Lapar Banget, Abu Nawas Membeli Semerbak Bau Masakan
Senin, 22 Juni 2020 - 08:38 WIB
loading...
A
A
A
Abu Nawas pun menghentikan langkahnya. Dengan tenang dia balik kanan menghampiri si pemilik kedai. Abu Nawas sempat heran juga dengan kelakuan pemilik kedai yang menagih dirinya, padahal ia tidak makan atau minum barang sedikitpun di kedai itu.
"Enak saja main nyelonong pergi, bayar dulu baru boleh pergi," sergah pemilik kedai begitu Abu Nawas berhadapan dengannya. (Baca juga: Sorban Kotor Abu Nawas yang Mendadak Menjadi Harum)
Kemudian Abu Nawas menganggukkan kepala tanda setuju permintaan sang pemilik kedai. Dengan santainya Abu Nawas merogoh kantong uangnya. Selanjutnya ia mempermainkan duit di kantongnya itu.
Aneh juga, Abu Nawas tak memberikan uangnya kepada pemilik kedai. Malah Abu Nawas terus bermain-main dengan uang recehnya dengan cara mengocok kantong uangnya. Suara uang receh terdengar kerincing-kerincing. (Baca juga: Tagih Zakat, Abu Nawas Ajak Baginda Menjadi Pengemis )
"Ayo, mana uangnya. Bayar!" teriak pemilik kedai.
"Baik, ini bayarnya," kata Abu Nawas sambil mengocok kembali uang recehnya sehingga timbul suara kerincing-kerincing.
"Lho, mana uangnya, dari tadi cuma mendengar suaranya saja," kata pemilik kedai yang semakin geram. (Baca juga: Abu Nawas Ternyata Perenang yang Tangguh, Baginda Berdecak Kagum )
Kemudian Abu Nawas menjawab, "Itu tadi bayarnya, aku bayar pakai suaranya saja karena di kedaimu aku hanya dapat baunya saja..!"
Mendengar jawaban itu, si pemilik kedai hanya bisa tersenyum malu. Jadi deh Abu Nawas membeli bau masakan dengan bunyi kerincing uang logamnya. (Baca juga: Urusan Pusar ke Bawah Sampai Cara Membagi Telur Gaya Abu Nawas )
"Enak saja main nyelonong pergi, bayar dulu baru boleh pergi," sergah pemilik kedai begitu Abu Nawas berhadapan dengannya. (Baca juga: Sorban Kotor Abu Nawas yang Mendadak Menjadi Harum)
Kemudian Abu Nawas menganggukkan kepala tanda setuju permintaan sang pemilik kedai. Dengan santainya Abu Nawas merogoh kantong uangnya. Selanjutnya ia mempermainkan duit di kantongnya itu.
Aneh juga, Abu Nawas tak memberikan uangnya kepada pemilik kedai. Malah Abu Nawas terus bermain-main dengan uang recehnya dengan cara mengocok kantong uangnya. Suara uang receh terdengar kerincing-kerincing. (Baca juga: Tagih Zakat, Abu Nawas Ajak Baginda Menjadi Pengemis )
"Ayo, mana uangnya. Bayar!" teriak pemilik kedai.
"Baik, ini bayarnya," kata Abu Nawas sambil mengocok kembali uang recehnya sehingga timbul suara kerincing-kerincing.
"Lho, mana uangnya, dari tadi cuma mendengar suaranya saja," kata pemilik kedai yang semakin geram. (Baca juga: Abu Nawas Ternyata Perenang yang Tangguh, Baginda Berdecak Kagum )
Kemudian Abu Nawas menjawab, "Itu tadi bayarnya, aku bayar pakai suaranya saja karena di kedaimu aku hanya dapat baunya saja..!"
Mendengar jawaban itu, si pemilik kedai hanya bisa tersenyum malu. Jadi deh Abu Nawas membeli bau masakan dengan bunyi kerincing uang logamnya. (Baca juga: Urusan Pusar ke Bawah Sampai Cara Membagi Telur Gaya Abu Nawas )
(mhy)
Lihat Juga :