Kisah Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani Membuat Khalifah Al-Mustanjid Bertaubat

Selasa, 31 Mei 2022 - 18:14 WIB
loading...
A A A
Demikian pula Izzuddin bin Abdussalam dan Ibnu Taimiyah, yang dinukil secara mutawatir mengatakan, bahwa al-Jilani mempunyai banyak karamah melebihi para wali di masanya.

Karamah itu adakalanya digunakan untuk sesuatu yang luar biasa (Khariq al-‘adah) yang terjadi pada diri seseorang yang saleh atau wali sebagai anugerah dari Allah SWT, untuk menunjukkan ketinggian kedudukan orang tersebut di sisi-Nya sebagaimana mukjizat para Nabi.

Para pengikutnya meyakini karamah Syaikh Abdul Qadir al-Jilani yang terpenting adalah menghidupkan hati dan jiwa yang mati, menanamkan keimanan, menanamkan rasa takut kepada Allah SWT, serta menyalakan jiwa untuk berbakti kepada-Nya.

Secara metaforis disebutkan, Al-Sya’rani mengatakan bahwa ia tidak pernah dihinggapi lalat sebagaimana Rasulullah SAW, karena kemuliannya.

Syaikh Yusuf ibn ‘Ismail al-Nabhani dalam bukunya berjudul Jamiu Karamat al-Auliya’ menyebutkan, pernah suatu ketika Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani sedang duduk dan hendak berwudhu, tiba-tiba ada burung mengotorinya, maka seketika itu juga burung itu mati. Melihat keadaan itu maka Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani cepat-cepat membersihkan pakaiannya dan kemudian pakaian itu disedekahkan kepada fakir miskin sebagai tebusan burung yang mati.

Seraya ia berkata, "seandainya aku berdosa karena burung ini, maka pakaianku inilah sebagai tebusannya. Ia juga menghidupkan burung dan ayam yang sudah mati."

Baca juga: Ketika Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani Menginginkan Kematian

Sedangkan Abu Ahmad Abdul Hamid dalam bukunya berjudul Jawahir al-Asani ‘Ala Lujjain al-Dani mengutip Umar Usma al-Shairofi dan Abu Muhammad Abdul Haq al-Harami, mengatakan bahwa ia juga mempunyai kekuatan yang luar biasa. Bisa menaklukkan musuh dari jauh. Dengan kekuatan batinnya ia menangkap seorang dari kejauhan.

Al-Nabbani masih dalam kitabnya yang berjudul Jamiu Karamat al-Auliya’ mencontohkan tentang apa yang dikisahkan Saraj tentang Abu al-Mudhaffar al-Hasan.

Al-Hasan adalah seorang pedagang besar Baghdad. Pada suatu ketika ia menghadap kepada Syaikh Hammad al-Dabbasi, seorang tokoh besar dan guru tarekat al-Jilani dengan maksud minta restu agar dalam berniaga mendapat keselamatan dan keuntungan. Tetapi Syaikh Hammad tidak memperkenankan, karena akan ada bahaya maut dan perampok yang hendak menghabiskan barang dagangannya.

Sepulang dari Syaikh Hammad pedagang tersebut bertemu al-Jilani di tengah perjalanan. Maka diceritakanlah semua yang difatwakan oleh Syaikh Hammad.

Mendengar semua cerita itu, maka berkatalah al-Jilani, berlayarlah tahun ini (521 H) pasti engkau selamat dan pulang dengan membawa keuntungan yang besar. Akulah yang bertanggung jawab atas segala risikonya.

Beberapa saat kemudian Abu al-Mudhaffar pun berangkat menuju negeri Syam (Syria). Ternyata sampai di sana dagangannya laris berlaku seribu dinar, kemudian ia menuju Halb, dan di kala ia beristirahat (qadhi al-Hajat), uang dagangannya tertinggal sampai semalaman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Karomah Khalid bin Walid,...
Karomah Khalid bin Walid, Si Pedang Allah yang Tak Mempan Diracun
Ketika Imam Syafii Berdebat...
Ketika Imam Syafi'i Berdebat dengan Orang Bodoh : Diamku dari Orang Hina adalah Jawaban
Bacaan Zikir Bulan Rajab,...
Bacaan Zikir Bulan Rajab, Rabbighfirli Warhamni Watub Alayya Beserta Artinya
Kisah Imam Abu Hanifah...
Kisah Imam Abu Hanifah dan Khalifah Al-Mansur Menafsirkan Soal Poligami
Kisah Tabiin : Sikap...
Kisah Tabiin : Sikap Rendah Hati Abdullah bin Mubarak, Ulama Teladan dan Ditakuti di Medan Perang
Kisah Hikmah: Pesan...
Kisah Hikmah: Pesan Cinta dari Kuburan
Rekomendasi
Dua Gunung Berapi Besar...
Dua Gunung Berapi Besar Diprediksi Akan Meletus pada 2025
Struktur Kuno Berukuran...
Struktur Kuno Berukuran 2 Kali Lipat Burj Khalifa Ditemukan di Dasar Samudra Pasifik
Berpotensi Layak Huni,...
Berpotensi Layak Huni, Penjelajah NASA Siap Bawa Temuan di Mars ke Bumi
Artikel Terkini
Cara Islam Mengelola...
Cara Islam Mengelola Konflik Rumah Tangga: Teladan Rasulullah, Fatimah, dan Ali bin Abi Thalib
Soal Waktu : Benarkah...
Soal Waktu : Benarkah Sehari di Akhirat Sama dengan 1.000 Tahun di Dunia?
Ayat-ayat Al Quran dan...
Ayat-ayat Al Quran dan Hadis Nabi tentang Waktu
Tiga Dimensi Waktu yang...
Tiga Dimensi Waktu yang Dimiliki Manusia, Kaum Muslim Wajib Tahu
Konsep Waktu dalam Islam...
Konsep Waktu dalam Islam : Amanah Allah yang Wajib Dijaga dan Dipertanggungjawabkan
Nasihat Salafus Shalih...
Nasihat Salafus Shalih tentang Waktu, Pengingat Keras bagi yang Lalai
Infografis
Penemuan-penemuan Ilmuwan...
Penemuan-penemuan Ilmuwan Muslim yang Mengubah Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved