Kisah Sedih Pasangan Abdullah-Aminah dan Beda Pendapat Kelahiran Nabi

Selasa, 23 Juni 2020 - 15:31 WIB
loading...
A A A
Begitu mendengar putranya sakit, Abdul-Muthalib mengutus Harith- anaknya yang sulung – untuk menjemput Abdullah ke Madinah. Tetapi sesampainya di Madinah ia menerima kabar duka bahwa Abdullah sudah meninggal dan sudah dikuburkan pula. Abdullah meninggal sebulan sesudah kafilahnya berangkat ke Makkah.

Kembalilah Harith kepada keluarganya dengan membawa perasaan pilu atas kematian adiknya itu. Rasa duka dan sedih menimpa hati Abdul-Muthalib, menimpa hati Aminah, karena ia kehilangan seorang suami yang selama ini menjadi harapan kebahagiaan hidupnya.

Baca juga: Respon Para Raja Terhadap Ajakan Rasulullah Memeluk Islam

Abdullah mewariskan lima ekor unta, sekelompok ternak kambing dan seorang budak perempuan, yaitu Umm Ayman - yang kemudian menjadi pengasuh Nabi.

Tak lama kemudian, Aminah melahirkan seorang anak laki-laki. Abdul Muthalib menyambut kelahiran cucunya itu dengan gembira. Ia menganggap ini sebagai pengganti Abdullah, anaknya. Diangkatnya bayi itu lalu dibawanya ke Ka'bah. Ia diberi nama Muhammad. Nama ini tidak umum di kalangan orang Arab tapi cukup dikenal.

Baca juga: Ka'bah: Kisah Paganisme Pasca-Nabi Ismail dan Pra-Islam

Pada hari ketujuh kelahiran Muhammad, Abdul-Muthalib minta disembelihkan unta. Hal ini kemudian dilakukan dengan mengundang makan masyarakat Quraisy.
Setelah mereka mengetahui bahwa anak itu diberi nama Muhammad, mereka bertanya-tanya mengapa ia tidak suka memakai nama nenek moyang. "Kuinginkan dia akan menjadi orang yang Terpuji, bagi Tuhan di langit dan bagi makhlukNya di bumi," jawab Abdul Muthalib.

Baca juga: Berhala Mewah Raja Duramsyil Berjatuhan karena Suara Nabi Nuh

Beberapa Versi
Menurut Haekal, ada perbedaan pendapat mengenai hari, tanggal, bulan dan tahun kelahiran nabi. Caussin de Perceval dalam Essai sur l'Histoire des Arabes menyatakan, bahwa Muhammad dilahirkan bulan Agustus 570, yakni Tahun Gajah, dan bahwa dia dilahirkan di Makkah di rumah kakeknya Abdul-Muthalib.

“Hari itu (Senin) adalah hari kelahiranku," jawab Nabi Muhammad ketika ditanya seorang sahabat mengapa dirinya berpuasa pada hari Senin.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Kisah Rasulullah SAW...
Kisah Rasulullah SAW Menyembelih 100 Unta setelah Melaksanakan Haji Wada
Rasulullah SAW Pernah...
Rasulullah SAW Pernah Menunda Ibadah Haji Hingga 4 Tahun, Begini Kisahnya!
Kisah Baginda Nabi Muhammad...
Kisah Baginda Nabi Muhammad SAW Ketika Bertemu Lailatul Qadar
Kisah Rasulullah SAW...
Kisah Rasulullah SAW yang Melipatgandakan Sedekah di Bulan Ramadan
Perbedaan Nabi dan Rasul,...
Perbedaan Nabi dan Rasul, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Rekomendasi
UEA dan India Jadi yang...
UEA dan India Jadi yang Pertama Mulai Menikmati Gerhana Matahari Cincin
Kalimantan Jadi Habitatnya,...
Kalimantan Jadi Habitatnya, Ilmuwan Ungkap Penyebab Ular Raksasa Jarang Terlihat Manusia
Struktur Kuno Berukuran...
Struktur Kuno Berukuran 2 Kali Lipat Burj Khalifa Ditemukan di Dasar Samudra Pasifik
Artikel Terkini
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Jangan Sepelekan! Ini...
Jangan Sepelekan! Ini Keutamaan Berjalan Kaki ke Masjid Saat Salat Jumat
Tafsir Surat Al Kahfi...
Tafsir Surat Al Kahfi Ayat 1-10 : Siapa yang Rutin Membacanya akan Dilindungi dari Dajjal
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
Kisah Menakjubkan dalam...
Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah
Tak Hanya untuk Rebo...
Tak Hanya untuk Rebo Wekasan, 12 Doa Tolak Bala Bisa Diamalkan Kapan Saja
Infografis
Gempa Cianjur, Ilmuwan...
Gempa Cianjur, Ilmuwan Minta Lempeng dan Sesar Ini Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved