Ramadhan: Restorasi Kehidupan dan Komitmen Ubudiyah kepada Allah

Kamis, 05 Mei 2022 - 21:45 WIB
loading...
Ramadhan: Restorasi...
Imam Shamsi Ali, Direktur/Imam Jamaica Muslim Center. Foto/Ist
A A A
Imam Shamsi Ali
Imam/Direktur Jamaica Muslim Center
Presiden Nusantara Foundation

Hal yang paling esensi dari hasil restorasi fitrah selama Ramadhan adalah akan terjadi restorasi relasi dengan sang Khaliq. Sesungguhnya esensi dasar dari fitrah manusia itu adalah terbentuknya "covenant" (mi'tsaq) atau perjanjian kuat antara seorang manusia dan sang Khaliq.

Dalam ajaran Islam janji seorang hamba kepada Tuhannya ini ditegaskan dalam Al-Qur'an :

وَ اِذۡ اَخَذَ رَبُّكَ مِنۡۢ بَنِىۡۤ اٰدَمَ مِنۡ ظُهُوۡرِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَ اَشۡهَدَهُمۡ عَلٰٓى اَنۡفُسِهِمۡ‌ ۚ اَلَسۡتُ بِرَبِّكُمۡ‌ ؕ قَالُوۡا بَلٰى‌ ۛۚ شَهِدۡنَا ‌ۛۚ اَنۡ تَقُوۡلُوۡا يَوۡمَ الۡقِيٰمَةِ اِنَّا كُنَّا عَنۡ هٰذَا غٰفِلِيۡنَ

Artinya: "Dan ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka: bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab, Betul, kami bersaksi. (kami berjanji) agar di hari Kiamat kami tidak mengatakan, Sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini." (Al-A'raf 7: Ayat 172)

Janji ini sekaligus seperti disebutkan terdahulu merupakan identitas dasar manusia yang disebut fitrah (insaniat). Dengannya manusia menjaga eksistensinya sebagai manusia. Dan tanpa dengannya manusia kehilangan identitas kemanusiaannya.

Sebagai bagian dari upaya menguatkan atau menyuburkan kembali kefitrahan itu selama Ramadhan "convent" atau janji penghambaan (ubudiyah) kepada Allah dikuatkan. Sehingga Ramadhan sangat dikenal sebagai bulan ibadah atau ubudiyah (Syahrul ibaadaah).

Komitmen ubudiyah inilah yang menjadi bagian kedua dari restorasi yang terjadi selama Ramadhan. Seorang hamba akan melakukan yang terbaik untuk merestorasi relasi dan komitmen ubudiyahnya kepada Allah SWT.

Barangkali ini pula salah satu rahasia kenapa ibadah-ibadah selama Ramadhan diberikan nilai tambah yang berlipat. Amalan-amalan sunnah dimaknai atau dinilai seolah amalan fardhu. Berumrah di bulan Ramadhan misalnya secara value (nilai) bagaikan menunaikan ibadah haji.

Karena memang semua itu dimaksudkan untuk mereparasi kembali relasi antara seorang hamba dan Tuhannya. Puasa juga bahkan diakui sebagai amalan yang secara ekslusif menjadi milik Allah.

Dalam Hadits Qudsi disebutkan bahwa "semua amalan anak Adam adalah miliknya kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu adalah milikKu".

Diakuinya, puasa sebagai milik Allah ini tentu juga memberikan nilai istimewa yang lain. Salah satunya karena puasa seolah mengembalikan manusia kepada identitas dasar dan misi utama hidupnya sebagai "Abdullah". Bahwa wujud manusia itu dan misi utamanya dalam hidup ini adalah "li'ibadatill" (penyembahan kepada Allah).

Permasalahannya memang manusia kerap kali menjadi lengah atau lupa. Kata manusia itu sendiri memiliki konotasi "nas-yun" (lupa). Yang Kemudian diperkuat oleh dorongan hawa nafsu di satu sisi dan tarikan dunia yang melupakan di sisi lain. Maka terjadilah "nasullaha fa ansaahum anfusahum" (mereka lupa kepada Allah maka mereka dijadikan lupa diri).

Di saat manusia lupa diri itulah terjadi perilaku yang tida alami. Banyak yang tidak sadar bahwa mengingkari Tuhan itu tidak alami. Tidak melakukan ubudiyah itu tidak alami. Hingga melakukan hal-hal yang tidak sejalan dengan keridhoaan Allah itu sesungguhnya tidak alami dalam hidup seorang manusia (yang Fitri).

Maka bulan Ramadhan menjadi sarana yang sangat efektif untuk membangun kembali kesadaran ubudiyah itu. Di bulan inilah terjadi koneksi yang sangat intim dengan Pencipta.

Relasi ubudiyah yang begitu dekat itu digambarkan dalam sebuah ayat yang terletak di antara ayat-ayat puasa: "Dan jika hamba-hambaKu bertanya padamu tentang Aku sampaikan bahwa Aku sangat dekat." (Al-Baqarah)

Restorasi kedekatan (Al-Qurbah) bahkan kebersamaan dengan Allah (ma'uyatullah) inilah yang menjadi esensi Ramadhan. Dan dengan merestorasi kedekatan ini hidup manusia akan lebih bermakna dan fitri. Insya Allah!

Baca Juga: Hikmah Idul Fitri 2022, Saatnya Kembali ke Fitrah
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Apa Tujuan dari Puasa...
Apa Tujuan dari Puasa Ramadan? Begini Penjelasan Al Quran dan Hadis
Kisah Hikmah : Menu...
Kisah Hikmah : Menu Buka Puasa Sayyidah Aisyah RA
Mengembalikan Kemuliaan...
Mengembalikan Kemuliaan Nuzulul Qur'an dengan Kesalehan Ritual dan Sosial
Apa Tujuan dari Puasa...
Apa Tujuan dari Puasa Ramadan Berdasarkan Al Quran dan Hadis?
10 Hikmah Puasa Ramadan,...
10 Hikmah Puasa Ramadan, Nomor Terakhir untuk Keseimbangan Hidup
7 Negara dengan Puasa...
7 Negara dengan Puasa Terlama di Tahun 2024, Nomor 1 Ada di Wilayah Benua Amerika
Rekomendasi
Detak Jantung Misterius...
Detak Jantung Misterius dari Dalam Perut Bumi Bakal Membelah Afrika
Zona Subduksi Gibraltar...
Zona Subduksi Gibraltar Bergeliat, Mengancam Samudra Atlantik
Fosil Laut Ungkap Kekuatan...
Fosil Laut Ungkap Kekuatan Arus Teluk yang Mengkhawatirkan
Artikel Terkini
Siap-siap Memasuki Muharram,...
Siap-siap Memasuki Muharram, Ini 4 Keutamaan Bulan Haram Tersebut!
Lambaian Tangan PPIH...
Lambaian Tangan PPIH Iringi 5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tinggalkan Makkah
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved