Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW Melenyapkan Penyakit dan Kemelaratan
Selasa, 31 Mei 2022 - 23:55 WIB
loading...
A
A
A
Rasulullah bersabda: "Maukah kamu aku ajarkan beberapa kalimat yang dapat melenyapkan penyakit dan kemelaratan yang ada pada dirimu itu?" Lelaki itu menjawab: "Tentu saja mau, tidaklah menggembirakan diriku bila kalimat-kalimat itu ditukar dengan ikut dalam Perang Badar atau Perang Uhud bersamamu sebagai gantinya."
Rasulullah SAW tertawa dan bersabda: "Dan apakah Ahli Badar dan Ahli Uhud mengalami apa yang dialami oleh seorang fakir yang menerima apa adanya?"
Abu Hurairah berkata, "Wahai Rasulullah, ajarkanlah pula kepadaku kalimat-kalimat itu." Rasulullah SAW bersabda: Hai Abu Hurairah, katakanlah: "Aku bertawakal kepada Tuhan Yang Hidup yang tidak mati, segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tiada sekutu bagi-Nya di dalam kerajaan-Nya, dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya."
Kemudian lelaki itu datang menghadap kepada Rasulullah, sedangkan keadaannya telah membaik. Maka Rasulullah bertanya: "Apakah yang telah engkau lakukan?" Ia menjawab, "Wahai Rasulullah, saya masih tetap membaca kalimat-kalimat yang pernah engkau ajarkan kepada saya itu." (HR Abu Ya'la)
Sanad hadis ini disebutkan dhaif. Namun doa ini boleh diamalkan untuk fadhoil 'amal (keutamaan beramal). Doa ini bisa jadi wasilah tentunya atas izin Allah Yang Maha Kuasa.
Baca Juga: 9 Doa Nabi Muhammad yang Tercantum dalam Al-Qur'an
Rasulullah SAW tertawa dan bersabda: "Dan apakah Ahli Badar dan Ahli Uhud mengalami apa yang dialami oleh seorang fakir yang menerima apa adanya?"
Abu Hurairah berkata, "Wahai Rasulullah, ajarkanlah pula kepadaku kalimat-kalimat itu." Rasulullah SAW bersabda: Hai Abu Hurairah, katakanlah: "Aku bertawakal kepada Tuhan Yang Hidup yang tidak mati, segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tiada sekutu bagi-Nya di dalam kerajaan-Nya, dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya."
Kemudian lelaki itu datang menghadap kepada Rasulullah, sedangkan keadaannya telah membaik. Maka Rasulullah bertanya: "Apakah yang telah engkau lakukan?" Ia menjawab, "Wahai Rasulullah, saya masih tetap membaca kalimat-kalimat yang pernah engkau ajarkan kepada saya itu." (HR Abu Ya'la)
Sanad hadis ini disebutkan dhaif. Namun doa ini boleh diamalkan untuk fadhoil 'amal (keutamaan beramal). Doa ini bisa jadi wasilah tentunya atas izin Allah Yang Maha Kuasa.
Baca Juga: 9 Doa Nabi Muhammad yang Tercantum dalam Al-Qur'an
(rhs)