Imam Ghazali: Kebahagiaan Kelak Sama Kadarnya dengan Kecintaan kepada Allah Sekarang

Rabu, 01 Juni 2022 - 05:15 WIB
loading...
Imam Ghazali: Kebahagiaan...
Imam Ghazali mengatakan semua kezuhudan, ibadah dan pengkajian-pengkajian akan menjadikan rasa tertarik itu sebagai tujuannya dan itu adalah cinta. Foto/Ilustrasi: Ist
A A A
Imam al-Ghazali mengangkat kisah Bayazid Bistami dan Yahya Ibnu Mu'adz tatkala membahas tentang kecintaan kepada Allah Taala . Yahya Ibnu Mu'adz meriwayatkan bahwa ia mengamati Bayazid Bistami dalam sholatnya sepanjang malam.

Ketika telah selesai, Bayazid berdiri dan berkata: "O Tuhan! Beberapa hamba telah meminta dan mendapatkan kemampuan untuk membuat mukjizat, berjalan di atas permukaan air, terbang di udara, tapi bukan semua itu yang kuminta; beberapa yang lain telah meminta dan mendapatkan harta benda, tapi bukan itu pula yang kuminta."

Kemudian Bayazid berpaling dan ketika melihat Yahya, ia bertanya: "Engkaulah yang di sana itu Yahya?"

Ia jawab: "Ya."

Ia bertanya lagi: "Sejak kapan?"

"Sudah sejak lama."

Kemudian Yahya memintanya agar mengungkapkan beberapa pengalaman rohaniahnya.

"Akan kuungkapkan", jawab Bayazid, "apa-apa yang halal untuk diceritakan kepadamu." Yang Kuasa telah mempertunjukkan kerajaanNya kepadaku, dari yang paling mulia hingga yang terendah. Ia mengangkatku ke atas 'Arsy dan KursiNya dan ketujuh langit. Kemudian Ia berkata: 'Mintalah kepadaKu apa saja yang kau ingini.' Saya jawab: 'Ya Allah! Tak kuingini sesuatu pun selain Engkau.' 'Sesungguhnya,' kataNya, 'engkau adalah hambaKu."

Baca juga: Melihat Allah Merupakan Kebahagiaan Terbesar, Begini Penjelasan Imam Ghazali

Pada kali lain Bayazid berkata: "Jika Allah akan memberikan padamu keakraban dengan diriNya atau Ibrahim, kekuatan dalam doa Musa dan kerohanian Isa, maka jagalah agar wajahmu terus mengarah kepadaNya saja, karena Ia memiliki khazanah-khazanah yang bahkan melampaui semuanya ini."

Suatu hari seorang sahabatnya berkata kepadanya: "Selama tiga puluh tahun aku telah berpuasa di siang hari dan bersembahyang di malam hari, tapi sama sekali tidak kudapati kebahagiaan rohaniah yang kamu sebut-sebut itu."

Bayazid menjawab: "Kalaupun engkau berpuasa dan bersembahyang selama tigaratus tahun, engkau tetap tak akan mendapatinya."

"Kenapa?" tanya sang sahabat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Beragam Cara Allah Taala...
Beragam Cara Allah Ta'ala Menegur Hamba-Nya, Simak di Sini Saja!
8 Sikap yang Bisa Mendatangkan...
8 Sikap yang Bisa Mendatangkan Cinta Allah SWT, Kaum Muslimah Wajib Tahu!
10 Sebab Datangnya Cinta...
10 Sebab Datangnya Cinta Allah Ta'ala, Kaum Muslim Wajib Tahu!
10 Perkara Pemberat...
10 Perkara Pemberat Timbangan Amal di Akhirat Berikut Dalil-dalilnya
Cara Allah Taala Menegur...
Cara Allah Ta'ala Menegur Seorang, Bukti Kasih Sayang-Nya
Doa Cinta kepada Allah...
Doa Cinta kepada Allah dan 4 Perkara Syarat Digandakannya Pahala Amal Saleh
Rekomendasi
Ilmuwan Temukan Lokasi...
Ilmuwan Temukan Lokasi Pertama Dimulainya Kehidupan di Dunia
Hutan Amazon Terancam...
Hutan Amazon Terancam Musnah, Ini Fakta-fakta Menakutkannya
Rencana Jahat Firaun...
Rencana Jahat Firaun terhadap Nabi Musa Tertinggal di Danau Nasser?
Artikel Terkini
Tak Banyak yang Tahu,...
Tak Banyak yang Tahu, Ini 7 Larangan di Bulan Muharram
Mengenal Keutamaan Puasa...
Mengenal Keutamaan Puasa Asyura, Puasa Sehari Penghapus Dosa Setahun
Mengenal 3 Amalan Utama...
Mengenal 3 Amalan Utama Bulan Muharram, Sayang untuk Dilewatkan!
Muharram dan Lahirnya...
Muharram dan Lahirnya Kalender Hijriyah: Kisah di Balik Penanggalan Umat Islam
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved