Ketika Rasulullah SAW Menyaksikan Perdebatan Para Malaikat
Senin, 21 Februari 2022 - 18:28 WIB
loading...
A
A
A
Adapun perdebatan yang dituturkan dalam al-Qur'an itu dijelaskan oleh beberapa ayat berikutnya, yaitu dalam firman-Nya:
(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya, aku akan menciptakan manusia dari tanah.” Maka apabila telah Ku-sempurnakan kejadiannya dan Ku-tiupkan kepadanya ruh (ciptaan)Ku, maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepada-Nya.'
Lalu seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya, kecuali Iblis. Ia menyombongkan diri dan adalah ia termasuk orang orang yang kafir.
Allah berfirman: “Hai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?"
Iblis berkata: 'Aku lebih baik daripadanya karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan ia Engkau ciptakan dari tanah'.” (QS Shad: 71—76)
Jadi, menurut Tafsir Ibnu Katsir, perdebatan yang dituturkan dalam al-Qur'an adalah berkaitan dengan Adam as dan penolakan Iblis untuk sujud kepadanya, serta bantahannya kepada Tuhan atas kelebihan dirinya dari Adam.
Baca juga: Sering Tak Disadari, Begini Cara Malaikat Mengawasi Manusia
Pemberitahuan kepada Malaikat
Sebelum Nabi Adam AS diciptakan beserta keturunannya, Allah SWT telah memberitahukan ihwal tersebut kepada para malaikat. Pemberitahuan tersebut sebagaimana diabadikan melalui firman-Nya:
"Sesungguhnya, Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." ( QS Al-Baqarah : 30).
Ibnu Katsir dalam buku "Kisah Para Nabi: Sejarah Lengkap Kehidupan Para Nabi sejak Nabi Adam AS, hingga Nabi Isa AS", menjelaskan ayat tersebut, Allah memberitahukan bahwa Dia akan menciptakan Adam dan keturunannya yang sebagiannya akan menguasai atas sebagian yang lain (menjadi khalifah). Sebagaimana firman-Nya:
"Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai penguasa-penguasa di bumi." ( QS Al-An'am : 165).
Dalam ayat lain Allah berfirman:
(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: “Sesungguhnya, aku akan menciptakan manusia dari tanah.” Maka apabila telah Ku-sempurnakan kejadiannya dan Ku-tiupkan kepadanya ruh (ciptaan)Ku, maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepada-Nya.'
Lalu seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya, kecuali Iblis. Ia menyombongkan diri dan adalah ia termasuk orang orang yang kafir.
Allah berfirman: “Hai Iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?"
Iblis berkata: 'Aku lebih baik daripadanya karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan ia Engkau ciptakan dari tanah'.” (QS Shad: 71—76)
Jadi, menurut Tafsir Ibnu Katsir, perdebatan yang dituturkan dalam al-Qur'an adalah berkaitan dengan Adam as dan penolakan Iblis untuk sujud kepadanya, serta bantahannya kepada Tuhan atas kelebihan dirinya dari Adam.
Baca juga: Sering Tak Disadari, Begini Cara Malaikat Mengawasi Manusia
Pemberitahuan kepada Malaikat
Sebelum Nabi Adam AS diciptakan beserta keturunannya, Allah SWT telah memberitahukan ihwal tersebut kepada para malaikat. Pemberitahuan tersebut sebagaimana diabadikan melalui firman-Nya:
إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً
"Sesungguhnya, Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." ( QS Al-Baqarah : 30).
Ibnu Katsir dalam buku "Kisah Para Nabi: Sejarah Lengkap Kehidupan Para Nabi sejak Nabi Adam AS, hingga Nabi Isa AS", menjelaskan ayat tersebut, Allah memberitahukan bahwa Dia akan menciptakan Adam dan keturunannya yang sebagiannya akan menguasai atas sebagian yang lain (menjadi khalifah). Sebagaimana firman-Nya:
وَهُوَ الَّذِي جَعَلَكُمْ خَلَائِفَ الْأَرْضِ
"Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai penguasa-penguasa di bumi." ( QS Al-An'am : 165).
Dalam ayat lain Allah berfirman:
وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ
Lihat Juga :