Jarang Diketahui! Inilah Asbabun Nuzul Diturunkannya Surat Al-Qadar
Jum'at, 29 April 2022 - 03:05 WIB
loading...
A
A
A
Ia pernah memerangi orang-orang kafir selama 1000 bulan. Dengan sekali tebasan senjatanya, ia mampu membunuh banyak orang kafir. Begitulah yang ia lakukan sampai usianya menginjak 1000 bulan. Dengan bantuan istrinya yang berkhianat, orang-orang kafir dapat memperdayanya dan hendak membunuhnya. Akan tetapi, Allah menyelamatkannya. Sebagai rasa syukur, ia beribadah kepada Allah. Malam harinya ia gunakan untuk sholat, sedangkan siang harinya berpuasa.
Mendengar cerita itu, para sahabat menangis merindukan dapat melakukan hal yang sama. Mereka bertanya: "Wahai Rasulullah! Tahukah engkau berapa banyak pahala Syam'un?" Beliau menjawab: "Tidak tahu." Setelah itu, turunlah Surat Al-Qadr. Jibril lalu berkata: "Wahai Muhammad, Allah telah memberimu dan umatmu Lailatul Qadar. Beribadahlah pada malam itu lebih baik daripada ibadah selama 1000 bulan."
Dalam riwayat lain, seperti yang terdapat pada Kitab Muwattha. "Dan diceritakan kepadaku Ziyad dari Malik sesungguhnya aku mendengar dari ahli ilmu, sesungguhnya Rasulullah diberitahu rata-rata umat manusia sebelumnya atau sesuatu yang dikehendaki Allah dalam hal itu, maka seolah-olah usia umatnya sangat pendek jika dibanding dengan usia umat-umat terdahulu. Sehingga mereka tidak akan dapat menyamai amalan yang dicapai oleh umat selain mereka yang memiliki usia lebih panjang. Maka Allah memberikan kepada beliau dan umatnya Lailatul Qadar, satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
Referensi:
1. Buku Pedoman Puasa karya Hasbi ash-Shiddieqy.
2. Tafsir Al-Mishbah pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur'an karya M Quraish Shihab.
3. Tafsir Mafatihul Ghaib karya Fakhrur Razi.
4. Tafsir Al-Munir karya Wahbah Zuhaily.
5. Tafsir Jamiul Bayan An Ta'wilil Qur’an karya At-Thabari.
6. Menuai Hikmah Ramadhan dan Keistimewaan Lailatul Qadar karya Abdul Aziz Muhammad As-Salam.
7. Kitab Al-Muwaththa karya Imam Malik.
8. Jurnal IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Baca Juga: 7 Keutamaan Lailatul Qadar dan Doa untuk Mendapatkannya
Mendengar cerita itu, para sahabat menangis merindukan dapat melakukan hal yang sama. Mereka bertanya: "Wahai Rasulullah! Tahukah engkau berapa banyak pahala Syam'un?" Beliau menjawab: "Tidak tahu." Setelah itu, turunlah Surat Al-Qadr. Jibril lalu berkata: "Wahai Muhammad, Allah telah memberimu dan umatmu Lailatul Qadar. Beribadahlah pada malam itu lebih baik daripada ibadah selama 1000 bulan."
Dalam riwayat lain, seperti yang terdapat pada Kitab Muwattha. "Dan diceritakan kepadaku Ziyad dari Malik sesungguhnya aku mendengar dari ahli ilmu, sesungguhnya Rasulullah diberitahu rata-rata umat manusia sebelumnya atau sesuatu yang dikehendaki Allah dalam hal itu, maka seolah-olah usia umatnya sangat pendek jika dibanding dengan usia umat-umat terdahulu. Sehingga mereka tidak akan dapat menyamai amalan yang dicapai oleh umat selain mereka yang memiliki usia lebih panjang. Maka Allah memberikan kepada beliau dan umatnya Lailatul Qadar, satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan.
Referensi:
1. Buku Pedoman Puasa karya Hasbi ash-Shiddieqy.
2. Tafsir Al-Mishbah pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur'an karya M Quraish Shihab.
3. Tafsir Mafatihul Ghaib karya Fakhrur Razi.
4. Tafsir Al-Munir karya Wahbah Zuhaily.
5. Tafsir Jamiul Bayan An Ta'wilil Qur’an karya At-Thabari.
6. Menuai Hikmah Ramadhan dan Keistimewaan Lailatul Qadar karya Abdul Aziz Muhammad As-Salam.
7. Kitab Al-Muwaththa karya Imam Malik.
8. Jurnal IAIN Syekh Nurjati Cirebon.
Baca Juga: 7 Keutamaan Lailatul Qadar dan Doa untuk Mendapatkannya
(rhs)
Lihat Juga :