Kontradiksi Ayat-ayat dalam Al-Qur'an, Adakah?
Selasa, 10 Mei 2022 - 23:35 WIB
loading...
Adanya kesan kontradiksi antar-ayat Al-Quran menunjukkan kelengkapan dan keseimbangan Al-Quran itu sendiri. Foto/Ist
A
A
A
Ustaz Ahmad Sarwat Lc MA
Pengasuh Rumah Fiqih Indonesia
Secara tegas dan ekplisit Allah Ta'ala telah menyebutkan bahwa semua ayat dalam Al-Qur'an itu tidak ada yang saling bertentangan, sebab semuanya datang dari sisi Allah juga. Lain halnya apabila datang selain Allah, pastilah kita menemukan perbedaan yang banyak.
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا
Artinya: "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur'an? Kalau kiranya Al-Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya." (QS. An-Nisa': 82)
Namun dalam kenyataannya, kadang kita sebagai manusia yang awam dan kurang ilmu, bisa saja mendapatkan kesan dan persepsi tertentu yang berbeda. Kadang kita menemukan ada saja ayat-ayat tertentu yang sekilas di mata kita nampak saling berbeda, bahkan saling bertentangan satu dengan yang lainnya.
Di dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa istri yang baik hanya untuk suami yang baik. Silakan baca ayat berikut ini:
الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ
Artinya: "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)." (QS. An-Nur : 26)
Kalau membaca ayat ini terkesan bahwa Allah telah menetapkan jodoh sesuai dengan keshalihan seseorang. Wanita yang salihah jodohnya pasti mendapatkan laki-laki yang salih juga.
Begitu juga wanita yang tidak salihah, jodohnya akan dapat yang tidak salih juga. Kita tentu sering menemukan bukti nyata atas hakikat kebenaran ayat di atas dalam kehidupan sehari-hari.
Lalu apakah ketentuan Allah terkait dengan status jodoh itu merupakan hukum yang mutlak dan absolut? Apakah wanita salihah mutlak pasti mendapatkan laki-laki yang salih juga?
Jawabannya belum tentu. Sebab Al-Qur'an sendiri yang menceritakan tentang pasangan-pasangan yang tidak seiman. Misalnya istri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth yang kafir, padahal keduanya istri seorang Nabi utusan Allah.
ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ كَفَرُوا امْرَأَتَ نُوحٍ وَامْرَأَتَ لُوطٍ ۖ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللَّهِ شَيْئًا وَقِيلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِينَ
Pengasuh Rumah Fiqih Indonesia
Secara tegas dan ekplisit Allah Ta'ala telah menyebutkan bahwa semua ayat dalam Al-Qur'an itu tidak ada yang saling bertentangan, sebab semuanya datang dari sisi Allah juga. Lain halnya apabila datang selain Allah, pastilah kita menemukan perbedaan yang banyak.
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا
Artinya: "Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur'an? Kalau kiranya Al-Qur'an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya." (QS. An-Nisa': 82)
Namun dalam kenyataannya, kadang kita sebagai manusia yang awam dan kurang ilmu, bisa saja mendapatkan kesan dan persepsi tertentu yang berbeda. Kadang kita menemukan ada saja ayat-ayat tertentu yang sekilas di mata kita nampak saling berbeda, bahkan saling bertentangan satu dengan yang lainnya.
Di dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa istri yang baik hanya untuk suami yang baik. Silakan baca ayat berikut ini:
الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ
Artinya: "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)." (QS. An-Nur : 26)
Kalau membaca ayat ini terkesan bahwa Allah telah menetapkan jodoh sesuai dengan keshalihan seseorang. Wanita yang salihah jodohnya pasti mendapatkan laki-laki yang salih juga.
Begitu juga wanita yang tidak salihah, jodohnya akan dapat yang tidak salih juga. Kita tentu sering menemukan bukti nyata atas hakikat kebenaran ayat di atas dalam kehidupan sehari-hari.
Lalu apakah ketentuan Allah terkait dengan status jodoh itu merupakan hukum yang mutlak dan absolut? Apakah wanita salihah mutlak pasti mendapatkan laki-laki yang salih juga?
Jawabannya belum tentu. Sebab Al-Qur'an sendiri yang menceritakan tentang pasangan-pasangan yang tidak seiman. Misalnya istri Nabi Nuh dan istri Nabi Luth yang kafir, padahal keduanya istri seorang Nabi utusan Allah.
ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ كَفَرُوا امْرَأَتَ نُوحٍ وَامْرَأَتَ لُوطٍ ۖ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللَّهِ شَيْئًا وَقِيلَ ادْخُلَا النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِينَ
Lihat Juga :