Inilah Perbedaan Mandi Besar Laki-laki dan Wanita
Kamis, 12 Mei 2022 - 19:39 WIB
loading...
ada sedikit perbedaan dalam hal mandi junub atau mandi wajibnya antara laki-laki dan wanita, yakni tentang kunciran rambut pada wanita. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Apakah sama tata cara mandi besar (mandi junub) kaum wanita dengan mandi besarnya laki-laki? Maka jawabannya bahwa mandi besarnya wanita sama persis dengan mandi wajib laki-laki. Hanya saja ada satu perbedaan yang menonjol yakni soal kuciran rambut wanita. Kenapa demikian dan apa alasannya?
Ustadz Dr. Musyaffa Ad-Dariny, M.A. Hafidzahullah memaparkannya dalam isi ceramahnya berikut ini, yang dikutip dari kanal muslim Rodja:
Kenapa ada perbedaan soal kunciran rambut? Menurutnya, hal ini yang berkaitan dengan mandi besar selain mandi besar dari haid dan nifas. Misalnya mandi besar karena mimpi basah, mandi besar karena berhubungan badan dengan suami, mandi besar karena ihram, mandi besar karena ingin shalat Jumat.
Baca juga: Inilah Perbedaan Mandi Junub dan Mandi Besar Setelah Haid. Muslimah Wajib Tahu!
Mandi besar selain untuk haid dan nifas bagi seorang perempuan tidak diwajibkan untuk membuka kunciran rambutnya. Konsekuensinya akan ada rambut yang tidak terkena air, terutama yang berada di bagian dalam. Kenapa ini dikecualikan? Karena kalau ini diwajibkan, maka akan sangat memberatkan kaum wanita. Dan inilah yang sesuai dengan hadis Maimunah Radhiyallahu Ta’ala ‘Anha, beliau pernah mengatakan:
“Wahai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, aku adalah seorang perempuan yang mengikat kunciran-kunciran rambutku, apakah aku harus membukanya untuk mandi jinabah?”
Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:
“Tidak perlu engkau buka kunciran-kunciran rambutmu, cukup bagimu mengguyurkan air ke kepalamu sebanyak tiga kali. Kemudian setelah itu guyurkan air ke badanmu. Dengan begitu engkau menjadi suci.” (HR. Muslim)
Ustadz Dr. Musyaffa Ad-Dariny, M.A. Hafidzahullah memaparkannya dalam isi ceramahnya berikut ini, yang dikutip dari kanal muslim Rodja:
Kenapa ada perbedaan soal kunciran rambut? Menurutnya, hal ini yang berkaitan dengan mandi besar selain mandi besar dari haid dan nifas. Misalnya mandi besar karena mimpi basah, mandi besar karena berhubungan badan dengan suami, mandi besar karena ihram, mandi besar karena ingin shalat Jumat.
Baca juga: Inilah Perbedaan Mandi Junub dan Mandi Besar Setelah Haid. Muslimah Wajib Tahu!
Mandi besar selain untuk haid dan nifas bagi seorang perempuan tidak diwajibkan untuk membuka kunciran rambutnya. Konsekuensinya akan ada rambut yang tidak terkena air, terutama yang berada di bagian dalam. Kenapa ini dikecualikan? Karena kalau ini diwajibkan, maka akan sangat memberatkan kaum wanita. Dan inilah yang sesuai dengan hadis Maimunah Radhiyallahu Ta’ala ‘Anha, beliau pernah mengatakan:
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي امْرَأَةٌ أَشُدُّ ضَفْرَ رَأْسِي فَأَنْقُضُهُ لِغُسْلِ الْجَنَابَةِ
“Wahai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, aku adalah seorang perempuan yang mengikat kunciran-kunciran rambutku, apakah aku harus membukanya untuk mandi jinabah?”
Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:
لاَ إِنَّمَا يَكْفِيكِ أَنْ تَحْثِي عَلَى رَأْسِكِ ثَلاَثَ حَثَيَاتٍ ثُمَّ تُفِيضِينَ عَلَيْكِ الْمَاءَ فَتَطْهُرِينَ
“Tidak perlu engkau buka kunciran-kunciran rambutmu, cukup bagimu mengguyurkan air ke kepalamu sebanyak tiga kali. Kemudian setelah itu guyurkan air ke badanmu. Dengan begitu engkau menjadi suci.” (HR. Muslim)
Lihat Juga :