Khalifah Walid bin Yazid, Digambarkan sebagai Zindiq yang Menikahi Istri Ayahnya
Jum'at, 11 Maret 2022 - 15:13 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Catatan Emas Jihad di Zona Laut Daulah Umayyah
Bodoh dan Ceroboh
Walid II akhirnya naik tahta pada tahun 125 H di usia 39 tahun. Tidak hanya berperangai buruk, Walid II juga ternyata bodoh dalam berstrategi dan ceroboh dalam bertindak.
Hal yang pertama yang dilakukannya justru menjadikan seluruh keluarganya sebagai musuh. Belum genap setahun menjabat sebagai khalifah, ia langsung mengangkat satu paket penggantinya, yaitu dua orang putranya bernama Utsman dan Hakam yang ketika itu masih kecil.
Kebijakan ini tentu saja tidak disetujui oleh banyak pihak. Tapi ia justru mengancam akan menghukum bagi siapa saja yang tidak mematuhinya.
Akbar Shah Najeebabadi dalam bukunya berjudul "The History Of Islam" menceritakan, bahwa perangai buruk Walid II sejak sebelum menjabat sebagai khalifah sebenarnya sudah banyak kritik dan tidak disetujui oleh beberapa anggota keluarganya. Dan ketika ia menjabat, semua orang anggota keluarganya yang berseberangan dengannya diperlakukan semena-mena.
Beberapa di antara mereka ada yang diturunkan gajinya, dan sebagian lagi ada yang ditahan. Ia menangkap Sulaiman bin Hisham, mencambuknya, dan menggunduli rambut serta mencukur jenggotnya, lalu dipertontonkannya di depan umum.
Walid II juga menahan beberapa anak dari Yazid bin Hisham dan Walid bin Abdul Malik. Intinya, pada masa Walid II, ikatan keluarga Umayyah terpecah belah dan mulai menyimpan dendam yang tak berkesudahan. Satu hal yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Baca juga: Masjid Lumpur Bani Umayyah Ditemukan, Dibangun di Awal Islam
Kepalanya Dipenggal
Di tengah perburuan Walid II terhadap anggota keluarganya yang tidak sepaham dengan keinginannya, Yazid putra Walid bin Abdul Malik melarikan diri, dan berhasil menghimpun kekuatan untuk melakukan perlawanan. Ia pun dibaiat oleh keluarga Yamani di daerah Syria dan Palestina.
Melihat terjadinya perpecahan di dalam keluarga Umayyah, tentara dan aparatur kerajaan menjadi rentan berkhianat. Walid II menaikkan gaji mereka beberapa kali lipat untuk menjamin kesetiaan dari prajuritnya.
Bodoh dan Ceroboh
Walid II akhirnya naik tahta pada tahun 125 H di usia 39 tahun. Tidak hanya berperangai buruk, Walid II juga ternyata bodoh dalam berstrategi dan ceroboh dalam bertindak.
Hal yang pertama yang dilakukannya justru menjadikan seluruh keluarganya sebagai musuh. Belum genap setahun menjabat sebagai khalifah, ia langsung mengangkat satu paket penggantinya, yaitu dua orang putranya bernama Utsman dan Hakam yang ketika itu masih kecil.
Kebijakan ini tentu saja tidak disetujui oleh banyak pihak. Tapi ia justru mengancam akan menghukum bagi siapa saja yang tidak mematuhinya.
Akbar Shah Najeebabadi dalam bukunya berjudul "The History Of Islam" menceritakan, bahwa perangai buruk Walid II sejak sebelum menjabat sebagai khalifah sebenarnya sudah banyak kritik dan tidak disetujui oleh beberapa anggota keluarganya. Dan ketika ia menjabat, semua orang anggota keluarganya yang berseberangan dengannya diperlakukan semena-mena.
Beberapa di antara mereka ada yang diturunkan gajinya, dan sebagian lagi ada yang ditahan. Ia menangkap Sulaiman bin Hisham, mencambuknya, dan menggunduli rambut serta mencukur jenggotnya, lalu dipertontonkannya di depan umum.
Walid II juga menahan beberapa anak dari Yazid bin Hisham dan Walid bin Abdul Malik. Intinya, pada masa Walid II, ikatan keluarga Umayyah terpecah belah dan mulai menyimpan dendam yang tak berkesudahan. Satu hal yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Baca juga: Masjid Lumpur Bani Umayyah Ditemukan, Dibangun di Awal Islam
Kepalanya Dipenggal
Di tengah perburuan Walid II terhadap anggota keluarganya yang tidak sepaham dengan keinginannya, Yazid putra Walid bin Abdul Malik melarikan diri, dan berhasil menghimpun kekuatan untuk melakukan perlawanan. Ia pun dibaiat oleh keluarga Yamani di daerah Syria dan Palestina.
Melihat terjadinya perpecahan di dalam keluarga Umayyah, tentara dan aparatur kerajaan menjadi rentan berkhianat. Walid II menaikkan gaji mereka beberapa kali lipat untuk menjamin kesetiaan dari prajuritnya.
Lihat Juga :