Peristiwa Besar Saat Gerhana Matahari Zaman Nabi, Kini Pertanda Apa?

Minggu, 21 Juni 2020 - 05:00 WIB
loading...
Peristiwa Besar Saat...
Gerhana Matahari cincin di atas New Mexico. Foto/Ilustrasi/apod.nasa.gov/Colleen Pinski
A A A
Gerhana Matahari Cincin pada 27 Januari 632 M yang bertepatan dengan 29 Syawal 10 hijriyah adalah hari berduka bagi kaum muslimin. Kala itu, putra Rasulullah Shalallahu alaihi wa salam (SAW) bernama Ibrahim meninggal dunia. Buah hari Rasulullah dengan Sayyidah Mariyah itu meninggal tatkala masih bayi. (Baca juga: Gerhana Matahari Saat Ibrahim, Putra Rasulullah, Wafat )

Kala itu, di kota suci Madinah , gerhana tersebut tampak sebagai gerhana sebagian di pagi hari dengan 76% cakram Matahari tertutupi saat puncak gerhana.

Lantaran terjadinya gerhana matahari bertepatan dengan meninggalnya putra Rasulullah, banyak kalangan umat Islam yang menghubung-hubungan kedua peristiwa tersebut. Ada yang menganggap itu sebagai mukjizat Nabi Muhammad SAW.

Muhammad Husain Haekal dalam "Sejarah Hidup Muhammad" melukiskan karena cintanya yang begitu besar kepada Ibrahim, dan rasa duka yang begitu dalam karena kematiannya, adakah ia lalu merasa terhibur mendengar kata-kata itu, atau setidak-tidaknya akan didiamkan saja, menutup mata melihat orang sudah begitu terpesona karena telah menganggap itu suatu mujizat?

"Tidak," tulis Haekal. "Dalam keadaan serupa itu, kalau pun ini layak dilakukan oleh mereka yang suka mengambil kesempatan karena kebodohan orang, atau layak dilakukan oleh mereka yang sudah tak sadar karena terlampau sedih, buat orang yang berpikir sehat tentu hal ini tidak layak, apalagi buat Nabi Besar!" lanjutnya. Baca juga: Mengupas Mitos hingga Takhayul Dibalik Peristiwa Gerhana Matahari

Oleh karena itu, usai memakamkan putranya, Rasulullah SAW menjelaskan gerhana tidaklah berhubungan dengan hidup matinya seseorang. Karena Bulan dan Matahari adalah dua dari sekian banyak tanda–tanda kekuasaan Allah SWT. Nabi Muhammad SAW kemudian meminta Umat Islam agar segera berzikir dengan menunaikan salat gerhana tatkala menyaksikan peristiwa gerhana.

Rasulullah melihat mereka yang mengatakan bahwa matahari telah jadi gerhana karena kematian Ibrahim, dalam khutbahnya kepada mereka ia berkata:

"Matahari dan bulan ialah tanda kebesaran Tuhan, yang tidak akan jadi gerhana karena kematian atau hidupnya seseorang. Kalau kamu melihat hal itu, berlindunglah dalam zikir kepada Tuhan dengan berdoa."

Haekal menyatakan sungguh suatu kebesaran yang tiada taranya. Rasul tidak melupakan risalahnya itu dalam suatu situasi yang begitu gawat, situasi jiwa yang sedang dalam keharuan dan kesedihan yang amat dalam!

Baca juga: Cara Mudah Menyaksikan Gerhana Matahari Cincin Api Secara Online

Kalangan Orientalis dalam menanggapi peristiwa yang terjadi terhadap diri Rasulullah ini, tidak bisa lain mereka bersikap hormat dan kagum sekali! Mereka tidak dapat menyembunyikan rasa kekaguman dan rasa hormatnya itu kepadanya.

"Mereka menyatakan pengakuan mereka tentang kejujuran orang itu, yang dalam situasi yang sangat gawat ia tetap mempertahankan hak dan kejujurannya yang sungguh-sungguh!" tulis Haekal.

Baca juga: Muhammadiyah Terbitkan Maklumat Salat Gerhana Matahari Cincin

Tiga Peristiwa Besar

Menurut Muhammad Ma’rufin Sudibyo, pengurus LF Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), berdasarkan data hisab Five Millenium Canon of Solar Eclipses yang disilangkan dengan data sejarah, pada zaman dahulu, terdapat tiga peristiwa besar yang terjadi saat gerhana matahari.

Selain pada saat putra Rasulullah SAW meninggal, peristiwa besar kedua adalah gerhana matahari total pada 9 Mei 1533 SM bertepatan dengan masa Nabi Ibrahim AS di Tanah Palestina. Menurut Ma’rufin, gerhana tersebut berlangsung kala matahari dalam proses terbenam.

Baca Juga: Jadwal Puasa Sunnah di Bulan Juni 2020

Selanjutnya yang ketiga, Ma’rufin menyebut bahwa pernah juga terjadi gerhana matahari cincin (GMC) yang bertepatan dengan pertempuran puncak penaklukan tanah Palestina oleh pasukan di bawah pimpinan Nabi Yusya, tepatnya pada 30 Oktober 1207 SM.

Selain itu, gerhana matahari juga terjadi pada 24 November 569 M, berdekatan dengan masa kelahiran Rasulullah SAW. Saat itu, terjadi peristiwa gerhana matahari total (GMT). Namun, gerhana nampak sebagian di Kota Makkah .

“Di Kota Suci Makkah, gerhana itu nampak sebagai gerhana sebagian di pagi hari dengan 64 persen cakram matahari tertutupi,” tutur Ma’rufin.

Konjungsi Bulan-Matahari
Hari ini, Ahad (21/6/2020) atau bertepatan dengan 29 Syawwal 1441 H masyarakat Indonesia juga akan kembali menyaksikan Gerhana Matahari Cincin (Annular). (Baca juga: Besok Gerhana Matahari Cincin, Begini Tata Cara Salat Gerhana Pendek )

Sebagian besar masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan gerhana matahari ini meski dalam wujud gerhana sebagian, karena hanya sebagian kecil paras Matahari yang tertutupi oleh Bulan. (Baca juga: Daftar Daerah di Indonesia yang Bisa dan Tidak Melihat Gerhana Matahari Cincin )

Gerhana matahari (al–kusuf asy–syams) terjadi saat bumi, bulan, dan matahari benar-benar sejajar dalam satu garis lurus ditinjau dari perspektif tiga dimensi, dengan Bulan berada di antara Bumi dan Matahari.

KH Sirril Wafa, Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengatakan dalam khazanah ilmu falak, Gerhana Matahari terjadi bersamaan dengan konjungsi Bulan-Matahari (ijtima’) dengan Bulan menempati salah satu di antara dua titik nodalnya.

Baca Juga: Puasa Sunnah Syawal Tinggal 10 Hari Lagi

Titik nodal, terangnya, merupakan titik potong khayali di langit di mana orbit Bulan tepat memotong ekliptika (masir asy–syams), yakni bidang edar orbit Bumi dalam mengelilingi Matahari.

“Sebagai akibat kesejajaran tersebut maka pancaran sinar Matahari yang menuju ke Bumi akan terblokir sedikit oleh Bulan. Maka peristiwa Gerhana Matahari selalu terjadi di siang hari,” kata dosen Ilmu Falak UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Lebih lanjut, Kiai Sirril Wafa menjelaskan bahwa pemblokiran tersebut terjadi secara tidak merata di sekujur paras bumi yang sedang terpapar sinar matahari pada saat itu. Melainkan hanya di sektor–sektor tertentu saja yang bergantung pada geometri orbit Bulan kala kesejajaran tersebut terjadi. Hal tersebut mengingat ukuran bulan jauh lebih kecil dibanding bumi. (Baca juga: Lafaz Niat Puasa Sunnah Kamis dan Keutamaannya )
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Di Balik Perintah dan...
Di Balik Perintah dan Makna Ibadah Haji : Pelajaran dari Perjalanan Nabi Ibrahim dan Keluarganya
Sejarah Pensyariatan...
Sejarah Pensyariatan Salat Gerhana, Penting Diketahui Kaum Muslim
Niat Salat Gerhana Bulan...
Niat Salat Gerhana Bulan Total dan Tata Caranya
Kemenag Imbau Umat Islam...
Kemenag Imbau Umat Islam Salat Gerhana Bulan, Doakan Keselamatan Bangsa, Kapan?
Hari Raya Iduladha :...
Hari Raya Iduladha : Tapak Tilas Bersejarah Nabi Ibrahim AS
Mengenal Sejarah Kurban,...
Mengenal Sejarah Kurban, Dimulai dari Nabi Adam AS Disempurnakan oleh Nabi Ibrahim AS
Rekomendasi
Sebagian Besar Kerak...
Sebagian Besar Kerak Bumi yang Hilang Ditemukan, di Sini Letaknya
Jika Sumur Neraka Berpenghuni,...
Jika Sumur Neraka Berpenghuni, Sains Pastikan Bukan Makhluk Sembarangan
Jangan Anggap Modifikasi...
Jangan Anggap Modifikasi Cuaca Solusi Aman, Ini Risiko yang Harus Diketahui
Artikel Terkini
Makna Basmalah dan Tafsirnya...
Makna Basmalah dan Tafsirnya dalam Islam, Ini Arti Bismillahirrahmanirrahim
Asal Usul Bacaan Basmalah,...
Asal Usul Bacaan Basmalah, Ternyata Pertama Kali Ditulis oleh Nabi Sulaiman AS
Dahsyatnya Bismillah,...
Dahsyatnya Bismillah, Doa Perisai Diri yang Ampuh dari Segala Kejahatan dan Gangguan
Keutamaan Bismillah...
Keutamaan Bismillah yang Jarang Diketahui, Dosa Diampuni dan Amal Kebaikan Dilipatgandakan
Menag Nasaruddin Umar,...
Menag Nasaruddin Umar, Andra Soni, dan Saleh Husin Hadiri MTQ Imam Masjid Se-Banten di Masjid Raya Baitul Mukhtar BSD
Cristiano Ronaldo Viral...
Cristiano Ronaldo Viral Ucap Bismillah, Bolehkah Hanya Bismillah atau Bismillahirrahmanirrahim? Ini Penjelasan Ulama
Infografis
Penampakan Ledakan Besar...
Penampakan Ledakan Besar Matahari, Apa Dampaknya ke Bumi?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved