Jangan Putus Asa, Allah Sangat Senang Menerima Tobat Hamba-Nya

Senin, 31 Januari 2022 - 18:14 WIB
loading...
Jangan Putus Asa, Allah...
Pengasuh Al-Hawthah Al-Jindaniyah, Al-Habib Ahmad Bin Novel Bin Salim Jindan. Foto/Ist
A A A
Pengasuh Ponpes Al-Hawthoh Al-Jindaniyah Habib Ahmad bin Novel bin Salim Jindan menyampaikan kabar gembira kepada orang-orang yang bertobat. Betapa Allah Ta'ala sangat senang menerima tobat hamba-Nya.

Dalam satu kajiannya, Habib Ahmad menukil salah satu sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa aalihi wa shahbihi wa sallam bahwa Allah berfirman:

أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِيْ بِيْ وَأَنَا مَعَهُ حَيْثُ يَذْكُرُنِيْ .وَاللهِ وَاللهِ أَفْرَحُ بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أَحَدِكُمْ يَجِدُ ضَالَّتَهُ بِالْفَلاَةِ. وَمَنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ شِبْرًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَمَنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِذَا أَقْبَلَ إِلَيَّ يَمْشِى أَقْبَلْتُ إِلَيْهِ أُهَرْوِلُ.

"Aku ada pada dugaan hamba-Ku dan Aku bersamanya setiap saat ia berzikir menyebut-Ku. Demi Allah, Aku lebih senang menerima tobat hamba-Ku daripada (kegembiraan) seseorang dari kalian yang menemukan kembali untanya yang tersesat di gunung sahara. Barangsiapa yang mendekatkan diri kepadaku sejengkal, Aku mendekatinya sehasta, siapa yang mendekatkan diri kepada-Ku sehasta, Aku mendekatinya sedepa (dua hasta), dan siapa yang datang kepa­da-Ku berjalan, Aku datang kepadanya berlari-lari." (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Al-Bukhari)

Yang dimaksud dengan kata "mendekati" dalam Hadits tersebut di atas tidak seperti yang kita bayangkan dalam benak kita. Demikian pula mengenai kata jengkal, hasta. depa (dua hasta), berjalan, dan berlari-lari. Itu hanya sekadar kata kiasan untuk memudahkan pemahaman kita.

Dalam Hadis yang lain, setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasllam mengutip (mengulang) kata-kata tersebut, beliau mengucapkan: "Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Mulia, Allah Maha Tinggi lagi Maha Mulia, Allah Maha Tinggi lagi Maha Mulia", diulang sampai tiga kali. (HR Ahmad dan at-Thabrani).

Ucapan Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam itu merupakan dalil dan argumentasi yang sangat kuat, bahwa kalimat-kalimat Mahatinggi lagi Mahamulia tidaklah bermakna seperti yang telintas dalam angan-angan kita.

Adapun makna Hadits tersebut adalah bahwa Allah ridha menerima tobat hamba-Nya dan sangat senang. Lebih senang dan lebih ridha daripada orangyang kehilangan unta kemudian menemukannya di tengah gurun Sahara.

Demikian gembiranya karena unta itu baginya merupakan (bahan) makanan (dagingnya), minuman (susunya), dan alat (angkutan); yang pada mulanya ia sudah berputus asa untuk dapat menemukannya, bahkan sudah pasrah mati kelaparan dan kehausan.

Saking gembiranya orang itu hingga terlontar ucapan (tak disengaja) dari ujung lidahnya: "Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku ada­lah tuhanmu!" (Diriwayatkan oleh Muslim)

Habib Ahmad menceritakan, seorang bernama Abu Thawil Syathbul-Mamdud menuturkan, suatu hari ia datang menghadap Rasulullah lalu bertanya: "Bagaimanakah pendapat Anda Ya Rasulullah, mengenai orang yang telah berbuat berbagai macam dosa, sedangkan yang mengenai kepentingannya sendiri, betapapun kecilnya ia perlukan. Apakah dalam hal seperti itu masih dapat bertobat?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam balik bertanya: "Apakah engkau sudah memeluk Islam?" Ia menyahut: "Kalau saya, saya telah bersaksi bahwasanya tiada tuhan selain Allah dan bahwa Anda adalah Rasul (Utusan) Allah!"

Beliau kemudian berkata: "Kalau engkau berbuat kebajikan dan meninggalkan keburukan, Allah akan menjadikan semuanya itu sebagai kebajikan." Abu Thawil bertanya: "(Termasuk) semua pengkhianatanku dan semua kedurhakaanku?" Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Ya."

Abu Thawil (mendengar jawaban itu) berucap: "Allahu Akbar." Sambil bertakbir ia pergi sampai tak tampak lagi. (Diriwayatkan oleh An-Najjar dan Thabrani)

Referensi:
Syaraf al-Ummah al-Muhammadiyyah Karya Sayid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hassani

Baca Juga: 9 Tanda Taubat Diterima Allah Ta'ala
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Surat Hud Ayat 3 dan...
Surat Hud Ayat 3 dan 52, Dalil Istighfar dan Tobat Pintu Rezeki
Amalan Istighfar, Keutamaan...
Amalan Istighfar, Keutamaan dan Faedahnya dalam Kehidupan
Cara Mengenal Allah...
Cara Mengenal Allah Ta'ala agar Tobat Diterima, Begini Penjelasannya
Kisah Bulan Muharram...
Kisah Bulan Muharram : Tobat Nabi Adam AS Dikabulkan Setelah 300 Tahun Memohon Tanpa Henti
9 Tanda Diterimanya...
9 Tanda Diterimanya Tobat Kita Diterima Allah SWT, Apa Saja?
Bolehkah mengulang-ulang...
Bolehkah mengulang-ulang Tobat? Bagaimana Hukumnya?
Rekomendasi
Astronom Temukan Sinyal...
Astronom Temukan Sinyal Radio Berusia 8 Miliar Tahun
4 Fakta Menarik Partikel...
4 Fakta Menarik Partikel Tuhan, Penemuan Ilmuwan Cern yang Disebut Bisa Memicu Kiamat
Ilmuwan Menemukan Bukti...
Ilmuwan Menemukan Bukti Terkuat Tentang 'Gen Migrasi' Pada Burung
Artikel Terkini
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Keistimewaannya
Infografis
Ilmuwan Teliti Sistem...
Ilmuwan Teliti Sistem Mekanis Rahang Semut yang Sangat Cepat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved