Leluhur Dinasti Abbasiyah, Paman Nabi yang Wafat di Bulan Rajab

Kamis, 03 Februari 2022 - 11:34 WIB
loading...
Leluhur Dinasti Abbasiyah,...
Abbas bin Abdul Muthalib berada di pihak kafir Quraisy saat perang Badar. Ilustrasi/Ist
A A A
Nenek moyang Dinasti Abbasiyah --berdiri tahun 750 dan bubar tahun 1517-- adalah Al-Abbas bin Abdul Muthalib . Beliau wafat pada hari Jumat tanggal 26 Rajab, tahun 32 H, yakni di era kekhalifahan Utsman bin Affan . Lalu, siapa sejatinya paman Rasulullah SAW ini?

Syaikh Muhammad Al-Khudari dalam bukunya yang berjudul "Ad-Daulah Al-Abbasiyyah" menjelaskan Abdul Muthallib bin Hasyim bin Abdul Manaf merupakan keturunan yang masih tersisa di antara saudara-saudaranya yang berjumlah banyak. Akan tetapi jumlah terbesar dan membentuk kelompok besar berasal dari dua putranya yakni, Al-Abbas dan Abu Thalib .

Keturunan dari Al-Abbas dan Abu Thalib memenuhi padang rumput, pegunungan, dan daerah-daerah di wilayah Islam, mulai dari ujung wilayah Maroko hingga daerah Transoxania di Asia Tengah.

Masing-masing dari kedua Rumah Nasab tersebut merajut sejarah panjang dan penuh kehormatan di antara sejarah umat Islam.

Baca juga: Begini Pidato Abbas bin Abdul Muthalib Saat Baiat Al-Aqabah

Menyembunyikan Keislamannya
Al-Abbas bin Abdul Muthalib (51-32 H) bernama lengkap Al-Abbas bin Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf Abu Al-Fadhl. Ia merupakan salah seorang tokoh terkemuka Quraisy pada masa Jahiliyah dan pada masa Islam.

Nenek moyangnya, pada masa hidupnya menjabat sebagai penyedia layanan bagi jamaah haji, dan pembangunan Masjidil Haram.

Syaikh Muhammad Al-Khudari menjelaskan, ibu Al-Abbas bernama Natilah binti Janab bin Kulaib dari An-Namr bin Qasith salah satu kabilah Rabi'ah bin Nazzar, yang lahir tiga tahun sebelum peristiwa Al-Fil (penyerangan Kakbah oleh tentara gajah), sehingga ia lebih tua tiga tahun dibandingkan usia Rasulullah SAW.

Al-Abbas merupakan salah seorang tokoh terkemuka dari Bani Hasyim yang cerdas. Ia adalah sahabat dekat Abu Sufyan Shakhr bin Harb.

Ketika Islam datang, Al-Abbas merupakan salah satu tokoh yang tulus membantu perjuangan Rasulullah, meskipun tidak memperlihatkan secara terbuka tentang keislamannya. Dialah orang yang mengendalikan urusan Rasulullah bersama kaum Anshar ketika berhijrah.

Ketika kaum kafir Quraisy keluar menuju Badar, putra-putri Al-Abbas dipaksa keluar bersama mereka. Karena itulah, Rasulullah berkata kepada para sahabatnya dalam Perang Badar, “Barangsiapa di antara kalian bertemu dengan Al-Abbas, Thalib, Uqail, Naufal, dan Abu Sufyan, maka janganlah membunuh mereka. Karena sesungguhnya mereka dipaksa keluar berperang.”

Baca juga: Begini Dialog Abu Bakar Ash-Shiddiq dengan Abbas bin Abdul Mutthalib Pasca-Bai'at

Al-Abbas merupakan salah satu tawanan dalam Perang Badar lalu menebus dirinya, Uqail bin Abi Thalib, Naufal bin Al-Harts bin Abdul Muthallib, kemudian kembali dan menetap di Makkah.

Selama keberadaannya di Makkah ini, Al-Abbas senantiasa berkirim informasi kepada Rasulullah SAW tentang berbagai hal. Di sana terdapat orang-orang beriman yang merasa kuat karena dukungan dan kehadirannya.

Al-Abbas merupakan penolong bagi keislaman mereka. Al-Abbas berkeinginan keras untuk bertemu dengan Rasulullah SAW. Kemudian Rasulullah berkirim surat kepadanya untuk ikut berhijrah.

Akhirnya beliau mengizinkan dan memerintahkannya untuk berhijrah ke Madinah sebelum Fathu Makkah dan ikut bersama beliau dalam pembebasan tersebut.

Al-Abbas merupakan salah satu faktor penyelamat Abu Sufyan dan kemauannya mengikuti seruan Rasulullah, “Barangsiapa masuk rumah Abu Sufyan, maka dia aman?"

Al-Abbas ikut berperang dalam Perang Hunain dan memberikan peran terbaik di dalamnya. Setelah itu, Al-Abbas keluar ke Madinah dan menetap di sana.

Rasulullah sangat mencintai dan menghormatinya. Karena itulah, para khalifah mengikuti jejak, sikap, dan perlakuan beliau sesudahnya terhadapnya.

Al Abbas menderita tuna netra di akhir hayatnya, dan memiliki 35 riwayat dalam buku-buku hadits. Al-Abbas meninggal dunia pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan, pada hari Jumat tanggal 26 Rajab, tahun 32 H, dan dimakamkan di pemakaman Al-Baqi.

Baca juga: Kisah Penemuan Harta Karun Saat Abdul Muthalib Menggali Sumur Zamzam

Keturunan Al-Abbas
Al-Abbas mempunyai beberapa anak, dan yang tertua adalah Al-Fadhl -dengan nama Al-Fadhl dan inilah Al-Abbas mendapat nama kunyah Abu Al-Fadhl. Anaknya yang lain adalah Abdullah, Ubaidillah, Aburrahman, Qatsam, Ma'bad, dan Ummu Habibah. Ibunda mereka adalah Lubabah binti Al-Harits bin Huzn dari Bani Hilal bin Amir dari Qais Ailan.

Al-Abbas memiliki pula beberapa anak dari selain Ummu Al-Fadhl, di antaranya Katsir bin Al-Abbas, Tamam, Shafiyyah, dan Umaimah dari ibunda mereka yang merupakan seorang ummul walad (budak perempuan yang melahirkan anak majikannya). Di samping seorang anak bernama Al-Harits dari seorang ibu bernama Jamilah binti Jundub dari suku Hudzail.

Al-Fadhl, Qatsam, Abdurrahman, Katsir, dan Tamam tidak memiliki keturunan. Keturunan Al-Abbas berasal dari selain mereka, terutama dari Abdullah. Abdullah bin Al-Abbas inilah yang memberikan banyak keturunan bagi Al-Abbas, dan merupakan nenek moyang para khalifah Bani Abbasiyah.

Baca juga: Arwa binti Abdul Muthalib, Juru Dakwah Nabi SAW yang Kuat Argumentasinya
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Debat Sengit Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab Tentang Pembangkang Bayar Zakat
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Iktikaf Abu Sa’id Al-Khudri Bersama Rasulullah SAW
Kisah Teladan di Bulan...
Kisah Teladan di Bulan Ramadan: Abu Bakar Ash Shiddiq Setia Mendampingi Rasulullah di Perang Badar
Kisah Teladan Puasa...
Kisah Teladan Puasa Ramadan : Jasad Abu Talhah Tetap Utuh dan Tak Bau karena Kebiasaan Berpuasa
Rekomendasi
Lempeng Tektonik Berubah...
Lempeng Tektonik Berubah Drastis, Riset Klaim India Mulai Terbagi Jadi Dua
Cacing Predator Berusia...
Cacing Predator Berusia 425 Juta Tahun Bergerak seperti Akordeon Ditemukan
Kawah Meteorit yang...
Kawah Meteorit yang Bikin Dinosaurus Punah Ditemukan di Australia
Artikel Terkini
Kumpulan Doa Menghadapi...
Kumpulan Doa Menghadapi Fitnah Akhir Zaman, Kaum Muslim Wajib Tahu
Pesugihan untuk Cepat...
Pesugihan untuk Cepat Kaya, Benarkah Bisa Mendatangkan Rezeki? Ini Penjelasan Islam
Pejabat yang Menyesal...
Pejabat yang Menyesal di Hari Kiamat, Siapa Saja Mereka?
Bolehkah Mengejar Jabatan...
Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS
Fitnah Kekuasaan: Bahaya...
Fitnah Kekuasaan: Bahaya Jabatan, Mengejar Dunia yang Tiada Akhir
Keistimewaan Muharram,...
Keistimewaan Muharram, Dijuluki Sebagai Bulannya Allah
Infografis
6 Fenomena Bulan Langka...
6 Fenomena Bulan Langka yang Menarik untuk Diamati dan Dinikmati
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved