Kisah Sufi Syeh Amir-Sayed Kulal Sokhari: Tuan Rumah dan Tamu
Rabu, 16 Februari 2022 - 09:52 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kisah Sufi Syaikh Al-Isyraq: Burung Merak Raja di Bawah Keranjang
Seorang tamu yang berpengalaman, yang telah mempelajari mengenai rumah dan keramah-tamahan, akan merasa nyaman dalam kedudukannya sebagai tamu; dan selanjutnya, ia sudah siap untuk memahami lebih jauh tentang rumah dan berbagai segi kehidupan di dalamnya. Ketika ia masih mencoba memahami apa gerangan rumah itu, atau berusaha mengingat-ingat aturan etiket, perhatiannya akan sangat tersedot oleh unsur-unsur tersebut, daripada untuk mengamati, misalnya, keindahan, nilai, atau kegunaan perabotan.
Kisah perumpamaan yang luhur ini, yang dikutip dari ajaran-ajaran Nizamudin Awlia yang hidup pada abad keempat belas, dianggap memiliki pesan-pesan kebaikan pada beberapa tingkat. Kisah ini menunjuk pada beragam urutan kegunaan akal agar suatu pemahaman tertentu yang lebih tinggi bisa dicapai.
Kisah ini juga dimaksudkan untuk menekankan, dengan cara yang mudah diterima akal, perlunya keberadaan sekelompok Sufi, dan hubungan batin di antara berbagai orang, dan bagaimana keduanya bisa saling melengkapi.
Banyak perhatian dicurahkan para darwis terutama pada kebutuhan akan pengaturan unsur-unsur tertentu sebelum seseorang bisa menarik manfaat dari usaha-usaha kelompok.
Baca juga: Kisah Sufi Shah Muhammad Gwat Shattari: Mimpi dan Sepotong Roti
Seorang tamu yang berpengalaman, yang telah mempelajari mengenai rumah dan keramah-tamahan, akan merasa nyaman dalam kedudukannya sebagai tamu; dan selanjutnya, ia sudah siap untuk memahami lebih jauh tentang rumah dan berbagai segi kehidupan di dalamnya. Ketika ia masih mencoba memahami apa gerangan rumah itu, atau berusaha mengingat-ingat aturan etiket, perhatiannya akan sangat tersedot oleh unsur-unsur tersebut, daripada untuk mengamati, misalnya, keindahan, nilai, atau kegunaan perabotan.
Kisah perumpamaan yang luhur ini, yang dikutip dari ajaran-ajaran Nizamudin Awlia yang hidup pada abad keempat belas, dianggap memiliki pesan-pesan kebaikan pada beberapa tingkat. Kisah ini menunjuk pada beragam urutan kegunaan akal agar suatu pemahaman tertentu yang lebih tinggi bisa dicapai.
Kisah ini juga dimaksudkan untuk menekankan, dengan cara yang mudah diterima akal, perlunya keberadaan sekelompok Sufi, dan hubungan batin di antara berbagai orang, dan bagaimana keduanya bisa saling melengkapi.
Banyak perhatian dicurahkan para darwis terutama pada kebutuhan akan pengaturan unsur-unsur tertentu sebelum seseorang bisa menarik manfaat dari usaha-usaha kelompok.
Baca juga: Kisah Sufi Shah Muhammad Gwat Shattari: Mimpi dan Sepotong Roti
(mhy)
Lihat Juga :