Kisah Terbunuhnya Nabi Hanzalah dan Azab Allah Taala bagi Penduduk Rass
Selasa, 01 Februari 2022 - 05:15 WIB
loading...
Nabi Hanzalah dibunuh dengan cara dibuang ke sumur dan ditutup dengan batu besar. (Ilustrasi: Ist)
A
A
A
Hanzalah ibn Safwan adalah seorang nabi yang dibunuh penduduk Rass sehingga Allah SWT mengazab kaum ini. Kisah azab kaum Rass tersebut diabadikan dalam Al-Quran pada surat Al-Furqan ayat 38. Allah SWT berfirman:
"Dan (Kami binasakan) kaum 'Aad dan Tsamud dan penduduk Rass dan banyak (lagi) generasi-generasi di antara kaum-kaum tersebut". ( QS Al-Furqan : 38)
Baca juga: Kisah Nabi Shaleh, Tuntutan Kaum Tsamud Sangat Muskil tapi Dikabulkan Allah Taala
Sa’id bin Jubair mengatakan bahwa kaum Rass memiliki seorang nabi bernama Hanzalah ibn Safwan, dan mereka membunuhnya dan Tuhan Yang Maha Kuasa menghancurkan mereka.
Hal senada juga disampaikan sahabat nabi terkemuka, Ikrimah bin Abu Jahal. Menurut dia, kaum Rass ini adalah orang-orang yang menambatkan Nabi mereka di sumur dan dia meninggal, dan Tuhan menghancurkan mereka.
Abu al-Hasan Ali bin Hamzah bin Abdullah bin Bahman bin Fairuz al-Kisa'i dikenal sebagai Al-Kisa’i (119 H/73-189 H/809) mengatakan bahwa Penduduk Rass menetap di tanah Hadhramaut dan kota mereka dinamakan dengan Rass.
Kota tersebut memiliki berbagai pepohonan, buah-buahan, dan kampung-kampung yang makmur. Di sana, tinggal beberapa kelompok dari Penduduk Rass yang menyembah berhala dan kelompok yang menyembah api.
As-Sa'di atau As-Si'di (1889–1956 M), penulis Taisir Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan yang lebih dikenal sebagai Tafsir As-Sa'di, mengatakan, penduduk Rass adalah sisa-sisa kaum Tsamud. Mereka adalah penduduk sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi.
As-Sadi, sebagiamana dikutip Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas pada buku yang diterjemahkan oleh Abdul Halim berjudul “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” menambahkan sumur yang ditinggalkan terletak di tanah Aden.
Penduduk kota tersebut mengambil air dari sana siang dan malam. Di sumur terdapat tujuh puluh kerekan dengan tujuh puluh embernya serta beberapa lelaki yang dipercayakan mengurusinya. Di dekat sumur tersebut ada penampungan air yang dipakai untuk pemandian.
Sedangkan menurut Ibnu Abbas r.a, Rass adalah telaga yang berada di Azerbaijan dan kaum Rass adalah penduduk salah satu kampung di Tsamud.
Baca juga: Kisah Nabi Shaleh Tidur 40 Tahun, Setelah Allah Mandulkan Istri dan Ternak Kaum Tsamud
Penyembah Pohon
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib, beliau menjelaskan bahwa Ashabur Rass adalah sebuah kaum yang menyembah pohon sanaubar dan disebut sebagai syah dirakht (raja pohon).
Yafits bin Nuh adalah yang pertama kali menanam pohon itu pasca badai topan yang menerpa tepian sungai yang dikenal dengan sebutan Rousyan Oub.
Yafits menyebar dua belas bibit pohon sanaubar ke dua belas desa di tepian sungai. Desa-desa tersebut bernama Oban, Odzar, Die, Bahman, Isfand, Farwadin, Ordi Bahsyt, Khordad, Murdad, Tiir, Mihr, dan Syahriwar.
وَعَادًا وَثَمُودَ وَأَصْحَابَ الرَّسِّ وَقُرُونًا بَيْنَ ذَٰلِكَ كَثِيرًا
"Dan (Kami binasakan) kaum 'Aad dan Tsamud dan penduduk Rass dan banyak (lagi) generasi-generasi di antara kaum-kaum tersebut". ( QS Al-Furqan : 38)
Baca juga: Kisah Nabi Shaleh, Tuntutan Kaum Tsamud Sangat Muskil tapi Dikabulkan Allah Taala
Sa’id bin Jubair mengatakan bahwa kaum Rass memiliki seorang nabi bernama Hanzalah ibn Safwan, dan mereka membunuhnya dan Tuhan Yang Maha Kuasa menghancurkan mereka.
Hal senada juga disampaikan sahabat nabi terkemuka, Ikrimah bin Abu Jahal. Menurut dia, kaum Rass ini adalah orang-orang yang menambatkan Nabi mereka di sumur dan dia meninggal, dan Tuhan menghancurkan mereka.
Abu al-Hasan Ali bin Hamzah bin Abdullah bin Bahman bin Fairuz al-Kisa'i dikenal sebagai Al-Kisa’i (119 H/73-189 H/809) mengatakan bahwa Penduduk Rass menetap di tanah Hadhramaut dan kota mereka dinamakan dengan Rass.
Kota tersebut memiliki berbagai pepohonan, buah-buahan, dan kampung-kampung yang makmur. Di sana, tinggal beberapa kelompok dari Penduduk Rass yang menyembah berhala dan kelompok yang menyembah api.
As-Sa'di atau As-Si'di (1889–1956 M), penulis Taisir Karimirrahman fi Tafsiri Kalamil Mannan yang lebih dikenal sebagai Tafsir As-Sa'di, mengatakan, penduduk Rass adalah sisa-sisa kaum Tsamud. Mereka adalah penduduk sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi.
As-Sadi, sebagiamana dikutip Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas pada buku yang diterjemahkan oleh Abdul Halim berjudul “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” menambahkan sumur yang ditinggalkan terletak di tanah Aden.
Penduduk kota tersebut mengambil air dari sana siang dan malam. Di sumur terdapat tujuh puluh kerekan dengan tujuh puluh embernya serta beberapa lelaki yang dipercayakan mengurusinya. Di dekat sumur tersebut ada penampungan air yang dipakai untuk pemandian.
Sedangkan menurut Ibnu Abbas r.a, Rass adalah telaga yang berada di Azerbaijan dan kaum Rass adalah penduduk salah satu kampung di Tsamud.
Baca juga: Kisah Nabi Shaleh Tidur 40 Tahun, Setelah Allah Mandulkan Istri dan Ternak Kaum Tsamud
Penyembah Pohon
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib, beliau menjelaskan bahwa Ashabur Rass adalah sebuah kaum yang menyembah pohon sanaubar dan disebut sebagai syah dirakht (raja pohon).
Yafits bin Nuh adalah yang pertama kali menanam pohon itu pasca badai topan yang menerpa tepian sungai yang dikenal dengan sebutan Rousyan Oub.
Yafits menyebar dua belas bibit pohon sanaubar ke dua belas desa di tepian sungai. Desa-desa tersebut bernama Oban, Odzar, Die, Bahman, Isfand, Farwadin, Ordi Bahsyt, Khordad, Murdad, Tiir, Mihr, dan Syahriwar.
Lihat Juga :