Kisah Perempuan di Perang Uhud yang Mengkhawatirkan Rasulullah

loading...
Kisah Perempuan di Perang Uhud yang Mengkhawatirkan Rasulullah
Kabar kekalahan kaum muslim di perang Uhud langsung terdengar di kalangan perempuan kaum Anshar, mereka terpaksa keluar dari rumah masing-masing untuk menanyakan kabar tentang Nabi Shalallahu alaihi wa sallam. Foto ilustrasi/ist
Dalam perang Uhud, kaum muslimin banyak mengalami penderitaan dan kesusahan. Bahkan banyak di antara mereka yang mati syahid . Kabar ini telah sampai ke Madinah, sehingga kaum perempuan juga mengetahui berita kekalahan ini.

Mereka sangat mengkhawatirkan keselamatan Rasulullah, sehingga mereka terpaksa keluar dari rumah masing-masing untuk menanyakan kabar tentang Nabi Shalallahu alaihi wa sallam. Kecintaannya pada Rasulullah membuat kaum muslimah ini sangat mengkhawatirkannya. Salah satu kisahnya diceritakan dalam kitab "Fadhail A'mal' yang ditulis Maulana Muhammad Zakariyya Al Khandalawi rah.

(Baca juga : Hadiah Pahala Jariyah dari Anak yang Saleh )

Diceritakan, ada seorang perempuan yang mendatangi sekumpulan orang-orang yang membicarakan musibah tersebut. Dia bertanya, "Bagaimanakah keadaan Rasulullah?"

Seorang dari mereka menyahut, "Ayahmu telah meninggal dunia." Dia berkata, "Inna lillahi wa inna ilaihi raaji'uun."

Kemudian perempuan itu kembali menanyakan keselamatan Rasulullah, dan ada lagi seorang yang berkata, "Suamimu telah mati syahid."

(Baca juga : Inilah 10 Adab Berbicara Agar Lisan Terjaga )

Ada yang berkata, "Saudaramu telah mati syahid." Juga ada yang berkata, "Anakmu telah mati syahid." Namun dia tetap bertanya, "Bagaiamana keadaan Rasulullah?"

Orang-orang menjawab, "Rasulullah dalam keadaan bai-baik saja, sebentar lagi beliau akan pulang." Tetapi perempuan itu belum merasa puas, dia bertanya lagi, "Di manakah Rasulullah?" Lalu orang-orang berkata, "Beliau berada di kerumunan orang-orang itu."

(Baca juga : Doni Monardo Sebut Aman, Iman, dan Imun Jadi Kunci Selamat dari Covid-19 )

Maka dia segera berlari ke tempat itu, dan akhirnya ia dapat melihat Rasulullah dengan penuh kegembiraan. Dia berkata, "Ya Rasulullah, penderitaan saya menjadi ringan setelah saya melihatmu."

Dalam riwayat lain dia mengatakan, "Ya Rasulullah, demi ibu bapak yang telah kami korbankan, jika saya melihatmu dalam keadaan hidup dan selamat, maka saya tidak akan peduli terhadap musibah apapun."

(Baca juga : Cakep, Perusahaan Minyak dan Setrum Bakal Gabung Inalum Bikin Pabrik Baterai Senilai Rp290 Triliun )

Hikmah kisah

Kisah tadi menunjukkan, begitulah kecintaan para sahabat terhadap Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Hal itu terjadi dikarenakan sikap terpuji Rasulullah yang selalu senantiasa diperlihatkan kepada sahabat sahabatnya.

Maka sudah sepatutnya kita sebagai umat dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallamuntuk berusaha mencontah apa yang telah diperbuat oleh junjungan kita Nabi mulia Muhammad Shallallahu alaihi wa sallamdan juga para sahabatnya.

(Baca juga : Pelajar Jangan Mau Dijadikan Kambing Hitam dalam Aksi Demo )

Wallahu A'lam
(wid)
cover top ayah
وَكَمۡ اَهۡلَـكۡنَا قَبۡلَهُمۡ مِّنۡ قَرۡنٍ هُمۡ اَشَدُّ مِنۡهُمۡ بَطۡشًا فَنَقَّبُوۡا فِى الۡبِلَادِ ؕ هَلۡ مِنۡ مَّحِيۡصٍ
Dan betapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, (padahal) mereka lebih hebat kekuatannya daripada mereka (umat yang belakangan) ini. Mereka pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah tempat pelarian (dari kebinasaan bagi mereka)?

(QS. Qaf:36)
cover bottom ayah
preload video