Kisah Heroik Thalhah bin Ubaidillah Selamatkan Rasulullah SAW dalam Perang Uhud

Rabu, 13 April 2022 - 15:05 WIB
loading...
Kisah Heroik Thalhah...
Jika ada yang membicarakan perang Uhud di depan Abu Bakar Ash-Shiddiq, beliau selalu menyahut, Perang hari itu adalah peperangan milik Thalhah seluruhnya. Foto/Ilustrasi: Ist
A A A
Thalhah bin Ubaidillah adalah seorang sahabat yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah SAW . Ia tergolong bagian dari Assabiqun Al-Awwalun atau golongan orang yang pertama kali masuk Islam. Perjuangan heroik Thalhah menyelamatkan Rasulullah SAW dalam perang Uhud mendapat pujian para sahabat Nabi lainnya.

Baca juga: Kisah Miqdad bin Amr: Kapok Mendapat Jabatan Politik dan Menganggap sebagai Fitnah

Dalam buku "Muslim Sukses Dunia Akhirat" karya Nova Irwan Hasmy diceritakan kesetiaan Thalhah mendampingi Rasulullah ini dibuktikan dalam Perang Uhud.

Ketika barisan kaum muslimin terpecah-belah. Orang-orang yang berada di samping Rasulullah SAW hanyalah 11 orang Anshar dan Thalhah bin Ubaidillah dari kaum Muhajirin. Untuk menyelamatkan diri, mereka berusaha mengantarkan Nabi Muhammad SAW ke atas bukit. Sayangnya, di tengah perjalanan ke bukit itu, mereka diadang oleh rombongan prajurit musuh.

“Siapa yang berani melawan mereka dia akan menjadi temanku kelak di surga,” seru Rasulullah.

“Saya, wahai Rasulullah,” jawab Thalhah.

“Tidak, jangan engkau! Engkau harus tetap di tempatmu.”

“Saya, wahai Rasulullah,” kata seorang prajurit Anshar.

“Ya, majulah,” kata Rasulullah.

Prajurit Anshar itu maju melawan prajurit kafir yang ingin membunuh Rasulullah hingga menemui kesyahidannya. Rasulullah meneruskan perjalanan, tetapi dihadang kembali oleh tentara musyrikin.

“Siapa yang berani melawan mereka ini?” seru Rasulullah lagi.

“Saya, wahai Rasulullah,” kata Thalhah mendahului yang lain.

“Jangan, engkau tetaplah di tempatmu!”

“Lalu seorang prajurit Anshar menggantikannya. Begitu terus hingga 11 orang prajurit muslim menemui syahid. Tinggal Thalhah sendiri bersama Rasulullah. Hingga kemudian Rasululah memerintahkan kepada Thalhah, “Sekarang engkau, wahai Thalhah!”

Baca juga: Kisah Perempuan di Perang Uhud yang Mengkhawatirkan Rasulullah

Tanpa menunggu lagi, Thalhah pun maju menghadang musuh dan menghalau mereka agar tak bisa mendekati Rasulullah. Thalhah kembali ke dekat Rasulullah dan menaikkannya sedikit ke bukit. Disandarkannya tubuh Rasulullah yang mulia. Gigi taringnya patah, kening dan bibirnya sobek, darah mengucur dari muka beliau.

Abu Bakar dan Abu Ubaidah bin Jarrah menemui Rasulullah, tapi Rasulullah menyuruh mereka membantu Thalhah. Thalhah ditemukan dalam keadaan pingsan, tak kurang dari 79 luka bekas tebasan pedang, tusukan lembing, dan lemparan panah memenuhi tubuhnya.

Pergelangan tangannya putus sebelah. Darah segar mengucur dari tubuhnya. Semua orang mengira Thalhah sudah syahid karena luka parah yang dideritanya, tapi ternyata ia masih hidup sehingga akhirnya Thalhah mendapat julukan “asy-syahidul al-hayyu” atau syahid yang masih hidup.

Sejak saat itu, jika ada yang membicarakan perang Uhud di depan Abu Bakar , Abu Bakar selalu menyahut, “Perang hari itu adalah peperangan milik Thalhah seluruhnya.”

Seakan ingin menebus ketidakhadirannya pada perang Badar, Thalhah mempertaruhkan semuanya di perang Uhud. Sebab saat perang Badar terjadi dia dan Sa’id bin Zaid tengah diutus menjadi mata-mata di luar kota oleh Rasulullah. Meski demikian, Thalhah tetap mendapat ghanimah Badar.

Baca juga: Amru bin Jumuh: Si Pincang yang Syahid di Perang Uhud

Teguh Pendirian
Thalhah adalah seorang pemuda yang cerdas. Keislamannya berawal ketika ia tengah berjalan ke Syam dan bertemu dengan pendeta yang mengabarkan kedatangan Nabi terakhir, Muhammad SAW. Ia bercerita kepada Abu bakar yang kemudian mengantarkannya menemui Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah menjelaskan apa itu Islam kepada Thalhah, dan dengan ringan Thalhah pun mengucap dua kalimat syahadat. Peristiwa keislaman Thalhah menjadi berita yang amat mengejutkan, terutama untuk keluarganya. Berbagai bujuk rayu dari keluarga dan kaumnya tak lagi dihiraukannya. Pendirian Thalhah tak dapat digoyahkan.

Baca juga: Dzikir 70 Sahabat Nabi Saat Perang Uhud: Hasbunallah Wa Ni’mal Wakil

Thalhah dikenal sebagai orang yang jujur dan teguh pendirian. Sejak awal keislamannya, ia juga tak pernah ingkar janji dan dermawan. Pernah dia membawa pulang keuntungan dagang sebesar 700.000 dirham. Entah kenapa malamnya Thalhah gelisah, risau dan merasa tidak tenang. Istrinya sampai kebingungan melihatnya.

“Mengapa engkau gelisah, apa aku telah melakukan kesalahan padamu?”

“Tidak. Engkau tak melakukan kesalahan apapun, tapi memang ada yang mengganggu pikiranku. Pikiran seorang hamba yang tak tenang ingin memejamkan mata sedang ada harta bertumpuk di rumahnya.”

“Mengapa engkau sampai risau seperti itu. Bukankah banyak yang membutuhkan pertolonganmu. Besok pagi engkau bagikan saja uang itu kepada orang yang membutuhkan.

“Semoga Allah merahmatimu. Sungguh engkau wanita yang mendapat taufik Allah,“ sahut Thalhah bahagia.

Akhirnya Thalhah membagikan uang tersebut kepada fakir miskin Anshar dan Muhajirin keesokan harinya. Ia tak merasa berhak memegang harta sebanyak itu meski itu adalah hasil keuntungan dagangnya. Pantas jika Rasulullah memberinya gelar Thalhah Al-Jaud (Thalhah yang pemurah) dan Thalhah Al-Fayyadh (atau Thalhah yang dermawan).

Thalhah syahid pada usia 60 tahun dalam peristiwa perang Jamal karena luka yang cukup dalam di kakinya. Atas semua kisah hidupnya yang tidak biasa, Thalhah menjadi salah satu orang yang dijamin masuk surga bersama 9 sahabat lainnya.

Baca juga: Kisah Cinta Luar Biasa Seorang Muslimah yang Mengkhawatirkan Rasulullah SAW Saat Perang Uhud
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Kisah Sahabat Nabi dari...
Kisah Sahabat Nabi dari Iran : Salman Al Farisi Sempat Menjadi Penjaga Api Agama Majusi
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Debat Sengit Khalifah Abu Bakar dan Umar bin Khattab Tentang Pembangkang Bayar Zakat
Kisah Sahabat Nabi :...
Kisah Sahabat Nabi : Iktikaf Abu Sa’id Al-Khudri Bersama Rasulullah SAW
Kisah Teladan di Bulan...
Kisah Teladan di Bulan Ramadan: Abu Bakar Ash Shiddiq Setia Mendampingi Rasulullah di Perang Badar
Kisah Teladan Puasa...
Kisah Teladan Puasa Ramadan : Jasad Abu Talhah Tetap Utuh dan Tak Bau karena Kebiasaan Berpuasa
Rekomendasi
Fenomena Cincin Asap...
Fenomena Cincin Asap Terlihat di Atas Gunung Berapi Italia
Benda Berbulu Jatuh...
Benda Berbulu Jatuh dari Langit, Apakah Itu?
Harta Karun Pembawa...
Harta Karun Pembawa Kutukan Paling Mematikan di Dunia
Artikel Terkini
Perlukah Melakukan Resolusi...
Perlukah Melakukan Resolusi Hidup di Tahun Baru Islam?
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Bolehkah Puasa pada...
Bolehkah Puasa pada 1 Muharram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalilnya
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran...
Khotbah Jumat : 5 Pelajaran dalam Pergantian Tahun Baru Hijriyah
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Bulan Pertama Tahun Hijriah? Ini Sejarah dan Keistimewaannya
Jangan Salah Kaprah!...
Jangan Salah Kaprah! Begini Cara Menyambut Tahun Baru Islam Menurut Syariat
Infografis
Momen-Momen Besar dalam...
Momen-Momen Besar dalam 100 Hari Perang Rusia-Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved