Kisah Raja Tutis Mencoba Meraba Siti Sarah Istri Nabi Ibrahim
Senin, 07 Maret 2022 - 14:06 WIB
loading...
A
A
A
Raja berkata, “Nikahkanlah dia denganku!”
Ibrahim menjawab, “Dia telah berkeluarga.” Mendengar jawaban itu, Sarah diambil raja secara paksa.
Seorang perawi mengatakan, pada saat itu, Allah menghilangkan hijab dari mata Ibrahim sehingga Sarah tidak pernah luput dari penglihatannya agar hati Ibrahim akan tetap tenang ketika Sarah kembali kepadanya.
Setelah raja mendekati Sarah dan hendak meraba dengan tangannya, tangan itu jadi kaku. Raja pun bertobat sehingga tangannya bisa digerakkan kembali. Kedua kalinya dia mengulangi tindakan serupa, dan pada saat itu yang kaku adalah tangan dan kakinya.
Kejadian tersebut terus berulang. Menurut sebuah riwayat, raja itu mengulangi kelakuan dan tobatnya hingga tujuh kali sampai dia bertobat yang sebenarnya. Semua itu terlihat oleh Ibrahim.
Allah telah menyingkap hijab dari matanya. Setelah bertobat, raja itu memanggil Ibrahim, menjamunya, memuliakannya, menyerahkan kembali istrinya serta memberinya hadiah berupa seorang hamba sahaya yang bernama Hajar yang di kemudian hari dinikahinya.
Baca juga: Kisah Malaikat Bertamu ke Rumah Nabi Ibrahim, Tidak Makan dan Minum
Keluar dari Mesir
Setelah itu Nabi Ibrahim keluar dari Mesir menuju Syam. Beliau menetap bersama sebuah kaum yang menempati lembah Wadi Sab’i (Lembah Tujuh). Allah melapangkan rezeki Nabi Ibrahim AS. Dia mempunyai banyak harta dan hewan ternak. Sampai-sampai ada yang mengatakan bahwa dia memiliki 12.000 kawanan kambing.
Dalam setiap kawanan itu ada satu anjing menjaganya. Anjing itu dipakaikan busana dari sutera yang berwarna. Kalung di lehernya berupa rantai dari emas. Ibrahim sangat kaya. Dia tidak pernah makan kecuali bersama tamu. Apabila waktu sore tiba dan di rumahnya tidak ada tamu, dia berjalan beberapa mil untuk menemukan orang yang akan menemani makan. Dia seperti yang tergambarkan dalam sebuah syair:
Malam tidak akan menyenangkan
apabila di waktu itu tidak ada tamu yang mau tinggal.
Dan pagi tidak akan menggembirakan
apabila pada saat itu tamu yang ada padaku pergi.
Ibrahim menjawab, “Dia telah berkeluarga.” Mendengar jawaban itu, Sarah diambil raja secara paksa.
Seorang perawi mengatakan, pada saat itu, Allah menghilangkan hijab dari mata Ibrahim sehingga Sarah tidak pernah luput dari penglihatannya agar hati Ibrahim akan tetap tenang ketika Sarah kembali kepadanya.
Setelah raja mendekati Sarah dan hendak meraba dengan tangannya, tangan itu jadi kaku. Raja pun bertobat sehingga tangannya bisa digerakkan kembali. Kedua kalinya dia mengulangi tindakan serupa, dan pada saat itu yang kaku adalah tangan dan kakinya.
Kejadian tersebut terus berulang. Menurut sebuah riwayat, raja itu mengulangi kelakuan dan tobatnya hingga tujuh kali sampai dia bertobat yang sebenarnya. Semua itu terlihat oleh Ibrahim.
Allah telah menyingkap hijab dari matanya. Setelah bertobat, raja itu memanggil Ibrahim, menjamunya, memuliakannya, menyerahkan kembali istrinya serta memberinya hadiah berupa seorang hamba sahaya yang bernama Hajar yang di kemudian hari dinikahinya.
Baca juga: Kisah Malaikat Bertamu ke Rumah Nabi Ibrahim, Tidak Makan dan Minum
Keluar dari Mesir
Setelah itu Nabi Ibrahim keluar dari Mesir menuju Syam. Beliau menetap bersama sebuah kaum yang menempati lembah Wadi Sab’i (Lembah Tujuh). Allah melapangkan rezeki Nabi Ibrahim AS. Dia mempunyai banyak harta dan hewan ternak. Sampai-sampai ada yang mengatakan bahwa dia memiliki 12.000 kawanan kambing.
Dalam setiap kawanan itu ada satu anjing menjaganya. Anjing itu dipakaikan busana dari sutera yang berwarna. Kalung di lehernya berupa rantai dari emas. Ibrahim sangat kaya. Dia tidak pernah makan kecuali bersama tamu. Apabila waktu sore tiba dan di rumahnya tidak ada tamu, dia berjalan beberapa mil untuk menemukan orang yang akan menemani makan. Dia seperti yang tergambarkan dalam sebuah syair:
Malam tidak akan menyenangkan
apabila di waktu itu tidak ada tamu yang mau tinggal.
Dan pagi tidak akan menggembirakan
apabila pada saat itu tamu yang ada padaku pergi.
Lihat Juga :