orang-orang musyrik ketika telah mendekati neraka (lamma danaw min al-naar). “Inilah jahanam yang dijanjikan untukmu!” Ketika kalian di dunia. Terkait kata ishlawha menurut al-Baghawi bermakna udkhuluuha yang artinya masuklah kalian ke dalam neraka.
Terkait ayat pertama dari dua ayat di atas, Thahir Ibnu ‘Asyur menerangkan bahwa bunyi ayat tersebut merupakan bentuk balasan atas pernyataan orang-orang musyrik yang menantang para rasul ketika mereka diancam dengan siksa neraka.
Pada hari itulah mereka mendapatkan siksa neraka yang nyata. Orang-orang musyrik itu kemudian menyadari dan mengetahui bahwa sebentar lagi mereka akan menyaksikan sendiri betapa dahsyatnya siksa neraka yang dahulu mereka olok-olok ketika di dunia. Adapun kata ishlawha menurut Ibnu ‘Asyur adalah bentuk dari penghinaan (al-ihanah).
Baca juga: Surat Yasin Ayat 60-61: Perintah Menaati Allah dan Makna Menyembah Setan
Menurut M Quraish Shihab , ucapan sebagaimana bunyi ayat di atas diucapkan oleh para malaikat penjaga neraka. Para malaikat ini berbicara kepada para penghuni neraka seraya mengingatkan mereka bagaimana perilaku mereka ketika di dunia dalam hal mengingkari siksa neraka tersebut. Selain itu, sebab dari siksa ini adalah karena penolakan mereka atas kebenaran Ilahi dan kekufuran mereka atas segala bentuk nikmat-Nya.
Menurut Quraish, atas perbuatan itu jangan dikira mereka tidak mendapatkan sanksi. Justru mereka akan menerima sanksi yang berat bahkan tidak ada jalan bagi mereka untuk lari dan mengindahkannya.
Berbeda dengan sanksi dunia, mereka bisa mengelak, mempolitisir kebenaran, mulut mereka masih bisa berdusta, membela hak-hak dengan kebohongan, dan mampu meyakinkan Hakim dengan bukti-bukti yang bisa diperjual-belikan.
Karena itu, ayat ke 65 menjadi penegasan kepada mereka orang Kafir dan Munafik, sekaligus wanti-wanti kepada orang yang beriman. Bahwa segala perlakuan di dunia akan dimintai pertanggung jawaban kelak dihadapan Allah, ialah Hakim yang maha Adil dan Bijaksana. Tak ada satupun yang luput dari pantauan Allah SWT.
Mulut Dikunci
Pada ayat 65 Allah berfirman: “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”
Al-Biqa’i berpendapat bahwa alasan Allah menutup mulut mereka karena ada indikasi kalau mereka akan berbohong dan berdusta kembali. Oleh karena itu yang akan bersaksi adalah tangan dan kaki mereka. Pendapat ini senada dengan pendapat Ibnu ‘Asyur dan Thaba’thba’i, karena menyangkut kebiasaan manusia yang terbawa ke akhirat kelak.
Kesaksian yang dilakukan oleh tangan dan kaki pun akan berbeda. Ibnu ‘Asyur menjelaskan bahwa tangan bersaksi khusus atas perbuatan, sedangkan kaki bersaksi atas kehadiran. Sehingga keduanya tidak mungkin memberikan kesaksian yang sama kelak di hadapan Allah.
Menurut ar-Razi, terkait kata nakhtimu ‘ala afwahihim (نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ) bukan berarti mulut mereka tidak memberikan kesaksian, akan tetapi Allah hanya mendiamkan lisan mereka (يَسْكُتُ ألْسَنَتهم). Karena seluruh anggota tubuh akan bersaksi tanpa terkecuali, termasuk lisan.
Baca juga: Surat Yasin Ayat 58-59: Salam Perpisahan Penghuni Surga dengan Para Pendosa
Pada kondisi itu, lisan bergerak secara khusus untuk bersaski kepada Allah, dimana orang Kafir/Munafik tidak bisa mengendalikan gerakan lisan tersebut, hal yang mungkin bisa saja terjadi, karena mudah bagi Allah untuk melakukannya.
Ayat yang menjelaskan kesaksian anggota tubuh selain tangan dan kaki adalah QS Fushshilat : 20, di mana alat pendengaran, penglihatan dan kulit juga ikut bersaksi. Allah Taala berfirman:
Terkait ayat pertama dari dua ayat di atas, Thahir Ibnu ‘Asyur menerangkan bahwa bunyi ayat tersebut merupakan bentuk balasan atas pernyataan orang-orang musyrik yang menantang para rasul ketika mereka diancam dengan siksa neraka.
Pada hari itulah mereka mendapatkan siksa neraka yang nyata. Orang-orang musyrik itu kemudian menyadari dan mengetahui bahwa sebentar lagi mereka akan menyaksikan sendiri betapa dahsyatnya siksa neraka yang dahulu mereka olok-olok ketika di dunia. Adapun kata ishlawha menurut Ibnu ‘Asyur adalah bentuk dari penghinaan (al-ihanah).
Baca juga: Surat Yasin Ayat 60-61: Perintah Menaati Allah dan Makna Menyembah Setan
Menurut M Quraish Shihab , ucapan sebagaimana bunyi ayat di atas diucapkan oleh para malaikat penjaga neraka. Para malaikat ini berbicara kepada para penghuni neraka seraya mengingatkan mereka bagaimana perilaku mereka ketika di dunia dalam hal mengingkari siksa neraka tersebut. Selain itu, sebab dari siksa ini adalah karena penolakan mereka atas kebenaran Ilahi dan kekufuran mereka atas segala bentuk nikmat-Nya.
Menurut Quraish, atas perbuatan itu jangan dikira mereka tidak mendapatkan sanksi. Justru mereka akan menerima sanksi yang berat bahkan tidak ada jalan bagi mereka untuk lari dan mengindahkannya.
Berbeda dengan sanksi dunia, mereka bisa mengelak, mempolitisir kebenaran, mulut mereka masih bisa berdusta, membela hak-hak dengan kebohongan, dan mampu meyakinkan Hakim dengan bukti-bukti yang bisa diperjual-belikan.
Karena itu, ayat ke 65 menjadi penegasan kepada mereka orang Kafir dan Munafik, sekaligus wanti-wanti kepada orang yang beriman. Bahwa segala perlakuan di dunia akan dimintai pertanggung jawaban kelak dihadapan Allah, ialah Hakim yang maha Adil dan Bijaksana. Tak ada satupun yang luput dari pantauan Allah SWT.
Mulut Dikunci
Pada ayat 65 Allah berfirman: “Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”
Al-Biqa’i berpendapat bahwa alasan Allah menutup mulut mereka karena ada indikasi kalau mereka akan berbohong dan berdusta kembali. Oleh karena itu yang akan bersaksi adalah tangan dan kaki mereka. Pendapat ini senada dengan pendapat Ibnu ‘Asyur dan Thaba’thba’i, karena menyangkut kebiasaan manusia yang terbawa ke akhirat kelak.
Kesaksian yang dilakukan oleh tangan dan kaki pun akan berbeda. Ibnu ‘Asyur menjelaskan bahwa tangan bersaksi khusus atas perbuatan, sedangkan kaki bersaksi atas kehadiran. Sehingga keduanya tidak mungkin memberikan kesaksian yang sama kelak di hadapan Allah.
Menurut ar-Razi, terkait kata nakhtimu ‘ala afwahihim (نَخْتِمُ عَلٰٓى اَفْوَاهِهِمْ) bukan berarti mulut mereka tidak memberikan kesaksian, akan tetapi Allah hanya mendiamkan lisan mereka (يَسْكُتُ ألْسَنَتهم). Karena seluruh anggota tubuh akan bersaksi tanpa terkecuali, termasuk lisan.
Baca juga: Surat Yasin Ayat 58-59: Salam Perpisahan Penghuni Surga dengan Para Pendosa
Pada kondisi itu, lisan bergerak secara khusus untuk bersaski kepada Allah, dimana orang Kafir/Munafik tidak bisa mengendalikan gerakan lisan tersebut, hal yang mungkin bisa saja terjadi, karena mudah bagi Allah untuk melakukannya.
Ayat yang menjelaskan kesaksian anggota tubuh selain tangan dan kaki adalah QS Fushshilat : 20, di mana alat pendengaran, penglihatan dan kulit juga ikut bersaksi. Allah Taala berfirman:
Lihat Juga :