3 Makna Lailatul Qadar Menurut Quraish Shihab
Selasa, 19 April 2022 - 14:08 WIB
loading...
Kata qadr paling tidak digunakan untuk tiga arti. Foto/Ilustrasi: Ist
A
A
A
Hal yang dinantikan di bulan Ramadhan adalah turunnya lailatul qadar . Lalu, apa arti malam Al-Qadr dan mengapa malam itu dinamai demikian?
Cendekiawan muslim ilmu Al-Qur’an, Prof Muhammad Quraish Shihab dalam bukunya berjudul " Wawasan Al-Quran " menjelaskan kata qadr sendiri paling tidak digunakan untuk tiga arti:
Pertama, penetapan dan pengaturan sehingga Laylat Al-Qadr dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia.
Baca juga: Mimpi Rasulullah SAW Diperlihatkan Lailatul Qadar
Pendapat ini dikuatkan oleh penganutnya dengan firman Allah pada surah 44 :3 yang disebut di atas. Ada ulama yang memahami penetapan itu dalam batas setahun.
Al-Qur'an yang turun pada malam Laylat Al-Qadr diartikan bahwa pada malam itu Allah SWT mengatur dan menetapkan khiththah dan strategi bagi Nabi-Nya, Muhammad SAW, guna mengajak manusia kepada agama yang benar yang pada akhirnya akan menetapkan perjalanan sejarah umat manusia, baik sebagai individu maupun kelompok.
Kedua, kemuliaan. Malam tersebut adalah malam mulia yang tiada bandingnya. Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al-Quran serta karena ia menjadi titik tolak dari segala kemuliaan yang dapat diraih.
Kata qadr yang berarti mulia ditemukan dalam ayat ke-91 surah Al-An'am yang berbicara tentang kaum musyrik: Ma qadaru Allaha haqqa qadrihi idz qalu ma anzala Allahu 'ala basyarin min syay'i (Mereka itu tidak memuliakan Allah sebagaimana kemuliaan yang semestinya, tatkala mereka berkata bahwa Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia).
Ketiga, sempit. Malam tersebut adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi, seperti yang ditegaskan dalam surah Al-Qadr: Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
Kata qadr yang berarti sempit digunakan oleh Al-Qur'an antara lain dalam ayat ke-26 surah Al-Ra'd : Allah yabsuthu al-rizqa liman yasya' wa yaqdiru (Allah melapangkan rezeki bagi yang dikehendaki dan mempersempitnya [bagi yang dikehendaki-Nya]).
Cendekiawan muslim ilmu Al-Qur’an, Prof Muhammad Quraish Shihab dalam bukunya berjudul " Wawasan Al-Quran " menjelaskan kata qadr sendiri paling tidak digunakan untuk tiga arti:
Pertama, penetapan dan pengaturan sehingga Laylat Al-Qadr dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia.
Baca juga: Mimpi Rasulullah SAW Diperlihatkan Lailatul Qadar
Pendapat ini dikuatkan oleh penganutnya dengan firman Allah pada surah 44 :3 yang disebut di atas. Ada ulama yang memahami penetapan itu dalam batas setahun.
Al-Qur'an yang turun pada malam Laylat Al-Qadr diartikan bahwa pada malam itu Allah SWT mengatur dan menetapkan khiththah dan strategi bagi Nabi-Nya, Muhammad SAW, guna mengajak manusia kepada agama yang benar yang pada akhirnya akan menetapkan perjalanan sejarah umat manusia, baik sebagai individu maupun kelompok.
Kedua, kemuliaan. Malam tersebut adalah malam mulia yang tiada bandingnya. Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al-Quran serta karena ia menjadi titik tolak dari segala kemuliaan yang dapat diraih.
Kata qadr yang berarti mulia ditemukan dalam ayat ke-91 surah Al-An'am yang berbicara tentang kaum musyrik: Ma qadaru Allaha haqqa qadrihi idz qalu ma anzala Allahu 'ala basyarin min syay'i (Mereka itu tidak memuliakan Allah sebagaimana kemuliaan yang semestinya, tatkala mereka berkata bahwa Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia).
Ketiga, sempit. Malam tersebut adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi, seperti yang ditegaskan dalam surah Al-Qadr: Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
Kata qadr yang berarti sempit digunakan oleh Al-Qur'an antara lain dalam ayat ke-26 surah Al-Ra'd : Allah yabsuthu al-rizqa liman yasya' wa yaqdiru (Allah melapangkan rezeki bagi yang dikehendaki dan mempersempitnya [bagi yang dikehendaki-Nya]).
Lihat Juga :