Rasulullah SAW kepada Yasir: Kalian Akan Menemukan Tempat Tinggal di Surga
Sabtu, 12 Maret 2022 - 12:45 WIB
loading...
A
A
A
Aku menjawab, “Aku ingin bertemu Muhammad dan mendengar apa yang dia katakan.”
Dia kemudian berkata, “Aku memiliki maksud yang sama.”
Kami memasuki rumah dan bertemu dengan Rasulullah SAW. Beliau menyampaikan tentang lslam kepada kami dan kami berdua masuk (Islam). Kami kemudian tinggal di sana sepanjang hari, sampai malam tiba kami pergi secara diam-diam.
Abu Ubaidah bin Muhammad bin Ammar berkata, “Ammar bin Yasir dan Shuhaib masuk (Islam) setelah lebih dari tiga puluh orang pertama masuk (Islam). Semoga Allah meridai mereka semua.”
Baca juga: Ketika Khalid bin Walid Harus Memohon Maaf Kepada Ammar bin Yasir
Turunnya Surat al-An’am Ayat 51-52
Abdullah bin Masud meriwayatkan, bahwa suatu waktu sekelompok orang Quraisy melewati Rasulullah saat beliau sedang bercengkerama bersama beberapa Muslim yang miskin seperti Shuhaib, Bilal, Khabbab (bin Arats), dan Ammar.
Orang-orang musyrik itu berkata, “Hai Muhammad! Apakah engkau bahagia bersama orang-orang semacam ini dari umatmu? Haruskah kami menjadi pengikut orang-orang ini? Apakah ini orang-orang yang olehnya Allah SWT menganugerahkan bantuan-Nya? Usirlah mereka darimu, karena barangkali kami dapat menjadi pengikutmu jika engkau melakukannya.”
Saat itulah kemudian Allah menurunkan ayat-ayat ini:
“Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada hari kiamat), sedang bagi mereka tidak ada seorang pelindung dan pemberi syafaatpun selain daripada Allah, agar mereka bertakwa. Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka dan merekapun tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, (sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim).” ( QS al-An’am [6] : 51-52)
Demikianlah, Ammar bin Yasir bersama keluarga dan beberapa sahabat miskin lainnya telah masuk Islam sejak masa awal. Namun karena orang-orang ini tidak memiliki pelindung atau kabilah di Mekkah, kelak merekalah yang akan menjadi sasaran kemarahan orang-orang Quraisy yang menolak Islam.
Khalid Muhammad Khalid dalam bukunya berjudul "Karakteristik Perihidup 60 Sahabat Rasulullah" menyebut khusus kepada keluarga Yasir, orang-orang Quraisy memerintahkan orang-orang Bani Makhzum untuk menangkap mereka.
Dia kemudian berkata, “Aku memiliki maksud yang sama.”
Kami memasuki rumah dan bertemu dengan Rasulullah SAW. Beliau menyampaikan tentang lslam kepada kami dan kami berdua masuk (Islam). Kami kemudian tinggal di sana sepanjang hari, sampai malam tiba kami pergi secara diam-diam.
Abu Ubaidah bin Muhammad bin Ammar berkata, “Ammar bin Yasir dan Shuhaib masuk (Islam) setelah lebih dari tiga puluh orang pertama masuk (Islam). Semoga Allah meridai mereka semua.”
Baca juga: Ketika Khalid bin Walid Harus Memohon Maaf Kepada Ammar bin Yasir
Turunnya Surat al-An’am Ayat 51-52
Abdullah bin Masud meriwayatkan, bahwa suatu waktu sekelompok orang Quraisy melewati Rasulullah saat beliau sedang bercengkerama bersama beberapa Muslim yang miskin seperti Shuhaib, Bilal, Khabbab (bin Arats), dan Ammar.
Orang-orang musyrik itu berkata, “Hai Muhammad! Apakah engkau bahagia bersama orang-orang semacam ini dari umatmu? Haruskah kami menjadi pengikut orang-orang ini? Apakah ini orang-orang yang olehnya Allah SWT menganugerahkan bantuan-Nya? Usirlah mereka darimu, karena barangkali kami dapat menjadi pengikutmu jika engkau melakukannya.”
Saat itulah kemudian Allah menurunkan ayat-ayat ini:
“Dan berilah peringatan dengan apa yang diwahyukan itu kepada orang-orang yang takut akan dihimpunkan kepada Tuhannya (pada hari kiamat), sedang bagi mereka tidak ada seorang pelindung dan pemberi syafaatpun selain daripada Allah, agar mereka bertakwa. Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaan-Nya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka dan merekapun tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, (sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim).” ( QS al-An’am [6] : 51-52)
Demikianlah, Ammar bin Yasir bersama keluarga dan beberapa sahabat miskin lainnya telah masuk Islam sejak masa awal. Namun karena orang-orang ini tidak memiliki pelindung atau kabilah di Mekkah, kelak merekalah yang akan menjadi sasaran kemarahan orang-orang Quraisy yang menolak Islam.
Khalid Muhammad Khalid dalam bukunya berjudul "Karakteristik Perihidup 60 Sahabat Rasulullah" menyebut khusus kepada keluarga Yasir, orang-orang Quraisy memerintahkan orang-orang Bani Makhzum untuk menangkap mereka.
Lihat Juga :