Asal-usul Imsak dan Pergeseran Makna yang Perlu Diluruskan
Senin, 11 April 2022 - 03:01 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Ustaz Ahmad Sarwat, istilah yang paling tepat digunakan bukan imsak, tetapi ihtiyath (إحتياط) yang artinya adalah berhati-hati. Wallahu A'lam.
Sunnah Mengakhirkan Sahur
Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:
وَكُلُوۡا وَاشۡرَبُوۡا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَـكُمُ الۡخَـيۡطُ الۡاَبۡيَضُ مِنَ الۡخَـيۡطِ الۡاَسۡوَدِ مِنَ الۡفَجۡرِؕ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيۡلِۚ
Artinya: "...Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam...." (QS Al-Baqarah: 187)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika bulan Ramadhan selalu mengakhirkan makan sahur. Beliau melakukannya beberapa saat sebelum terbitnya Fajar. Anas bin Malik meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit, ia berkata: "Kami makan sahur bersama Rasulullah, kemudian beliau sholat. Anas bertanya pada Zaid, "Berapa lama jarak antara adzan dan sahur?" Beliau menjawab, "Kira-kira membaca 50 ayat Al-Qur'an." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Jadi, jarak beliau makan sahur dan adzan Subuh sekira bacaan 50 ayat Al-Qur'an atau sekitar 10-20 menit. Dalam hadis disebutkan, ketika Bilal mengumandangkan adzan (pertama) pada suatu malam, Rasulullah SAW bersabda: "Makan dan minumlah kalian sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan Adzan (kedua). Karena dia tidak akan adzan kecuali setelah terbitnya Fajar shadiq." (HR Al-Bukhari)
Demikian sejarah asal-usul Imsak di Indonesia dan makna Imsak yang perlu diluruskan. Semoga bermanfaat.
Baca Juga: Pergeseran Makna Imsak yang Perlu Diluruskan
Sunnah Mengakhirkan Sahur
Dalam Al-Qur'an, Allah berfirman:
وَكُلُوۡا وَاشۡرَبُوۡا حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَـكُمُ الۡخَـيۡطُ الۡاَبۡيَضُ مِنَ الۡخَـيۡطِ الۡاَسۡوَدِ مِنَ الۡفَجۡرِؕ ثُمَّ اَتِمُّوا الصِّيَامَ اِلَى الَّيۡلِۚ
Artinya: "...Makan dan minumlah hingga jelas bagimu (perbedaan) antara benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa sampai (datang) malam...." (QS Al-Baqarah: 187)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ketika bulan Ramadhan selalu mengakhirkan makan sahur. Beliau melakukannya beberapa saat sebelum terbitnya Fajar. Anas bin Malik meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit, ia berkata: "Kami makan sahur bersama Rasulullah, kemudian beliau sholat. Anas bertanya pada Zaid, "Berapa lama jarak antara adzan dan sahur?" Beliau menjawab, "Kira-kira membaca 50 ayat Al-Qur'an." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Jadi, jarak beliau makan sahur dan adzan Subuh sekira bacaan 50 ayat Al-Qur'an atau sekitar 10-20 menit. Dalam hadis disebutkan, ketika Bilal mengumandangkan adzan (pertama) pada suatu malam, Rasulullah SAW bersabda: "Makan dan minumlah kalian sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan Adzan (kedua). Karena dia tidak akan adzan kecuali setelah terbitnya Fajar shadiq." (HR Al-Bukhari)
Demikian sejarah asal-usul Imsak di Indonesia dan makna Imsak yang perlu diluruskan. Semoga bermanfaat.
Baca Juga: Pergeseran Makna Imsak yang Perlu Diluruskan
(rhs)
Lihat Juga :