Arwa binti Abdul Muthalib, Juru Dakwah Nabi SAW yang Kuat Argumentasinya

Sabtu, 22 Januari 2022 - 18:11 WIB
loading...
Arwa binti Abdul Muthalib,...
Arwa binti Abdul Muthalib adalah bibi Nabi SAW, ia termasuk juru dakwah dari kalangan kaum muslimah dan seorang da’i wanita yang kuat argumentasinya. Foto ilustrasi/ist
A A A
Namanya memang tidak sepopuler paman-paman Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, namun Arwa binti Abdul Muthalib menjadi salah satu shahabiyah (sahabat perempuan) Rasulullah yang memiliki banyak keistimewaan. Bibi Nabi ini, merupakan orang yang jujur dan amanah. Ia juga termasuk juru dakwah dari kalangan kaum muslimah dan seorang da’i wanita yang kuat argumentasinya.

Namanya memiliki nasab yang mulia yakni Arwa binti Abdul Muthalib bin Hasyim bin Abdu Manaf al-Qurasyiyah al-Hasyimiyah. Dikutip dari islamstory.com yang telah diterjemahkan, terdapat perbedaan pendapat di kalangan sejarawan tentang keislaman bibi Rasulullah ini. Sebenarnya ada beberapa bibi Nabi SAW di antaranya ada yang Arwa, Syafiyyah dan Atikah binti Abdul Muthalib.

Baca juga: Rufaidah al-Aslamiyah : Muslimah Pertama Inspirator Ilmu Keperawatan

Muhammad bin Ishaq dan Ibnu Hibban dan sejarawan lain yang sependapat dengan keduanya menyatakan bahwa yang memeluk Islam dari bibi Rasulullah dari pihak ayah hanyalah Shafiyyah, selainnya tidak. Sementara sejarawan yang lain berpendapat bibi Rasulullah dari pihak ayah yang memeluk Islam adalah Shafiyyah dan Arwa.

Mereka yang berpendapat bahwa Arwa memeluk Islam berdasarkan riwayat:

"Saat Thulaib bin Umair memeluk Islam di Darul Arqom, ia menemui ibunya Arwa binti Abdul Muthalib. Ia berkata, “Aku telah mengikuti Muhammad. Aku berislam kepada Allah Rabbul ‘alamin Jalla Dzikruhu.” Ibunya berkata, “Yang paling berhak untuk kau temani dan kau tolong adalah anak pamanmu itu. Demi Allah, seandainya kami kaum wanita bisa melakukan apa yang dilakukan laki-laki, kami pun akan mengikutinya dan membelanya.”

Thulaib berkata, “Ibu, apa yang menghalangimu untuk memeluk Islam dan mengikutinya. Padahal saudara laki-lakimu, Hamzah, telah memeluk Islam.” Arwa berkata, “Aku menunggu apa yang akan dilakukan saudari-saudari perempuanku. Lalu aku akan mengikuti mereka.”

Thulaib berkata lagi, “Aku mohon kepadamu dengan menyebut nama Allah. Temuilah dia (Nabi Muhammad). Dan ucapkan salam padanya. Lalu benarkanlah risalahnya dengan bersaksi tidak ada sesembahanyang benar kecuali Allah.” Lalu Arwa berkata, “Sungguh aku bersaksi tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

Arwa mendukung dakwah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah mendapatkan penjelasan dari anaknya (al-Mustadrak, 3/266).

Baca juga: Uniknya Wanita, Muslimah Salehah atau Bidadari Surga?

Dari sini kita bisa memetik pelajaran pentingnya mendakwahi orang tua kepada Islam dan sunnah. Dakwahi keduanya dengan lembut. Dan bekali diri dengan pemahaman yang baik tentang agama.

Memiliki Kepribadian yang Istimewa

Di antara sifat terpuji Arwa binti Abdul Muthalib adalah jujur dan amanah. Ia juga termasuk juru dakwah dari kalangan kaum wanita. Dan ia seorang da’i wanita yang kuat argumentasinya. Di masa jahiliyah, Arwa adalah salah seorang wanita yang utama. Dan ia telah mengetahui kemuliaan Islam di awal agama ini didakwahkan. Kita lihat bagaimana ia berdialog dengan anaknya. Kemudian terlihat juga saat ia menghadapi Abu Lahab.

Setelah ia memeluk Islam, tampak jelas hubungan yang erat antara dirinya dengan dua orang saudarinya, Shafiyyah. Keduanya memeluk Islam dan turut berhijrah ke Madinah. Dan kita sudah bisa menangkap bagaimana kedekatannya dengan saudari-saudari saat ia didakwahi anaknya untuk memeluk Islam, ia mengatakan, “Aku menunggu apa yang akan dilakukan saudari-saudari perempuanku. Lalu aku akan mengikuti mereka.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Debat Sengit Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab Tentang Pembangkang Bayar Zakat
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Iktikaf Abu Sa’id Al-Khudri Bersama Rasulullah SAW
Kisah Teladan di Bulan...
Kisah Teladan di Bulan Ramadan: Abu Bakar Ash Shiddiq Setia Mendampingi Rasulullah di Perang Badar
Kisah Teladan Puasa...
Kisah Teladan Puasa Ramadan : Jasad Abu Talhah Tetap Utuh dan Tak Bau karena Kebiasaan Berpuasa
Rekomendasi
Tukang Kayu Memainkan...
Tukang Kayu Memainkan Peran Penting dalam Peradaban Mesopotamia
Arkeolog Temukan Tiga...
Arkeolog Temukan Tiga Kerangka Mammoth di Gudang Anggur
Lubang Ozon di Antartika...
Lubang Ozon di Antartika Jadi Ancaman bagi Penangkaran Penguin dan Anjing Laut
Artikel Terkini
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Kumpulan Doa Pulang...
Kumpulan Doa Pulang Haji Lengkap dengan Zikirnya
Surat Al Ankabut Ayat...
Surat Al Ankabut Ayat 2-3, Mengingatkan Bahayanya Fitnah Akhir Zaman
Infografis
Mengenal dan Manfaat...
Mengenal dan Manfaat Qailulah, Tidur Siang yang Disunahkan Nabi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved