Satu Gentong Kotoran Sapi dari Abu Nawas untuk Menyuap Tuan Hakim

Jum'at, 28 Januari 2022 - 09:27 WIB
loading...
Satu Gentong Kotoran...
Ide gila Abu Nawas menyogok dengan segentong kotoran sapi. (Ilustrasi: Ist)
A A A
Korupsi, kolusi, dan nepotisme, juga suap punya tempat yang nyaman di tengah kekuasan. Tak terkecuali di Baghdad, saat Baginda Harun Ar-Rasyid berkuasa.

Baca juga: Ditanya Baginda, Abu Nawas Malah Ngajak Pejabat Istana di Kandang Gajah

Siang itu, udara yang panas, membuat Abu Nawas tampak bermalas-malasan di rumah saja. Saat kantuk mulai menghayutkan, tiba-tiba terdengar suara salam. Ada tamu rupanya. "Waalaikum salam," jawab Abu Nawas.

Lelaki yang datang itu ternyata tetangga sebelah: Abu Mizan. "Ada apa nih, tumben siang-siang datang ke mari," tanya Abu Nawas, usai bersalaman dengan tamunya.

Abu Mizan pun bercerita panjang lebar tentang kasus yang dihadapinya. Intinya, ia minta tolong Abu Nawas untuk menyelesaikan masalah itu.

Begini ceritanya: Telah berulang kali Abu Mizan mendatangi seorang hakim untuk mengurus suatu perjanjian. Hakim di desanya selalu mengatakan tidak punya waktu untuk menandatangani perjanjian itu. Keadaan ini selalu berulang sehingga ia menyimpulkan bahwa si hakim minta disogok alias suap.

Tapi Abu Mizan tahu bahwa menyogok itu diharamkan agama. Itu sebabnya, apa pun yang terjadi, Abu Mizan ogah menyogok hakim itu.

Baca juga: Itik Panggang Berkaki Satu, Hadiah Abu Nawas untuk Baginda

Hanya saja, bagaimana pun tingkah hakim tersebut membuat Abu Mizan dongkol. Itu sebabnya ia mengadukan masalahnya kepada Abu Nawas. "Tuan kan dekat dengan Baginda , tolong bantu saya," pinta Abu Mizan memelas.

"Ah, itu urusan kecil. Nggak perlu lapor Baginda segala," jawab Abu Nawas disambut wajah ceria Abu Mizan.

"Terus saya mesti berbuat apa?" tanya Abu Mizan harap-harap cemas. Selanjutnya Abu Nawas memberi tahu kiat menghadapi hakim mata duitan macam itu. Abu Mizan menyambut ide Abu Nawas dengan senang hati.

"Baiklah kalau begitu, saya akan lakukan seperti yang Tuan resepkan," ujar Abu Mizan mohon diri.

Seperti yang dinasehatkan Abu Nawas, Abu Mizan menyiapkan sebuah gentong. Gentong itu diisinya dengan tahi sapi hingga hampir penuh. Kemudian di atasnya, ia mengoleskan mentega beberapa sentimeter tebalnya.

Gentong itu dibawanya ke hadapan hakim. Saat itu juga hakim yang biasanya sok sibuk, langsung tidak sibuk, dan punya waktu untuk membubuhi tanda tangan pada perjanjian Abu Mizan.

Abu Mizan kemudian bertanya, "Tuan, apakah pantas Tuan Hakim mengambil gentong mentega itu sebagai ganti tanda tangan Tuan?"

Hakim tersenyum lebar. "Ah, kau jangan terlalu dalam memikirkannya."

Ia mencuil sedikit mentega dan mencicipinya. "Wah, enak benar mentega ini!"

"Yah," jawab Abu Mizan, "Sesuai ucapan Tuan sendiri, jangan terlalu dalam." Karena urusan sudah kelar maka Abu Mizan pun pamit pulang dengan perasaan girang.

Baca juga: Baginda Meminta Abu Nawas Mengajari Keledai Membaca
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Hikmah : Laki-laki...
Kisah Hikmah : Laki-laki yang Selamat dari Neraka karena Zikir Laa Ilaaha Illallaah
Kisah Hikmah : Diselamatkan...
Kisah Hikmah : Diselamatkan dari Siksa Kubur karena Fadilah Puasa Syawal
Kisah Hit, Seorang Waria...
Kisah Hit, Seorang Waria yang Hidup di Zaman Nabi SAW
Rekomendasi
Eropa Dilanda Kemarau...
Eropa Dilanda Kemarau Terburuk dalam Sejarah
Fenomena Langit Misterius:...
Fenomena Langit Misterius: Garis-garis Api Menggemparkan India
Gerhana Bulan Merah...
Gerhana Bulan Merah Mewarnai Langit Indonesia Malam Ini
Artikel Terkini
Tahun Baru Islam 1448...
Tahun Baru Islam 1448 H Jadi Momentum Kebangkitan Umat Islam Hadapi Tantangan Global
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Tasyabbuh dengan...
Jangan Tasyabbuh dengan Tahun Baru Masehi, Ini Adab Menyambut 1 Muharram Menurut Ulama
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved