Kontradiksi Ayat-ayat dalam Al-Qur'an, Adakah?
Selasa, 10 Mei 2022 - 23:35 WIB
loading...
A
A
A
Artinya: "Allah membuat istri Nuh dan istri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing), maka suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikitpun dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya): "Masuklah ke dalam jahannam bersama orang-orang yang masuk (jahannam)." (QS. At-Tahrim: 10)
Sementara di ayat lain justru diceritakan hal yang sebaliknya. Al-Qur'an menceritakan Asiyah yang shalihah, namun entah bagaimana posisinya malah jadi istri Fir'aun sang angkara murka yang justru malah jadi orang yang beriman.
وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Artinya: "Dan Allah membuat istri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: "Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim." (QS. At-Tahrim : 11)
Hikmah
Pelajaran yang bisa kita ambil dari kesan kontradiksi antarayat dalam Al-Qur'an ini adalah sebagai berikut:
1. Jangan terlalu mudah mengambil kesimpulan dari ayat-ayat yang kita baca. Sebab boleh jadi ada ayat lain yang bisa disimpulkan berbeda.
2. Adanya kesan 'kontradiksi' ini tidak harus menunjukkan kelemahan dan kekeliruan Al-Qur'an. Justru sebaliknya menunjukkan kelengkapan dan keseimbangan Al-Qur'an itu sendiri.
Sehingga dalam konteks di atas, ada kecenderungan wanita salihah akan bertemu jodoh dengan laki-laki yang salih. Namun hal itu bukan berarti ketentuan yang sifatnya mutlak.
Dalam kondisi tertentu bisa terjadi hal yang sebaliknya. Dan begitulah kehidupan di muka bumi ini. Al-Qur'an sedang mengajari kita hakikat kehidupan.
Baca Juga: 3 Tingkatan Mempelajari Ilmu Al-Qur'an
Sementara di ayat lain justru diceritakan hal yang sebaliknya. Al-Qur'an menceritakan Asiyah yang shalihah, namun entah bagaimana posisinya malah jadi istri Fir'aun sang angkara murka yang justru malah jadi orang yang beriman.
وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ آمَنُوا امْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Artinya: "Dan Allah membuat istri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: "Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim." (QS. At-Tahrim : 11)
Hikmah
Pelajaran yang bisa kita ambil dari kesan kontradiksi antarayat dalam Al-Qur'an ini adalah sebagai berikut:
1. Jangan terlalu mudah mengambil kesimpulan dari ayat-ayat yang kita baca. Sebab boleh jadi ada ayat lain yang bisa disimpulkan berbeda.
2. Adanya kesan 'kontradiksi' ini tidak harus menunjukkan kelemahan dan kekeliruan Al-Qur'an. Justru sebaliknya menunjukkan kelengkapan dan keseimbangan Al-Qur'an itu sendiri.
Sehingga dalam konteks di atas, ada kecenderungan wanita salihah akan bertemu jodoh dengan laki-laki yang salih. Namun hal itu bukan berarti ketentuan yang sifatnya mutlak.
Dalam kondisi tertentu bisa terjadi hal yang sebaliknya. Dan begitulah kehidupan di muka bumi ini. Al-Qur'an sedang mengajari kita hakikat kehidupan.
Baca Juga: 3 Tingkatan Mempelajari Ilmu Al-Qur'an

(rhs)
Lihat Juga :