Kenapa Mesti Mengeluarkan Zakat Fitrah? Berikut 5 Hikmahnya
Minggu, 01 Mei 2022 - 17:54 WIB
loading...
Zakat fitrah disyariatkan pada Tahun ke 2 Hijriyah bersamaan dengan diwajibkannya puasa Ramadhan. Foto/Ist
A
A
A
Zakat fitrah adalah zakat yang diwajibkan setelah melakukan ibadah puasa Ramadhan. Adapun makna fitrah itu sendiri adalah khilqoh yaitu pembawaan alami sejak lahir, yang mesti dijaga kesuciannya sebagaimana firman Allah berikut:
Artinya: "Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu." (QS Ar-Ruum: 30)
Kemudian zakat fitrah ini disyariatkan pada Tahun ke 2 Hijriyah. Bersamaan dengan tahun diwajibkannya berpuasa Ramadhan, dan pengambilan hukum zakat fitrah sebelum ijma' para ulama adalah bersumber dari hadis:
فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ - صلى الله عليه وسلم - زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى النَّاسِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيْرٍ عَلَى كُلِّ حُرٍّ أَوْ عَبْدِ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ.
"Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah dari bulan Ramadhan atas manusia, satu sho' dari kurma atau satu sho' dari gandum atas tiap-tiap orang merdeka atau hamba laki-laki atau hamba perempuan dari kaum muslimin." ( HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Berikut 5 Hikmah dari Zakat Fitrah :
1. Menutupi cacat-cacat yang terdapat pada puasa ramadhan, seperti dosa-dosa atau keteledoran-keteledoran ibadah ketika berpuasa Ramadhan. Imam Waki', gurunya Imam Syafi'i berkata:
زكاة الفطر لشهر رمضان كسجدة السهو للصلاة تجبر نقص الصوم، كما يجبر السجود نقص الصلاة
Artinya: "Zakat fitrah untuk bulan Ramadhan seperti sujud sahwi untuk shalat, zakat fitrah untuk menutupi kekurangan yang ada pada puasa bulan Ramadhan, sebagai mana sujud sahwi menutupi kekurangan pada shalat."
2. Memenuhi kebutuhan orang yang membutuhkan seperti fakir miskin agar mereka ikut juga merasakan kegembiraan pada hari raya idul Fitri, sebagaimana dalam hadis dijelaskan:
فِطْرَتَ اللهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا
Artinya: "Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu." (QS Ar-Ruum: 30)
Kemudian zakat fitrah ini disyariatkan pada Tahun ke 2 Hijriyah. Bersamaan dengan tahun diwajibkannya berpuasa Ramadhan, dan pengambilan hukum zakat fitrah sebelum ijma' para ulama adalah bersumber dari hadis:
فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ - صلى الله عليه وسلم - زَكَاةَ الْفِطْرِ مِنْ رَمَضَانَ عَلَى النَّاسِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيْرٍ عَلَى كُلِّ حُرٍّ أَوْ عَبْدِ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ.
"Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah dari bulan Ramadhan atas manusia, satu sho' dari kurma atau satu sho' dari gandum atas tiap-tiap orang merdeka atau hamba laki-laki atau hamba perempuan dari kaum muslimin." ( HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Berikut 5 Hikmah dari Zakat Fitrah :
1. Menutupi cacat-cacat yang terdapat pada puasa ramadhan, seperti dosa-dosa atau keteledoran-keteledoran ibadah ketika berpuasa Ramadhan. Imam Waki', gurunya Imam Syafi'i berkata:
زكاة الفطر لشهر رمضان كسجدة السهو للصلاة تجبر نقص الصوم، كما يجبر السجود نقص الصلاة
Artinya: "Zakat fitrah untuk bulan Ramadhan seperti sujud sahwi untuk shalat, zakat fitrah untuk menutupi kekurangan yang ada pada puasa bulan Ramadhan, sebagai mana sujud sahwi menutupi kekurangan pada shalat."
2. Memenuhi kebutuhan orang yang membutuhkan seperti fakir miskin agar mereka ikut juga merasakan kegembiraan pada hari raya idul Fitri, sebagaimana dalam hadis dijelaskan:
Lihat Juga :